- Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengingatkan risiko privasi dari pelacak kebugaran pasca Olimpiade Milan-Cortina 2026.
- Data GPS olahraga yang dibagikan publik bisa dimanfaatkan penjahat siber untuk melacak lokasi dan rekayasa sosial korban.
- Perangkat murah berisiko menjual data kesehatan kepada pihak ketiga atau rentan terhadap peretasan dan kebocoran data.
“Dengan peristiwa sebesar ini yang memotivasi lonjakan antusiasme kebugaran, para pengguna perlu memprioritaskan keamanan data daripada penghematan. Pelacak kebugaran dengan harga terjangkau dapat menjadi pintu masuk untuk eksploitasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tetaplah menggunakan merek-merek mapan dengan rekam jejak privasi yang terbukti.
"Namun bahkan pada perangkat tersebut, pengguna tetap harus meninjau kebijakan privasi dengan cermat dan membatasi visibilitas catatan pelatihan,” pesannya dalam keterangan resminya, Sabtu (14/2/2026).