Discord Jadi Alat Pemilu Gen Z Nepal: Kelebihan dan Kekurangan Platform Gamers Ini

Dythia Novianty

Kamis, 18 September 2025 | 15:37 WIB
Discord Jadi Alat Pemilu Gen Z Nepal: Kelebihan dan Kekurangan Platform Gamers Ini
Gen Z Nepal memanfaatkan aplikasi Discord. (X)

2. Fitur yang mendukung

Discord menyediakan fitur yang disebut 'server', yang menjadi wadah untuk orang-orang bergabung melakukan interaksi dengan orang-orang baru. 

Demo besar di Nepal. [Dok. Antara]
Demo besar di Nepal. [Dok. Antara]

Di dalam server, pengguna bisa menggunakan teks ataupun voice chat untuk melakukan komunikasi. 

3. Aplikasi yang mudah didapatkan

Aplikasi Discord dapat diakses dari berbagai device seperti smartphone, tablet, komputer atau laptop. 

Selain banyak device yang mendukung Discord, aplikasi ini juga tidak berbayar alias gratis untuk diunduh.

Selain aplikasinya yang mudah didapatkan, fitur-fitur seperti membuat server, bergabung ke server, hingga berinteraksi dengan yang lain juga gratis.

4. Mudah untuk membuat akun

Proses pembuatan akun dalam Discord hanya perlu verifikasi email saja tanpa harus verifikasi identitas seperti menunjukan KTP atau mengisi data pribadi lainnya. 

baca juga

Pengguna juga bisa menggunakan username yang unik untuk menjaga identitas. 

Ini mempermudah orang-orang untuk bergabung ke suatu server.

5. Kapasitas member yang luas

Dalam suatu server bisa berisikan beribu-ribu orang. 

Orang-orang yang mempunyai device dan internet yang mendukung bisa bergabung dengan mudah.

Hal ini akan sangat mendukung kegiatan diskusi yang melibatkan banyak orang sekaligus seperti yang dilakukan oleh Gen Z di Nepal. 

Kekurangan

1. Sulit untuk memverifikasi identitas

Walaupun sangat mudah untuk membuat akun Discord, namun aplikasi ini tidak ada fitur untuk verifikasi identitas pengguna. 

Semua orang bisa dengan mudah membuat akun di Discord dengan hanya melakukan verifikasi email saja. 

Jika pemilihan PM dilakukan dalam sebuah server, besar kemungkinan orang-orang dari luar Nepal bisa bergabung ke server tersebut dan ikut serta melakukan voting.

2. Tersebarnya link server dengan cepat

Link server bisa saja tersebar dengan cepat sampai ke luar Nepal dan bisa memungkinkan bot maupun hacker untuk masuk dan mengganggu berjalannya diskusi serta pemilihan. 

Hal ini bisa memicu kecurangan dalam voting.

Ilustrasi Discord di PC dan smartphone. (Discord)
Ilustrasi Discord di PC dan smartphone. (Discord)

3. Terbatasnya akses untuk sebagian orang

Tidak semua orang familiar atau pernah menggunakan Discord. 

Mungkin untuk sebagian orang yang baru menggunakan Discord akan kebingungan bagaimana cara memakainya. 

Hal ini bisa terjadi karena UI yang ada dalam discord sedikit rumit atau berbeda dari platform komunikasi lainnya.

Terbatasnya akses juga bisa terjadi karena device atau internet pengguna yang tidak mendukung aplikasi ini.

4. Sulit mengatur server yang memiliki anggota yang banyak

Mempunyai server yang memiliki beribu-ribu orang akan sulit mengaturnya. 

Jika tidak menggunakan slow mode pada fitur teks, semua orang akan secara bersamaan mengirim pesan sekaligus dan akan sulit untuk dibaca. 

Ini bisa mengganggu pesan yang bersift penting tertimbun dengan pesan yang tidak berkaitan. 

Begitupun juga pada voice channel, jika tidak ada yang mengatur pasti semua orang akan berlomba-lomba menyampaikan pendapat mereka. 

Hal ini bisa mengganggu proses penyampaian opini dari beberapa orang. 

Terjadinya penyebaran hoaks pun juga bisa jika server tersebut tidak dipantau dengan ketat.

5. Tidak terjaminnya keamanan

Tidak sedikit juga kasus terjadinya peretasan dalam aplikasi Discord. 

Peretasan bisa terjadi jika pengguna dengan mudah dan tidak hati-hati membuka link yang di kirim oleh seseorang. 

Biasanya link tersebut disebar dengan menggunakan kalimat yang bisa memikat pengguna lain untuk klik link yang disematkan.

Jika baru menggunakan Discord dan tidak familiar pasti akan dengan mudah akunya diretas dengan mengunjungi link dari hacker.

Bukan sekadar aplikasi untuk gamers dan streamer saja, aplikasi ini juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk berdiskusi seperti yang dilakukan oleh Gen Z dan para aktivis di Nepal. 

Aplikasi ini memang sangat mendukung para pengguna untuk melakukan interaksi dengan satu sama lain, tidak sedikit juga orang lebih memilih Discord sebagai wadah mereka berinteraksi secara online dengan orang lain. 

Walaupun begitu, keamanan di aplikasi ini masih belum terjamin bebas dari peretasan akun.

Reporter: Zefanya Amabel Christi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saatnya 'Perbarui' Aturan Main, DPR Genjot Revisi Tiga UU Kunci Politik

Saatnya 'Perbarui' Aturan Main, DPR Genjot Revisi Tiga UU Kunci Politik

News | Rabu, 17 September 2025 | 22:32 WIB

Massa Ojol Bentangkan Spanduk di DPR: Potongan 10 Persen Harga Mati, Bukan Kawan Kami yang Dimatikan

Massa Ojol Bentangkan Spanduk di DPR: Potongan 10 Persen Harga Mati, Bukan Kawan Kami yang Dimatikan

News | Rabu, 17 September 2025 | 15:04 WIB

Ultah ke-1, Brand Retail Ini Hadirkan Cara Baru Gen Z Menikmati Belanja dan Hiburan Kekinian

Ultah ke-1, Brand Retail Ini Hadirkan Cara Baru Gen Z Menikmati Belanja dan Hiburan Kekinian

Lifestyle | Rabu, 17 September 2025 | 10:54 WIB

Gen Z Pemilik Second Account Ketar-ketir! Komdigi Kaji Usulan 1 Orang 1 Akun Medsos

Gen Z Pemilik Second Account Ketar-ketir! Komdigi Kaji Usulan 1 Orang 1 Akun Medsos

News | Selasa, 16 September 2025 | 19:33 WIB

Tokoh Senior PPP Bongkar Kelompok 'Lima Serangkai' di Balik Kudeta Suharso Monoarfa

Tokoh Senior PPP Bongkar Kelompok 'Lima Serangkai' di Balik Kudeta Suharso Monoarfa

News | Selasa, 16 September 2025 | 19:14 WIB

Besok Demo Ojol, Driver Bantah Aplikasi Mati

Besok Demo Ojol, Driver Bantah Aplikasi Mati

Bisnis | Selasa, 16 September 2025 | 16:08 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×