DPR AS Anggap WhatsApp Berbahaya, Data Pengguna Jadi Incaran Hacker?

Dythia Novianty

Selasa, 24 Juni 2025 | 11:09 WIB
DPR AS Anggap WhatsApp Berbahaya, Data Pengguna Jadi Incaran Hacker?
Ilustrasi WhatsApp. [Pexel]

Sementara pada bulan Mei, akun WhatsApp menteri dalam negeri Malaysia diretas melalui penipuan phishing.

ilustrasi hacker. (Standert on Freepik)
ilustrasi hacker. (Standert on Freepik)

Langkah-langkah keamanan WhatsApp tidak salah dalam kedua kasus tersebut, meskipun ada beberapa dugaan bahwa kerentanan tertentu dalam proses enkripsi WhatsApp dapat mengekspos titik data yang lebih rendah, seperti dengan siapa pengguna berinteraksi, dan berapa lama, di aplikasi tersebut.

Tahun lalu, peneliti keamanan siber juga mengungkap potensi masalah dengan obrolan WhatsApp yang disimpan di perangkat Apple, meskipun hal itu kemudian ditangani oleh tim WhatsApp.

Sementara itu, Meta telah menegaskan kembali bahwa WhatsApp sepenuhnya dienkripsi, dan aman digunakan oleh staf pemerintah.

"Kami sangat tidak setuju dengan pernyataan Kepala Pejabat Administratif DPR. Kami tahu anggota dan staf mereka secara teratur menggunakan WhatsApp, dan kami berharap dapat memastikan anggota DPR dapat bergabung dengan rekan-rekan Senat mereka untuk melakukannya secara resmi," jelas Meta dilansir dari laman Social Media Today, Selasa (24/6/2025).

Meta lebih lanjut mencatat bahwa WhatsApp menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi daripada sebagian besar aplikasi dalam daftar yang disetujui CAO, dan seharusnya tidak menjadi sasaran peringatan ini.

Berdasarkan saran ahli, keamanan perlindungan pesan WhatsApp belum dipertanyakan, tetapi fakta bahwa kelompok siber dapat mengakses informasi tentang dengan siapa orang berinteraksi di aplikasi tersebut menjadi perhatian, yang dapat menjadi fokus dari dorongan terbaru ini.

Seberapa besar ancaman di bidang ini bergantung pada siapa yang ditanya, tetapi tampaknya WhatsApp sekarang perlu meyakinkan pejabat pemerintah bahwa aplikasi tersebut aman, dan bahwa semua potensi ancaman tersebut sedang ditangani.

Larangan Aplikasi Signal

baca juga

Sebelumnya, larangan ini juga dialami aplikasi perpesan Signal yang juga terenkripsi ujung ke ujung.

Sempat menjadi pusat kontroversi baru-baru ini, di mana Pete Hegseth, menteri pertahanan, mengirim informasi terperinci tentang serangan yang direncanakan di Yaman ke setidaknya dua obrolan grup Signal pribadi.

Salah satu obrolan dibuat oleh Mike Waltz, penasihat keamanan nasional, dan melibatkan pejabat keamanan AS serta, tanpa sengaja, jurnalis majalah Atlantic Jeffrey Goldberg.

Obrolan lainnya dibuat oleh Hegseth sendiri, termasuk istrinya, saudaranya, dan sekitar selusin orang lainnya.

Pentagon sebelumnya telah memperingatkan karyawannya agar tidak menggunakan Signal karena adanya kerentanan teknis.

Menurut NPR, yang melaporkan bahwa "buletin khusus OPSEC" yang dilihat oleh reporternya dan dikirim pada tanggal 18 Maret mengatakan bahwa kelompok peretas Rusia dapat mengeksploitasi kerentanan dalam Signal.

Mereka disebut memata-matai organisasi yang dienkripsi, yang berpotensi menargetkan "orang-orang yang berkepentingan".

Memo Pentagon tersebut mengatakan "aplikasi perpesanan pihak ketiga" seperti Signal diizinkan untuk digunakan untuk membagikan informasi yang tidak rahasia, tetapi tidak diizinkan untuk digunakan untuk mengirim informasi yang tidak rahasia "non-publik".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Perang Dagang AS-China Berlanjut?

Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Perang Dagang AS-China Berlanjut?

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 08:02 WIB

Sistem Layanan on Demand GoTo Kini Ditampung di Pusat Data Milik Perusahaan China

Sistem Layanan on Demand GoTo Kini Ditampung di Pusat Data Milik Perusahaan China

Tekno | Senin, 09 Juni 2025 | 20:54 WIB

Studi: Energi Surya dan Angin Bisa Penuhi 30 Persen Kebutuhan Pusat Data ASEAN 2030

Studi: Energi Surya dan Angin Bisa Penuhi 30 Persen Kebutuhan Pusat Data ASEAN 2030

News | Senin, 09 Juni 2025 | 17:11 WIB

Pembuktian Ijazah Jokowi Banyak Kejanggalan, Dokter Tifa Curiga Bareskrim Gunakan Data Palsu

Pembuktian Ijazah Jokowi Banyak Kejanggalan, Dokter Tifa Curiga Bareskrim Gunakan Data Palsu

News | Minggu, 08 Juni 2025 | 16:48 WIB

Cek Promo Indomaret Khusus Paket Data dan Pulsa, Bonus Minyak Goreng hingga Sabun Cuci Piring

Cek Promo Indomaret Khusus Paket Data dan Pulsa, Bonus Minyak Goreng hingga Sabun Cuci Piring

Bisnis | Minggu, 08 Juni 2025 | 14:50 WIB

DCI Resmikan Pusat Data Terbesar di Indonesia, JK6 Siap Pacu Ekonomi Digital 8 Persen

DCI Resmikan Pusat Data Terbesar di Indonesia, JK6 Siap Pacu Ekonomi Digital 8 Persen

Tekno | Sabtu, 07 Juni 2025 | 08:04 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×