Data Pribadi Terus Bocor, Seberapa Kuat Keamanan Siber Indonesia?

Dythia Novianty | Suara.com

Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:37 WIB
Data Pribadi Terus Bocor, Seberapa Kuat Keamanan Siber Indonesia?
Ilustrasi Keamanan Siber. [Unsplash]
  • Ancaman siber berevolusi kompleks, di mana AI kini digunakan peretas untuk serangan otomatis, dan 54% organisasi Indonesia telah mengalaminya.
  • Kebocoran data di Indonesia mayoritas dipicu sistem elektronik usang dan kelalaian manusia, bukan hanya serangan peretas eksternal.
  • Implementasi UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) dinilai lemah karena lembaga terkait belum terbentuk dan penegakan hukum belum berjalan efektif.

Suara.com - Seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat, ancaman siber juga berevolusi semakin kompleks.

Serangan tak lagi sebatas peretasan sederhana, melainkan berubah menjadi skema terorganisir yang memanfaatkan celah sistem, rekayasa sosial, hingga kecerdasan buatan (AI).

Rentetan kejadian tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana kesiapan Indonesia melindungi data warganya di tengah gelombang kejahatan siber yang makin canggih?

Ancaman Siber Kian Canggih, AI Jadi Senjata Baru Peretas

Kondisi ini sejalan dengan temuan riset terbaru di kawasan Asia Pasifik. Simon Piff, Research Vice-President IDC Asia-Pacific, menilai organisasi kini menghadapi tekanan besar akibat perubahan pola serangan digital.

“Organisasi menghadapi lonjakan ancaman yang semakin senyap dan kompleks, mulai dari kesalahan konfigurasi, aktivitas internal, hingga serangan berbasis AI yang mampu menembus metode deteksi tradisional,” ujar Simon.

Menurutnya, para pelaku kejahatan siber dengan cepat mengadopsi AI untuk melancarkan serangan secara otomatis, presisi, dan sangat cepat, membuat tim keamanan kewalahan dalam mendeteksi serta merespons ancaman tepat waktu.

Di Indonesia, ancaman berbasis AI bukan lagi sekadar potensi. Hampir 54 persen organisasi mengaku telah mengalami serangan siber yang melibatkan AI dalam satu tahun terakhir.

Bahkan, 62 persen organisasi melaporkan peningkatan ancaman hingga dua kali lipat, sementara 36 persen lainnya mencatat lonjakan tiga kali lipat.

Jenis serangan yang paling banyak dilaporkan meliputi penyamaran deepfake dalam penipuan email bisnis (BEC), pengintaian otomatis terhadap sistem, credential stuffing dan brute force berbasis AI, malware polimorfik, hingga data poisoning.

Ironisnya, hanya 13 persen organisasi di Indonesia yang merasa sangat percaya diri mampu menghadapi serangan berbasis AI.

Sebaliknya, 18 persen mengaku sama sekali belum memiliki kemampuan untuk melacak ancaman tersebut, menunjukkan kesenjangan kesiapan yang cukup mengkhawatirkan.

Komdigi Beberkan Akar Masalah Kebocoran Data

Pemerintah pun angkat bicara. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa sebagian besar kebocoran data di Indonesia justru dipicu persoalan teknis yang mendasar.

“Mayoritas insiden kebocoran data disebabkan penggunaan sistem elektronik yang sudah usang dan faktor kelalaian manusia,” kata Alexander.

Ia menjelaskan, banyak sistem digital masih dibangun dengan arsitektur lama dan tidak mendapatkan pembaruan keamanan secara berkala, sehingga mudah dieksploitasi oleh peretas.

Selain itu, disiplin keamanan informasi di tingkat pengguna juga dinilai masih lemah.

“Pengelolaan kata sandi, konfigurasi sistem, hingga tata kelola akses masih menjadi titik lemah. Human error dan serangan peretas sering kali saling berkaitan,” ujarnya.

Peringkat Keamanan Siber Indonesia Merosot Tajam

Di tengah kondisi tersebut, laporan National Cyber Security Index (NCSI) justru menunjukkan penurunan signifikan skor keamanan siber Indonesia sepanjang 2025.

Skor Indonesia anjlok dari 66,88 pada 2024 menjadi 47,50 pada 2025, turun 19,38 poin dan membuat Indonesia terperosok ke peringkat 84 dunia.

Indonesia kini berada di bawah sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina. Sebaliknya, Malaysia justru mencatatkan tren positif dengan peningkatan skor keamanan siber.

Namun, pakar keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksincom mengingatkan agar publik tidak serta-merta menelan laporan tersebut tanpa sikap kritis.

“Kita jangan mudah ditakut-takuti oleh sesuatu yang tidak berdasarkan data yang benar-benar terukur dan andal,” ujar Alfons.

Meski demikian, ia menilai laporan NCSI tetap bisa dijadikan bahan refleksi nasional. “Jadikan cambuk untuk memperbaiki diri boleh, tapi jangan ditelan mentah-mentah,” tegasnya.

Menurut Alfons, rujukan yang lebih kredibel adalah Global Cybersecurity Index (GCI) di bawah PBB.

“GCI bersifat nirlaba, metodologinya jelas dan komprehensif, mencakup lima pilar utama keamanan siber,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada 2024 Indonesia bahkan masuk Tier 1 GCI dan sempat menjadi role model bagi negara lain.

Implementasi UU PDP Mandek, Penegakan Hukum Dinilai Lemah

Lebih jauh, Alfons menilai lemahnya keamanan siber Indonesia tak lepas dari minimnya penegakan hukum, khususnya terkait Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

“Setiap ada kejahatan siber, laporannya ada, tapi tidak ada tindak lanjut. Dari sisi preventif, aturannya ada, tapi implementasinya sangat lemah,” ujarnya.

Ia menyoroti belum terbentuknya lembaga PDP, meskipun UU tersebut telah disahkan.

“UU PDP seharusnya sudah berjalan, tapi lembaganya belum ada dan penegakan hukumnya nihil,” kata Alfons.

Ia mencontohkan praktik telemarketing ilegal yang marak terjadi.

“Nomor telepon kita tiap hari diteror. Pertanyaannya sederhana, data itu mereka dapat dari mana? Ini jelas pelanggaran UU PDP dan seharusnya bisa ditindak,” tegasnya.

Menurut Alfons, penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci utama.

“Kalau pelanggaran dilakukan berulang, harus ada sanksi hukum tegas. Jika dijalankan dengan disiplin, kejahatan siber berbasis akun digital bisa turun drastis. Itu kuncinya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ITSEC Asia Tancap Gas: Ekspansi Global, Summit AI 2026, dan Misi Amankan Perempuan di Dunia Digital

ITSEC Asia Tancap Gas: Ekspansi Global, Summit AI 2026, dan Misi Amankan Perempuan di Dunia Digital

Tekno | Jum'at, 05 Desember 2025 | 16:05 WIB

Ancaman Siber Makin Masif , Microsoft : 80 Persen Sangkut Kebocoran Data!

Ancaman Siber Makin Masif , Microsoft : 80 Persen Sangkut Kebocoran Data!

Tekno | Senin, 03 November 2025 | 15:32 WIB

Pelindung Digital Buatan Anak Bangsa Ini Hadir di Tengah Maraknya Ancaman Online

Pelindung Digital Buatan Anak Bangsa Ini Hadir di Tengah Maraknya Ancaman Online

Tekno | Sabtu, 01 November 2025 | 09:44 WIB

Situs Web Kamu Bisa Jadi Sarang Konten Ilegal Tanpa Sadar, Ini Modus Kejahatan Siber Terbaru!

Situs Web Kamu Bisa Jadi Sarang Konten Ilegal Tanpa Sadar, Ini Modus Kejahatan Siber Terbaru!

Tekno | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:10 WIB

Synology Catatkan Pertumbuhan Data Melonjak 400 Persen, Hadirkan Solusi AI dan Keamanan Data Tangguh

Synology Catatkan Pertumbuhan Data Melonjak 400 Persen, Hadirkan Solusi AI dan Keamanan Data Tangguh

Tekno | Kamis, 16 Oktober 2025 | 08:56 WIB

CSIRTradar: Platform Baru Amankan Indonesia dari Kebocoran Data di Dark Web

CSIRTradar: Platform Baru Amankan Indonesia dari Kebocoran Data di Dark Web

Tekno | Kamis, 09 Oktober 2025 | 23:30 WIB

Terkini

5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta

5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 18:35 WIB

Apple Watch hingga iPhone Jadi Sorotan di Event Lari 5K dan Kelas Teknologi

Apple Watch hingga iPhone Jadi Sorotan di Event Lari 5K dan Kelas Teknologi

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 17:57 WIB

POCO X8 Pro Series untuk MLBB Season 40, HP Gaming Anti Lag dan Auto Savage!

POCO X8 Pro Series untuk MLBB Season 40, HP Gaming Anti Lag dan Auto Savage!

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 17:32 WIB

Fitur Strava Subscription Terbaru 2026: Cara Maksimalkan Latihan dengan Rute Pintar, Heatmap

Fitur Strava Subscription Terbaru 2026: Cara Maksimalkan Latihan dengan Rute Pintar, Heatmap

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 17:00 WIB

Fitur QRIS di Kartu Kredit Resmi Hadir! Honest Card Ubah Cara Bayar Harian Jadi Lebih Fleksibel

Fitur QRIS di Kartu Kredit Resmi Hadir! Honest Card Ubah Cara Bayar Harian Jadi Lebih Fleksibel

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 14:28 WIB

6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman

6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 12:06 WIB

Vivo Y6 5G Resmi Meluncur, Bawa Snapdragon 4 Gen 2, Baterai 7200mAh dan Fitur Lampu Unik

Vivo Y6 5G Resmi Meluncur, Bawa Snapdragon 4 Gen 2, Baterai 7200mAh dan Fitur Lampu Unik

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 11:08 WIB

20 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 25 April 2026: Amankan Vini dan Saliba, Head to Head Terus Menang

20 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 25 April 2026: Amankan Vini dan Saliba, Head to Head Terus Menang

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 10:35 WIB

20 Kode Redeem FF Terbaru 25 April 2026: Klaim Bundle Gintama dan Diamond, Dijamin Anti Zonk

20 Kode Redeem FF Terbaru 25 April 2026: Klaim Bundle Gintama dan Diamond, Dijamin Anti Zonk

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 10:13 WIB

Terpopuler: 5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik hingga Rekomendasi HP Motorola Kamera Bagus

Terpopuler: 5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik hingga Rekomendasi HP Motorola Kamera Bagus

Tekno | Sabtu, 25 April 2026 | 06:50 WIB