Kolaborasi Riset G20 Bisa Tingkatkan Surveilans Pandemi

Liberty Jemadu Suara.Com
Senin, 04 Juli 2022 | 20:27 WIB
Kolaborasi Riset G20 Bisa Tingkatkan Surveilans Pandemi
Sejumlah tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kepala Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ni Luh P Indi Dharmasanti menilai kolaborasi riset antarnegara anggota G20 sangat penting untuk mengatasi pandemi COVID-19 sekaligus meningkatkan surveilans pandemi.

"Kolaborasi riset sangat dibutuhkan dalam mengatasi pandemi, dengan sharing (berbagi) hasil riset dan pengembangan dari setiap institusi pelaksana dan setiap negara maka kita akan mempunyai data global yang lengkap dan terhubung antarnegara," kata Indi, Senin (4/7/2022).

Indi menuturkan data global yang terintegrasi dan komprehensif dari hasil kegiatan-kegiatan riset dan pengembangan tersebut akan mendukung terwujudnya sistem surveilans pandemi di masa depan yang lebih kuat, kolaboratif, dan efektif.

Ia mengatakan negara-negara maju dan negara-negara berkembang, khususnya sesama anggota G20 dapat saling berkolaborasi untuk memaksimalkan kapasitas dan sumber daya yang ada demi mencapai kepentingan bersama dan kesejahteraan masyarakat internasional.

Menurut Indi, umumnya negara-negara maju memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang kuat namun kasus penyakit yang dibutuhkan dalam riset terbatas. Sebaliknya negara-negara berkembang memiliki kasus yang banyak, namun terbatas dalam infrastruktur dan SDM.

Oleh karena itu, kolaborasi antarnegara akan saling mendukung dan menguatkan satu sama lain, termasuk riset dan pengembangan untuk surveilans pandemi.

Indi menuturkan kolaborasi selama ini sudah berjalan dengan dikoordinasi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), namun masih perlu ditingkatkan.

Sebelumnya, Co-Sherpa G20 Indonesia Dian Triansyah Djani mengatakan Indonesia melalui perannya sebagai presiden G20 tahun ini ingin memastikan adanya strategi keluar dari pandemi COVID-19.

"Meskipun sulit, tetapi jalur keuangan dan jalur sherpa kita sedang mengerjakan strategi untuk keluar dari pandemi ini," ujar Trian dalam diskusi panel Y20 "Diversity and Inclusion in the G20-Opportunities for Policy Reform" yang berlangsung secara hibrida, Sabtu (18/6) malam.

Baca Juga: Cegah Lonjakan COVID-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 dengan Perbaiki Sistem Surveilans

Strategi yang dimaksud akan mencakup distribusi dan akses yang adil terhadap vaksin, strategi pendanaan, serta inisiatif pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi di masa mendatang. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI