Pakistan Segera Legalisasi Ganja, Kunci Terlepas dari Jerat Utang IMF

Liberty Jemadu

Senin, 15 April 2024 | 19:41 WIB
Pakistan Segera Legalisasi Ganja, Kunci Terlepas dari Jerat Utang IMF
Legalisasi ganja sebentar lagi terwujud di Pakistan. Demi perekonomian lebih baik. (Pexels.com/Aphiwat chuangchoem)

Suara.com - Pakistan selangkah lagi akan melakukan legalisasi ganja. Pemerintah setempat sedang menyusun kerangka hukum untuk melegalikan penanaman dan perdagangan ganja, sehingga pemerintah lepas dari krisis serta jerat hutang IMF.

Pada Februari lalu pemerintah Pakistan telah mengeluarkan peraturan presiden yang merinci aturan-aturan terkait pembentukan Otoritas Pengendalian dan Pengaturan Ganja. 

Baca juga: Heboh Anggota DPR Foto Dengan Tanaman Ganja, Ingin Dilegalkan Untuk Kepentingan Medis?

Sebenarnya pada September 2020 lalu pemerintah Pakistan sudah sepakat untuk melegalkan industri ganja. Tetapi kerangka hukumnya belum disusun karena konflik internal pemerintahan.

"Kami sangat serius dengan inisiatif ini dan semuanya bergerak sangat cepat," kata seorang pejabat senior Dewan Fasilitasi Investasi Khusus Pakistan kepada Nikkei Asia, Senin (15/4/2024).

Ilustrasi tanaman ganja [shutterstock]
Ilustrasi tanaman ganja [shutterstock]

Pemerintah Pakistan saat ini - yang merupakan koalisi dari Liga Muslim Pakistan dan Partai Rakyat Pakistan - dalam waktu dekat akan membentuk lembaga untuk menyusun kebijakan, termasuk di antaranya terkait izin menanam serta menjual ganja dan penentuan wilayah perkebunan ganja.

Pakistan berharap bisa menembus pasar ganja global, yang diperkirakan akan mencapai 82,3 miliar dolar AS pada 2027 dari hanya 27,2 miliar dolar AS pada 2022.

Ganja diharapkan bisa menjadi komoditas ekspor baru Pakistan, sehingga pendapatan negara meningkat dan bisa membayar utang sekitar 7,8 miliar dolar AS ke IMF per Maret lalu.

Saat ini ganja banyak ditanam dan diperdagangkan di perbatasan dengan Afghanistan. Selain itu di wilayah utara dan barat negara tersebut, ganja juga tumbuh liar.

baca juga

Pada era 1970an, gerai-gerai ganja lokal cukup populer di Pakistan. Tetapi pemimpin Pakistan, Jenderal Zia ul Haq kemudian melarang ganjar pada 1980an, mengekor kebijakan Amerika Serikat yang mengumumkan perang terhadap narkotika.

Kini Pakistan berharap bisa menghasilkan produk-produk turunan ganja, seperti tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBD) untuk dimanfaatkan dalam dunia kesehatan. 

Baca juga: Legislator Aceh Usul Rancangan Qanun Legalisasi Ganja Medis Jadi Skala Prioritas

Sementara rami (hemp), juga dari ganja - dimanfaatkan untuk membuat tali, kain dan kertas. Di Eropa, rami bahkan kini menjadi alternatif bahan baku bahan bangunan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Di sisi lain Pakistan juga menyiapkan hukuman keras untuk penyalahgunaan ganja. Perusahaan yang melanggar akan didenda sebesar 200 juta rupe Pakistan dan denda 10 juta rupee Pakistan untuk perseorangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aamir Khan Bintangi Film Lalkaara, Angkat Kisah Luka Sejarah India-Pakistan

Aamir Khan Bintangi Film Lalkaara, Angkat Kisah Luka Sejarah India-Pakistan

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 15:04 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

Sudah 5 Kali Beraksi! Dua Pengedar 62,5 Kg Ganja Ditangkap di Petamburan

Sudah 5 Kali Beraksi! Dua Pengedar 62,5 Kg Ganja Ditangkap di Petamburan

News | Senin, 21 September 2026 | 07:53 WIB

Jeritan Ibu Pecah di Tengah Kebakaran, 14 Bayi di ICU Rumah Sakit Pakistan Tewas

Jeritan Ibu Pecah di Tengah Kebakaran, 14 Bayi di ICU Rumah Sakit Pakistan Tewas

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:23 WIB

14 Bayi Tewas Terpanggang di Kebakaran Rumah Sakit Islamabad

14 Bayi Tewas Terpanggang di Kebakaran Rumah Sakit Islamabad

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Panglima Pakistan Temui Iran Bahas Selat Hormuz, Apa Isi Pembicaraan Mereka?

Panglima Pakistan Temui Iran Bahas Selat Hormuz, Apa Isi Pembicaraan Mereka?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:18 WIB

Warga Malaysia Bawa Narkoba Kembali Ditangkap di Bandara, Kali Ini di India

Warga Malaysia Bawa Narkoba Kembali Ditangkap di Bandara, Kali Ini di India

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Selain Indonesia, Singapura Jadi Sasaran Warga Malaysia Selundupkan Ganja dan Sabu

Selain Indonesia, Singapura Jadi Sasaran Warga Malaysia Selundupkan Ganja dan Sabu

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Terkini

5 Eye Serum untuk Atasi Mata Panda, Garis Halus dan Mata Lelah

5 Eye Serum untuk Atasi Mata Panda, Garis Halus dan Mata Lelah

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Profil dan Agama Shandy Aulia yang Jarang Diketahui Publik

Profil dan Agama Shandy Aulia yang Jarang Diketahui Publik

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Indomobil Foton Boyong Mobil Listrik Jadi Bahan Praktik Mahasiswa Vokasi

Indomobil Foton Boyong Mobil Listrik Jadi Bahan Praktik Mahasiswa Vokasi

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:15 WIB

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

×