Pakar Ungkap Ancaman Starlink di Indonesia: Alat Mata-mata Asing hingga Matikan Bisnis Lokal

Dicky Prastya | Suara.com

Senin, 27 Mei 2024 | 21:41 WIB
Pakar Ungkap Ancaman Starlink di Indonesia: Alat Mata-mata Asing hingga Matikan Bisnis Lokal
Ilustrasi Satelit Starlink Elon Musk. [Twitter/X Starlink]

Suara.com - Pakar telekomunikasi sekaligus Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha mengungkapkan sejumlah ancaman yang ditimbulkan Starlink di Indonesia.

Starlink adalah layanan internet berbasis Starlink yang disediakan SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk. Pemilik Tesla dan X (Twitter) itu baru saja datang ke Indonesia untuk meresmikan layanan Starlink.

Menurut Pratama, salah satu polemik Starlink di Indonesia adalah tidak adanya pusat manajemen jaringan alias Network Operation Center (NOC). Ia menyebut kalau Starlink masih dibantu oleh NOC yang ada di luar negeri.

"Hal tersebut sebetulnya masih cukup bisa dimengerti karena jika langsung mendirikan NOC di Indonesia tentu biaya investasi yang dikeluarkan akan lebih besar, sedangkan di tahun-tahun awal sejak layanan diluncurkan mungkin masih belum banyak pelanggan yang didapatkan," ungkap Pratama dalam siaran pers yang diterima, Senin (27/5/2024).

Ia menjelaskan, NOC berfungsi melakukan pengawasan infrastruktur yang dimiliki Starlink agar layanan internet tidak terganggu. Jika Starlink tidak memiliki NOC, pemerintah Indonesia bakal kesulitan untuk memberantas konten terlarang seperti pemberantasan judi online hingga pornografi.

"Hanya saja memang jika ada NOC Starlink yang berlokasi di Indonesia, pemerintah akan lebih mudah berkolaborasi dengan Starlink jika perlu melakukan tindakan bersama seperti pemberantasan judi online serta pornografi," lanjutnya.

Meskipun saat ini NOC Starlink belum didirikan di Indonesia, Pratama menyebut Starlink sudah bekerja sama dengan Network Access Provider (NAP) lokal untuk layanan backbone internet. Hal ini dilakukan agar perusahaan Elon Musk itu mendapatkan izin sebagai Internet Service Provider (ISP).

Sehingga jika memang diperlukan tindakan yang bisa meningkatkan pertahanan dan keamanan negara pada saat krisis, seperti penyadapan atau sensor, bisa dilakukan melalui perusahaan NAP yang menjual layanan backbone internetnya ke Starlink.

Pratama menilai itu lebih baik karena sebelumnya Starlink tidak ingin bekerja sama dengan NAP lokal dan akan menggunakan Laser Link yang menghubungkan setiap satelitnya sebagai backbone internet untuk layanan di Indonesia.

Apabila hal itu terjadi, maka pemerintah tidak akan dapat melakukan apapun karena semua infrastruktur yang dipergunakan tidak ada yang bisa mematuhi peraturan dan hukum yang ada di Indonesia.

Starlink bisa jadi alat mata-mata asing

Pratama membeberkan kalau Starlink adalah perusahaan asing. Maka untuk menjaga kedaulatan digital, ia menyarankan agar Starlink tidak dipakai di sektor kritikal seperti kesehatan hingga barisan pertahanan semisal pos penjagaan di perbatasan negara.

Apabila memang karena kondisi yang hanya bisa dijangkau oleh layanan internet melalui satelit, Pratama meminta mereka untuk menggunakan layanan VSAT yang juga banyak dimiliki oleh ISP lokal di Indonesia.

Ancaman Starlink lainnya adalah ketergantungan yang signifikan pada layanan internet satelit yang dioperasikan oleh perusahaan asing. Hal ini dapat menyebabkan negara menjadi kurang memiliki kontrol langsung atas infrastruktur tersebut.

