Bahaya Mengintai dari Spam Baru di Media Sosial, Mencuri Mata Uang Kripto Pengguna

Dythia Novianty

Kamis, 05 Januari 2023 | 15:04 WIB
Bahaya Mengintai dari Spam Baru di Media Sosial, Mencuri Mata Uang Kripto Pengguna
Ilustrasi Spam. [Lindsey LaMont/Unsplash]

Suara.com - Peneliti Kaspersky telah menemukan kampanye spam terbaru yang menyebar melalui pesan
langsung di Twitter dan mencuri mata uang kripto dari pengguna yang terpengaruh.

Pengguna dimintai bantuan untuk menarik ratusan ribu dolar dari akun kripto orang asing di Twitter.

Namun, untuk membantu orang asing tersebut, korban didorong untuk membuat dan membayar akun VIP di domain scam, yang menyebabkan mereka kehilangan koin.

Twitter adalah salah satu jejaring sosial paling populer di dunia, dengan hampir 400 juta pengguna aktif bulanan.

Trik yang dilakukan biasanya, orang asing meminta bantuan mendesak, dia kesulitan mengakses akunnya di bursa mata uang kripto, sehingga ia meminta Anda untuk membantu menarik sejumlah mata uang kripto dari dompetnya.

Dalam pesan tersebut, dia menentukan domain yang akan dimasuki, nama pengguna, kata sandi, dan jumlah mata uang kripto di dompetnya, seringkali mencapai ratusan ribu dolar.

Ilustrasi mata uang kripto. (Quantitatives via Unsplash)
Ilustrasi mata uang kripto. (Quantitatives via Unsplash)

Pakar Kaspersky berpendapat bahwa kemungkinan, orang asing tersebut menjanjikan sejumlah kecil uang kepada korban sebagai imbalan atas bantuan penarikan.

Namun, ini hanyalah jebakan untuk menargetkan pengguna sebanyak mungkin.

Dengan mengikuti domain yang dibagikan oleh orang asing tersebut, korban berakhir di situs yang mengaku sebagai platform investasi.

baca juga

Setelah memasukkan nama pengguna dan kata sandi yang diberikan, pengguna masuk ke akun orang asing itu, di mana jumlah yang ditentukan memang tersedia.

Patut dicatat bahwa tampilan situs sudah terlihat mencurigakan, yakni halaman yang ditata dengan buruk dengan desain yang tidak menarik, dan daftar kontak hanya terdiri dari email, dan bukanlah nama dan foto pembuat situs platform.

Untuk menarik mata uang, korban diminta memberikan alamat dompet mereka sendiri, blockchain, dan, yang mengejutkan, kata sandi tambahan. Namun korban tidak memiliki kata sandi tambahan ini.

Dengan demikian, platform menawarkan kepada korban cara mentransfer dana secara langsung di dalam sistem, dalam hal ini kata sandi tambahan tidak diperlukan – cukup membuat akun dengan status VIP (yang hanya membutuhkan sedikit uang).

Segera setelah korban mendaftar di sistem dan memasukkan data dompet kripto miliknya untuk membayar status VIP, dana tersebut dicuri dari akunnya.

Singkatnya, pengguna dibujuk dengan satu atau lain cara untuk membuat akun VIP dan membayarnya, tetapi korban tidak mendapatkan imbalan apa pun dan hanya kehilangan koin mereka.

Ilustrasi Twitter (Pixabay/gelalt)
Ilustrasi Twitter (Pixabay/gelalt)

“Skema di atas baru pertama kali kami temukan, di mana penyerang berpura-pura menjadi orang bodoh di Twitter dan meminta bantuan pengguna acak/korban untuk membantu mereka menarik uang dari dompet mata uang kripto untuk benar-benar mencuri koin dari akun korban," ujar Andrey Kovtun, pakar keamanan di Kaspersky.

Tapi penipuan kripto ini, sayangnya tidak hanya terjadi sekali. Mata uang kripto tetap menjadi topik yang sangat menarik bagi penyerang, karena semakin banyak pengguna membuka dompet kripto dan mengubah mata uang mereka menjadi koin.

Menurutnya, platform blockchain juga memungkinkan penyerang mencuri dana dari korban tanpa meninggalkan jejak, dan ini tidak membuat keadaan menjadi lebih baik.

"Kami melihat akan semakin banyak penipuan kripto canggih lainnya segera muncul. Oleh karena itu, semua pengguna yang menggunakan kripto harus mengetahui cara menjaga keamanan akun, dompet, dan koin mereka,” pungkas dia dalam keterangan resminya, Kamis (5/1/2023).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Ancaman peretasan 2023: Kabel Bawah Laut dan Kebocoran Data Jadi Target Serangan Siber

Prediksi Ancaman peretasan 2023: Kabel Bawah Laut dan Kebocoran Data Jadi Target Serangan Siber

Tekno | Rabu, 16 November 2022 | 11:18 WIB

Gawat, Serangan DDoS Naik 47,87 persen dan Targetnya Berubah ke Keuangan dan Pemerintahan

Gawat, Serangan DDoS Naik 47,87 persen dan Targetnya Berubah ke Keuangan dan Pemerintahan

Tekno | Jum'at, 11 November 2022 | 05:00 WIB

Waspada Aplikasi VPN Mengandung Jebakan Batman

Waspada Aplikasi VPN Mengandung Jebakan Batman

Tekno | Selasa, 08 November 2022 | 05:50 WIB

Waduh, Demi Tekan Budget Perusahaan Rela Gunakan Perangkat Lunak Bajakan

Waduh, Demi Tekan Budget Perusahaan Rela Gunakan Perangkat Lunak Bajakan

Tekno | Jum'at, 04 November 2022 | 14:41 WIB

Mobile Malware Masih Mengintai di Indonesia, Tercatat 79.442 Serangan Diblokir dan Data Pribadi Jadi Target Utama

Mobile Malware Masih Mengintai di Indonesia, Tercatat 79.442 Serangan Diblokir dan Data Pribadi Jadi Target Utama

Tekno | Senin, 31 Oktober 2022 | 12:29 WIB

Pakar Minta Masyarakat Waspadai Jejak Digital di Dunia Maya

Pakar Minta Masyarakat Waspadai Jejak Digital di Dunia Maya

Tekno | Minggu, 30 Oktober 2022 | 15:00 WIB

Terkini

17.942 Hektare Lahan Karhutla Masih Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas

17.942 Hektare Lahan Karhutla Masih Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Apa Itu Cut-Off Point dalam Event Lari? Istilah yang Disorot usai Insiden JRF 2026

Apa Itu Cut-Off Point dalam Event Lari? Istilah yang Disorot usai Insiden JRF 2026

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Ulasan Pirunduk: Kisah Tragis Siti dan Teror Ilmu Hitam Kalimantan Selatan!

Ulasan Pirunduk: Kisah Tragis Siti dan Teror Ilmu Hitam Kalimantan Selatan!

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:45 WIB

×