Pembuktian Ijazah Jokowi Banyak Kejanggalan, Dokter Tifa Curiga Bareskrim Gunakan Data Palsu

Lintang Siltya Utami

Minggu, 08 Juni 2025 | 16:48 WIB
Pembuktian Ijazah Jokowi Banyak Kejanggalan, Dokter Tifa Curiga Bareskrim Gunakan Data Palsu
Kolase Dokter Tifa dan Jokowi (Instagram)

Suara.com - Tifauzia Tyassuma atau akrab disapa dokter Tifa baru-baru ini mempertanyakan data yang digunakan oleh Bareskrim Polri dalam pemeriksaan kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi.

Sebagaimana diketahui, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri menyatakan bahwa ijazah sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah asli.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro mengemukakan bahwa hasil tersebut didapatkan usai penyelidik bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri memeriksa ijazah tersebut secara saintifik.

Namun, dokter Tifa mencurigai jika Bareskrim Polri menggunakan data palsu dalam menyelidiki ijazah Jokowi. Hal itu dikemukakan oleh dokter Tifa melalui cuitan di akun X miliknya @DokterTifa. Ia menyoroti penggunaan penanggalan yang tercetak pada Harian Kedaulatan Rakyat, koran yang mencantumkan nama Jokowi dalam pengumuman kelulusan ujian masuk Proyek Perintis I (PPI) UGM tahun 1980.

"Bareskrim gunakan data palsu? Harian Kedaulatan Rakyat menggunakan dua penanggalan yaitu penanggalan Masehi dan penanggalan Jawa. Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru secara lazim dimuat di koran nasional. Khusus untuk penerimaan mahasiswa baru angkatan 1980, dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat tanggal 18 Juli 1980 atau penanggalan Jawa 24 PASA 1912," tulis dokter Tifa.

Namun menurut dokter Tifa, penanggalan Jawa yang tercetak pada Koran Kedaulatan Rakyat yang diperlihatkan oleh Bareskrim Polri memiliki penanggalan yang berbeda.

"Ingat ya, tulisan Jawanya adalah PASA, sesuai huruf Jawa, atau bacanya adalah Poso. Jadi bukan PUASA tetapi PASA. Sasi Pasa dalam bahasa Jawa artinya bulan Ramadhan. Nah, yang menggelikan adalah data Bareskrim menggunakan "Koran Kedaulatan Rakyat" yang tertulis di tanggalnya adalah 18 Juli 1980 / Jumat Kliwon 5 PUASA 1912," lanjut dokter Tifa.

Salah satu tokoh yang vokal dalam mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi tersebut juga mengunggah cuplikan video ketika Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyebutkan tanggal yang dimaksud oleh dokter Tifa.

"Perhatikan juga Dirtipidum Djuhandani jelas menyebut Jumat Kliwon 5 Puasa 1912. Padahal, hari Jumat 18 Juli 1980 penanggalan Jawanya adalah Jumat Legi, 24 Pasa 1912," sambungnya lagi.

baca juga

Dokter Tifa menilai pernyataan yang diberikan oleh Bareskrim Polri adalah kesalahan yang fatal. Pasalnya, data yang digunakan sangat berbeda.

"Ini kesalahan fatal! Tidak ada ampun! Bayangkan data Bareskrim yang digunakan untuk uji forensik pakai koran palsu!" bebernya.

Tak hanya itu, dokter Tifa juga menyebut ada keganjilan lain dalam Koran Kedaulatan Rakyat yang digunakan oleh Bareskrim Polri. Kali ini, terkait nama orang yang mengaku sebagai teman satu angkatan Jokowi.

"Keganjilan kedua, nama Joko Widodo ada di urutan penerimaan nomor 14! Tertulis nomor 14 Joko Widodo. Lantas para termul langsung teriak: Horee! Nah kan bener, Joko Widodo diterima Kehutanan UGM! Plok plok plok, tepuk tangan para termul girang. Eits tapi tunggu dulu! Pada urutan di atasnya, nomor 8 ada nama Andjipramaria," jelas dokter Tifa.

Menurut dokter Tifa, pengakuan yang beredar di publik nama teman kuliah Jokowi adalah Andi Pramaria.

"Lho! Padahal yang betul, nama mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980, yang mengklaim menjadi temannya Joko Widodo, namanya bukan Andjipramaria tapi Andi Pramaria! Coba anda Googling sendiri nama Andi Pramaria. Anda akan menemukan nama tersebut dengan mudah!" timpal dokter Tifa.

Oleh karena itu, dokter Tifa mempertanyakan proses pembuktian keaslian ijazah yang dilakukan oleh Bareskrim Polri yang dinilainya amburadul.

"Jadi dari selembar dokumen ini saja, kita bisa melihat betapa amburadulnya kerja Bareskrim. Sama sekali tidak profesional! Sembrono! Acak adut! Ngawur! Sudahlah menunjukkan "Ijazah asli Joko Widodo" versi fotokopi, berlipat pula! Sekarang pakai dokumen Koran Kedaulatan Rakyat palsu pula! Gimana ini?" tulisnya pada akhir utas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilaporkan ke Bareskrim, Dedi Mulyadi Tak Ambil Pusing: Mereka Lagi Caper

Dilaporkan ke Bareskrim, Dedi Mulyadi Tak Ambil Pusing: Mereka Lagi Caper

News | Minggu, 08 Juni 2025 | 14:17 WIB

Respons Lengkap Jokowi Soal Menolak Posisi Ketum PPP hingga Isu Pemakzulan Gibran

Respons Lengkap Jokowi Soal Menolak Posisi Ketum PPP hingga Isu Pemakzulan Gibran

Video | Sabtu, 07 Juni 2025 | 16:29 WIB

Pakar Forensik Bongkar 'Ketidak-identikan' Ijazah Jokowi: Benarkah Ada Perbedaan Cetak?

Pakar Forensik Bongkar 'Ketidak-identikan' Ijazah Jokowi: Benarkah Ada Perbedaan Cetak?

News | Sabtu, 07 Juni 2025 | 12:38 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×