BRIN Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami Manfaatkan Sensor Dasar Laut

Liberty Jemadu

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 00:12 WIB
BRIN Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami Manfaatkan Sensor Dasar Laut
Warga menunggu datangnya waktu berbuka puasa (ngabuburit) di sekitar Masjid Terapung Arkam Babu Rahman yang rusak akibat diterjang tsunami di Pantai Teluk Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (13/4/2021). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sistem peringatan dini tsunami Indonesia atau InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) dengan menggunakan teknologi Tsunami Buoy (InaBuoy) dan teknologi kabel optik bawah laut (InaCBT).

"Kita bisa mendeteksi tsunami dengan menggunakan sensor di dasar laut dan peletakannya bisa di mana saja," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Teknologi Elektronika Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi Michael Andreas Purwoadi dalam Webinar Talk to Scientists: Riset dan Inovasi untuk Indonesia Tangguh Bencana di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Michael menuturkan pada InaBuoy, sensor-sensor tekanan diletakkan di dasar laut di kedalaman lebih dari 600 meter. Posisi sensor itu harus bisa menangkap gelombang tsunami kira-kira 60 kilometer dari sumbernya supaya bisa terdeteksi kurang dari 5 menit, tetapi tidak boleh juga terlalu dekat dengan patahan agar tidak membahayakan sensor itu sendiri.

Pertama kali yang dideteksi sensor tersebut adalah gelombang gempa yang terjadi di permukaan dasar laut. Kemudian, jika ada potensi tsunami, sensor akan menangkap gelombang tsunami setelah gempa tersebut. Sesuai kesepakatan nasional, peringatan dini tsunami diberikan maksimum 5 menit setelah gempa terjadi.

Pada konsep buoy, sensor diletakkan di dasar laut, yang disebut OBU. Algoritma deteksi tsunami diletakkan di sensor. Ketika ada gelombang tsunami, sensor akan menangkapnya, lalu mengirimkan sinyal peringatan ke buoy yang ada di permukaan air laut.

Kemudian, buoy mengirimkan peringatan tsunami (alert tsunami) ke stasiun di darat yang disebut Read Down Station (RDS). Selanjutnya, dengan menggunakan satelit, peringatan itu dikirim ke pusat data Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang terintegrasi dengan pusat data milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau tsunami.

Sensor bekerja menggunakan baterai sehingga umur pakai hanya berkisar dua tahun.

Sementara pada konsep InaCBT atau teknologi kabel optik bawah laut (Indonesia-Cable Based Tsunameter), sensor-sensor yang terletak di dasar laut dihubungkan dengan kabel optik.

Melalui kabel itu, juga dapat disalurkan listrik dari stasiun (landing station) di pantai menuju sensor-sensor yang ada di dasar laut tersebut.

baca juga

Sensor-sensor menangkap gelombang tsunami lalu mengirimkannya ke landing station melalui kabel optik. Selanjutnya, sinyal itu dikirimkan ke RDS melalui kabel optik atau satelit.

Sensor terpasang bisa lebih banyak, dan menggunakan listrik dari daratan sehingga umur pakai lebih lama yakni lebih dari 10 tahun.

Konsep buoy memiliki lebar pita atau bandwidth sangat kecil sehingga data yang dikirim terkait deteksi gelombang tsunami memang sangat terbatas. Sementara pada kabel optik, transmisi data bisa sangat banyak, dan berbagai macam sensor bisa digabungkan dalam satu alat tersebut.

Selain itu, umur pakai kabel optik lebih panjang karena menggunakan energi listrik yang berasal dari landing station di daratan. Sementara, InaBuoy menggunakan energi dari baterai. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:08 WIB

BRIN Paparkan Riset ke Prabowo: Potensi Limbah Sawit Jadi Listrik

BRIN Paparkan Riset ke Prabowo: Potensi Limbah Sawit Jadi Listrik

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Prabowo Mendadak Panggil Kepala BRIN ke Istana Malam Ini, Ada Apa?

Prabowo Mendadak Panggil Kepala BRIN ke Istana Malam Ini, Ada Apa?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Siapa Saja yang Hadir?

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Siapa Saja yang Hadir?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Kemenyan Berpotensi Jadi Bahan Parfum dan Aromaterapi, Bagaimana Manfaatnya bagi Masyarakat?

Kemenyan Berpotensi Jadi Bahan Parfum dan Aromaterapi, Bagaimana Manfaatnya bagi Masyarakat?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Kemensos dan BRIN Tandatangani MoU untuk Perkuat Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Kemensos dan BRIN Tandatangani MoU untuk Perkuat Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:23 WIB

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Canggih! BRIN Ciptakan Detektor MBG Basi, Begini Cara Kerjanya

Canggih! BRIN Ciptakan Detektor MBG Basi, Begini Cara Kerjanya

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:40 WIB

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:51 WIB

Terkini

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×