China Akan Berburu Bumi 2.0 Gunakan Teleskop Baru

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Rabu, 11 Mei 2022 | 10:55 WIB
China Akan Berburu Bumi 2.0 Gunakan Teleskop Baru
Eksoplanet. [Melmak/Pixabay]

Suara.com - China akan memulai perburuan eksoplanet berbasis luar angkasa pertamanya jika proposal dari Shanghai Astronomical Observatory (SAO), mendapat lampu hijau musim panas ini.

Dalam misi tersebut, China akan meluncurkan Teleskop Bumi 2.0 yang akan menghabiskan empat tahun mengorbit Matahari-Bumi.

Di sekitar orbit itu, China akan menempatkan tujuh teleskop untuk mengamati tanda-tanda peredupan saat planet transit atau lewat di depan sebuah bintang saat mengorbit.

Target utamanya adalah eksoplanet seukuran Bumi dengan orbit serupa di sekitar bintang mirip Matahari.

Misi ini membutuhkan sensitivitas tinggi untuk melihat sinyal transit planet kecil, serta pemantauan jangka panjang.

Teleskop tersebut akan mengukur ukuran planet dan periode orbit untuk mengidentifikasi kandidat untuk pengamatan lanjutan yang terkait kelayakhunian potensial planet.

Teleskop Kepler NASA. [NASA]
Teleskop Kepler NASA. [NASA]

"Kandidat planet ini dapat ditindaklanjuti dengan teleskop berbasis darat untuk mendapatkan pengukuran tentang berapa massa dan kepadatannya," kata Ge Jian, profesor di SAO, dikutip dari Space.com, Rabu (11/5/2022).

Misi tersebut akan menindaklanjuti pengamatan area luar angkasa yang dipelajari oleh teleskop luar angkasa Kepler NASA selama sembilan tahun.

Tapi Teleskop Bumi 2.0 akan memiliki bidang pandang yang jauh lebih besar. Artinya, teleskop dapat mengamati area yang lebih luas.

Bidang pandang Kepler adalah 115 derajat persegi dan mampu mengamati setengah juta bintang serta menemukan 2.392 eksoplanet.

Sayangnya, dari ribuan planet tersebut, tidak ada satu pun planet yang berada di sekitar bintang mirip Matahari yang berpotensi sebagai kembaran Bumi.

Sebagai perbandingan, Teleskop Bumi 2.0 akan mencakup 500 derajat persegi dan diharapkan memantau 1,2 juta bintang, selama empat tahun misi dengan enam hingga tujuh teleskop yang memiliki bukaan 30 cm.

"Jika tingkat kemunculan Bumi 2.0 adalah 10 persen, maka kita perlu mencari sekitar 2.000 bintang tipe Matahari untuk mendeteksi transit Bumi 2.0," tambah Ge.

Simulasi survei para peneliti menunjukkan bahwa teleskop dapat mendeteksi sekitar 30.000 planet baru.

Khusus teleskop ketujuh akan dibekali kepekaan untuk mendeteksi planet berbatu yang dingin atau mengambang bebas seukuran Mars.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Eksoplanet yang Memiliki Hujan Besi di Dalamnya

Ilmuwan Temukan Eksoplanet yang Memiliki Hujan Besi di Dalamnya

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2020 | 06:00 WIB

Astronom Temukan Eksoplanet dengan Waktu Orbit Terpendek

Astronom Temukan Eksoplanet dengan Waktu Orbit Terpendek

Tekno | Sabtu, 22 Februari 2020 | 08:06 WIB

Peringatan 100 Tahun, 780 Ribu Orang Beri Nama 112 Bintang dan Eksoplanet

Peringatan 100 Tahun, 780 Ribu Orang Beri Nama 112 Bintang dan Eksoplanet

Tekno | Minggu, 22 Desember 2019 | 14:10 WIB

Gunakan Bahasa Nias, Indonesia Sumbang Nama Penamaan Bintang dan Eksoplanet

Gunakan Bahasa Nias, Indonesia Sumbang Nama Penamaan Bintang dan Eksoplanet

Tekno | Minggu, 22 Desember 2019 | 10:30 WIB

Microlensing, Cara Astronom Temukan Eksoplanet

Microlensing, Cara Astronom Temukan Eksoplanet

Tekno | Rabu, 06 November 2019 | 14:11 WIB

Astronom Deteksi Eksoplanet dengan Orbit Paling Ekstrem

Astronom Deteksi Eksoplanet dengan Orbit Paling Ekstrem

Tekno | Jum'at, 13 September 2019 | 11:00 WIB

Terkini

Tips Libur Lebaran 2026 Makin Seru: Andalkan Redmi Note 15 Series, Anti Gagal Bikin Konten!

Tips Libur Lebaran 2026 Makin Seru: Andalkan Redmi Note 15 Series, Anti Gagal Bikin Konten!

Tekno | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:50 WIB

Vivo Y21 5G dan Y11 5G Resmi Meluncur, Baterai 6500mAh Tahan 5 Tahun dan Layar 120Hz Jadi Andalan

Vivo Y21 5G dan Y11 5G Resmi Meluncur, Baterai 6500mAh Tahan 5 Tahun dan Layar 120Hz Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:26 WIB

Harga DDR4 Melejit 8,8 Kali Lipat di 2026, Dampak Peralihan Industri ke AI Mulai Terasa

Harga DDR4 Melejit 8,8 Kali Lipat di 2026, Dampak Peralihan Industri ke AI Mulai Terasa

Tekno | Kamis, 26 Maret 2026 | 07:52 WIB

Terpopuler: 6 HP Murah Sekelas Redmi 15, Update Harga HP Xiaomi di 2026

Terpopuler: 6 HP Murah Sekelas Redmi 15, Update Harga HP Xiaomi di 2026

Tekno | Kamis, 26 Maret 2026 | 06:50 WIB

6 HP Murah Alternatif Redmi 15, Punya Baterai Jumbo dan Fitur Lengkap

6 HP Murah Alternatif Redmi 15, Punya Baterai Jumbo dan Fitur Lengkap

Tekno | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:46 WIB

6 Pilihan Tablet Murah Paling Kencang untuk Kerja di 2026

6 Pilihan Tablet Murah Paling Kencang untuk Kerja di 2026

Tekno | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:13 WIB

Harga Vivo X300 Ultra Terbaru 2026, Ini Spesifikasi Lengkap dan Jadwal Rilisnya

Harga Vivo X300 Ultra Terbaru 2026, Ini Spesifikasi Lengkap dan Jadwal Rilisnya

Tekno | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:33 WIB

Bocoran iQOO Neo 11 Pro dan Pro Plus Muncul, Bawa Layar OLED 2K 165Hz dan Baterai 8.000mAh

Bocoran iQOO Neo 11 Pro dan Pro Plus Muncul, Bawa Layar OLED 2K 165Hz dan Baterai 8.000mAh

Tekno | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:56 WIB

Xiaomi Resmi Hentikan MIUI Selamanya, Digantikan HyperOS, Lebih Canggih dan Terhubung

Xiaomi Resmi Hentikan MIUI Selamanya, Digantikan HyperOS, Lebih Canggih dan Terhubung

Tekno | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:28 WIB

40 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Kaspersky Ungkap Ancaman dari USB hingga Laptop

40 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Kaspersky Ungkap Ancaman dari USB hingga Laptop

Tekno | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:16 WIB