Mengenal Fenomena Aphelion 2025: Benarkah Jadi Penyebab Cuaca Ekstrem di Indonesia?

M Nurhadi, Amelia Prisilia

Senin, 07 Juli 2025 | 10:48 WIB
Mengenal Fenomena Aphelion 2025: Benarkah Jadi Penyebab Cuaca Ekstrem di Indonesia?
Ilustrasi cuaca ekstrem. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Hari ini, Senin (7/7/2025), Bumi disebut mengalami fenomena aphelion 2025. Disebut sebagai penyebab suhu Bumi jadi lebih dingin, ini ulasan mengenai mitos dan fakta fenomena aphelion 2025.

Fenomena aphelion 2025 menjadi peristiwa astronomi menarik yang memang hampir terjadi setiap tahunnya. Dalam momen ini, Bumi berada di titik paling jauh dari Matahari dalam lintasan orbitnya.

Meski fenomena ini membuat jarak Bumi dan Matahari mencapai lebih dari 152 juta kilometer, kamu tidak perlu khawatir karena fenomena ini tidak membawa dampak berbahaya bagi kehidupan sehari-hari.

Terjadi setiap tahunnya, fenomena ini tetap menjadi sorotan para ilmuwan karena berkaitan dengan gerak orbit Bumi yang berbentuk elips.

Saat berada di aphelion, kecepatan revolusi Bumi sedikit melambat, sementara jaraknya dengan Matahari menjadi yang paling jauh. Fenomena ini pun sering memicu pertanyaan tentang kaitannya dengan suhu di Bumi.

Menurut penjelasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena aphelion 2025 tidak menyebabkan cuaca ekstrem atau perubahan signifikan pada suhu udara di permukaan Bumi.

Meskipun posisi Bumi jauh dari Matahari, faktor utama yang menentukan musim dan suhu tetaplah kemiringan sumbu rotasi Bumi, bukan jarak ke Matahari.

Apa Itu Fenomena Aphelion?

Ilustrasi banjir di Jakarta. [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/agr]
Ilustrasi banjir di Jakarta. [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/agr]

Aphelion merupakan titik dalam orbit Bumi ketika jarak dengan Matahari mencapai titik maksimal. Sedangkan titik terdekat Bumi dan Matahari biasanya terjadi pada bulan Januari.

baca juga

Saat aphelion, jarak rata-rata Bumi ke Matahari sekitar 152.093.000 kilometer, berbeda dengan jarak terdekatnya saat perihelion yang sekitar 147.100.000 kilometer.

Fenomena ini tidak kasat mata karena Bumi tetap menerima cahaya Matahari seperti biasa. Selain itu, tidak ada dampak signifikan terhadap kehidupan manusia.

Fenomena Aphelion Jadi Penyebab Suhu Bumi Lebih Dingin

Banyak yang mengira saat aphelion terjadi, suhu udara di Bumi akan jauh lebih dingin. Namun, kenyataannya tidak demikian, hal ini karena suhu udara dipengaruhi oleh kemiringan sumbu Bumi yang biasanya menjadi penentu pembagian musim.

Di bulan Juli ini, belahan Bumi utara justru tetap mengalami musim panas meski jarak Bumi dan Matahari sedang maksimal.

BRIN menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik atau percaya pada kabar yang mengaitkan aphelion dengan bencana atau penurunan suhu ekstrem.

Fenomena aphelion 2025 ini hanyalah bagian dari siklus tahunan orbit Bumi yang sudah terjadi sejak miliaran tahun lalu.

Dampak Fenomena Aphelion

Fenomena aphelion 2025 juga menjadi pengingat bahwa orbit Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips.

Jarak yang lebih jauh ini membuat kecepatan Bumi mengelilingi Matahari sedikit melambat dibandingkan saat perihelion sedang terjadi.

Meski begitu, fenomena aphelion 2025 tidak mempengaruhi panjang hari secara signifikan karena perbedaan waktunya yang sangat kecil.

Secara ilmiah, aphelion menjadi salah satu bukti hukum gravitasi dan gerak planet yang dijelaskan oleh Johannes Kepler dalam hukum-hukum Kepler.

Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Indonesia Selama Juli 2025

Telah dipastikan jika fenomena aphelion 2025 tidak memiliki kaitan dengan cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia, para ilmuwan menduga bahwa Monsun Australia menjadi penyebab hal ini terjadi.

Monsun Australia yang semestinya membawa udara kering malah melemah, menyebabkan fase peralihan ke musim kemarau berjalan tidak normal.

Faktor skala atmosfer seperti gelombang MaddenJulian (MJO) dan gelombang Rossby meningkatkan instabilitas udara yang kemudian memicu terjadinya hujan lebat di beberapa daerah.

Sering kali dikaitkan dengan perubahan cuaca ekstrem hingga suhu yang jauh lebih dingin, fenomena aphelion 2025 tidak memberikan dampak berbahaya apapun terjadap cuaca, suhu dan kehidupan di Bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir, BPBD Minta Pengendara Waspada

Tiga Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir, BPBD Minta Pengendara Waspada

News | Senin, 07 Juli 2025 | 10:21 WIB

Banjir Jakarta Masih Rendam 109 RT, Ini Daftar Lengkap Wilayah yang Masih Terdampak

Banjir Jakarta Masih Rendam 109 RT, Ini Daftar Lengkap Wilayah yang Masih Terdampak

News | Senin, 07 Juli 2025 | 09:45 WIB

Imbas Hujan Deras dan Pasang Air Laut, 100 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Imbas Hujan Deras dan Pasang Air Laut, 100 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

News | Senin, 07 Juli 2025 | 09:38 WIB

5 Motor Matic Tangguh Terjang Banjir Harga Terjangkau, Anti Mogok Saat Lewati Genangan Dalam

5 Motor Matic Tangguh Terjang Banjir Harga Terjangkau, Anti Mogok Saat Lewati Genangan Dalam

Otomotif | Senin, 07 Juli 2025 | 08:31 WIB

5 Cat Tembok Waterproof Terbaik untuk Melindungi Rumah dari Banjir dan Kebocoran

5 Cat Tembok Waterproof Terbaik untuk Melindungi Rumah dari Banjir dan Kebocoran

Lifestyle | Senin, 07 Juli 2025 | 08:15 WIB

Terkini

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

×