Objek Kosmik Misterius dengan Orbit Aneh Ditemukan di Dekat Neptunus

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 14 September 2021 | 13:35 WIB
Objek Kosmik Misterius dengan Orbit Aneh Ditemukan di Dekat Neptunus
Planet Neptunus. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan empat objek kosmik aneh yang berada di luar orbit Neptunus.

Empat objek tersebut merupakan bagian dari 461 objek yang baru ditemukan para ahli setelah melakukan pencarian selama enam tahun.

Pengamatan baru berasal dari Dark Energy Survey, upaya untuk memetakan struktur galaksi alam semesta dan materi gelap yang dimulai pada 2013.

Empat objek tersebut berjarak lebih dari 230 AU (unit astronomi) dari Matahari. AU merupakan satuan astronomi, di mana jarak dari Bumi ke Matahari atau sekitar 149,6 juta kilometer.

Dalam jarak yang jauh seperti itu, empat objek ekstrem tersebut hampir tidak terpengaruh oleh gravitasi Neptunus, tetapi orbitnya yang aneh menunjukkan pengaruh dari luar tata surya.

Beberapa peneliti berpikir bahwa pengaruh itu mungkin menjelaskan Planet Sembilan, benda teoretis yang bersembunyi di luar angkasa dan masih dicari oleh para ilmuwan saat ini.

Oleh karena itu, objek misterius yang baru ditemukan ini dapat membantu peneliti mengasah kemungkinan Planet Sembilan atau bahkan menyangkal keberadaannya.

Ilustrasi objek kosmik misterius. [Livescience]
Ilustrasi objek kosmik misterius. [Livescience]

Para ahli juga menemukan empat Trojan Neptunus baru. Trojan adalah badan yang berbagi orbit planet atau bulan. Dalam hal ini, objek berbagi orbit Neptunus mengelilingi Matahari.

Dilansir dari Live Science, Selasa (14/9/2021), tim ilmuwan juga mengamati komet Bernardinelli-Bernstein yang memiliki lebar hingga 160 km.

baca juga

Komet tersebut berasal dari awan Oort, lapisan objek es yang lebih jauh dari Sabuk Kuiper.

Setidaknya, sebanyak 155 objek yang baru ditemukan berada di lokasi yang cukup jauh dari Neptunus sehingga gravitasi planet tidak mempengaruhi objek-objek tersebut.

Sebaliknya, objek itu sebagian besar terikat ke tata surya oleh tarikan Matahari.

Temuan ini menarik perhatian para ilmuwan karena Dark Energy Survey tidak dirancang untuk melakukan pencarian objek trans-Neptunus.

Tujuannya adalah untuk mengkarakterisasi energi gelap yang mempengaruhi percepatan ekspansi alam semesta.

Ilustrasi komet di langit malam (Shutterstock).
Ilustrasi komet di langit malam (Shutterstock).

Meski begitu, 20 persen data dari survei tersebut mencakup objek trans-Neptunus yang diketahui saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan AS Klaim Tahu soal Covid-19 di Wuhan 2 Minggu sebelum Peringatan

Ilmuwan AS Klaim Tahu soal Covid-19 di Wuhan 2 Minggu sebelum Peringatan

Tekno | Senin, 06 September 2021 | 08:44 WIB

Antisipasi Pandemi di Masa Depan, Ilmuwan Serukan Pemerintah Perkuat Kapasitas

Antisipasi Pandemi di Masa Depan, Ilmuwan Serukan Pemerintah Perkuat Kapasitas

Health | Kamis, 02 September 2021 | 13:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pulau Paling Dekat dengan Kutub Utara

Ilmuwan Temukan Pulau Paling Dekat dengan Kutub Utara

Tekno | Kamis, 02 September 2021 | 12:30 WIB

Tahun Depan Indonesia Bisa Bebas Pandemi Covid-19? Begini Kata Ilmuwan

Tahun Depan Indonesia Bisa Bebas Pandemi Covid-19? Begini Kata Ilmuwan

Sumbar | Kamis, 02 September 2021 | 08:00 WIB

Aliansi Ilmuwan: Indonesia Butuh Satu Tahun untuk Keluar dari Pandemi

Aliansi Ilmuwan: Indonesia Butuh Satu Tahun untuk Keluar dari Pandemi

Tekno | Rabu, 01 September 2021 | 19:54 WIB

Aliansi Ilmuwan Indonesia Desak Pemerintah Buat Badan Pengendalian Wabah, Seperti CDC

Aliansi Ilmuwan Indonesia Desak Pemerintah Buat Badan Pengendalian Wabah, Seperti CDC

News | Rabu, 01 September 2021 | 18:45 WIB

Terkini

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×