Dengan demikian negara mungkin tidak dapat mengambil tindakan yang diperlukan dalam situasi darurat atau konflik. Menurutnya, ketergantungan yang berlebihan pada layanan internet satelit yang dioperasikan oleh perusahaan asing dapat membuat negara menjadi lebih rentan terhadap campur tangan asing dalam operasional infrastruktur komunikasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menggunakan WhatsApp Tanpa Kuota Internet

Cara Menggunakan WhatsApp Tanpa Kuota Internet

Tekno | Senin, 27 Mei 2024 | 09:40 WIB

Foto Pejabat Bareng Elon Musk Viral Dikritik, Budi Arie: Beliau Jenius, Bukan Pengusaha Biasa

Foto Pejabat Bareng Elon Musk Viral Dikritik, Budi Arie: Beliau Jenius, Bukan Pengusaha Biasa

Tekno | Minggu, 26 Mei 2024 | 14:11 WIB

Cara Langganan Starlink, Harga Mulai dari Rp750 Ribu

Cara Langganan Starlink, Harga Mulai dari Rp750 Ribu

Tekno | Minggu, 26 Mei 2024 | 09:09 WIB

Elon Musk Khawatir AI Gantikan Seluruh Pekerjaan Manusia

Elon Musk Khawatir AI Gantikan Seluruh Pekerjaan Manusia

Bisnis | Minggu, 26 Mei 2024 | 08:00 WIB

Plintat-plintut, Elon Musk Kini Minta Joe Biden Tak Persulit Mobil Listrik China Masuk ke Amerika

Plintat-plintut, Elon Musk Kini Minta Joe Biden Tak Persulit Mobil Listrik China Masuk ke Amerika

Otomotif | Sabtu, 25 Mei 2024 | 06:15 WIB

Jangan Cuma Jualan, Starlink Diminta Buka Kantor di Indonesia

Jangan Cuma Jualan, Starlink Diminta Buka Kantor di Indonesia

Tekno | Jum'at, 24 Mei 2024 | 21:29 WIB

Terkini

Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS

Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

32 Kode Redeem FC Mobile 31 Maret 2026, Siap Hadapi Kiper Raksasa 270 Cm?

32 Kode Redeem FC Mobile 31 Maret 2026, Siap Hadapi Kiper Raksasa 270 Cm?

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:50 WIB

35 Kode Redeem FF 31 Maret 2026, Bocoran Event Kolaborasi Gintama dan Squad Beatz Bulan April

35 Kode Redeem FF 31 Maret 2026, Bocoran Event Kolaborasi Gintama dan Squad Beatz Bulan April

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:30 WIB

HMD Crest 2 Pro Bakal Pakai Chip Snapdragon Terbaru, Usung Baterai 6.000 mAh

HMD Crest 2 Pro Bakal Pakai Chip Snapdragon Terbaru, Usung Baterai 6.000 mAh

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:54 WIB

Usai Debut di Filipina, HP Gaming Murah Nubia Neo 5 Series Bakal ke Indonesia

Usai Debut di Filipina, HP Gaming Murah Nubia Neo 5 Series Bakal ke Indonesia

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:50 WIB

Setara Laptop Entry Level: Harga PS5 Bekas di Maret 2026 Berapaan?

Setara Laptop Entry Level: Harga PS5 Bekas di Maret 2026 Berapaan?

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:20 WIB

10 Cara Mengatasi WhatsApp Pending padahal Sinyal Bagus, Coba Tips Ini

10 Cara Mengatasi WhatsApp Pending padahal Sinyal Bagus, Coba Tips Ini

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:58 WIB

Mantan Petinggi Perusahaan Sarankan Disney Akuisisi Fortnite dan Epic Games

Mantan Petinggi Perusahaan Sarankan Disney Akuisisi Fortnite dan Epic Games

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:45 WIB

Poco X8 Pro Rilis 2 April, Baterai 8500mAh dan Dimensity 8500

Poco X8 Pro Rilis 2 April, Baterai 8500mAh dan Dimensity 8500

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:33 WIB

REDMI 15 untuk Outdoor: Baterai Jumbo 7000mAh dan Tahan Air

REDMI 15 untuk Outdoor: Baterai Jumbo 7000mAh dan Tahan Air

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:22 WIB