- PT Nuon Digital Indonesia berambisi menjadi lokomotif ekosistem digital Indonesia dengan fokus distribusi dan monetisasi konten.
- Nuon memanfaatkan dukungan infrastruktur Telkom Group dan 158 juta pengguna seluler untuk menekan kebocoran nilai ekonomi.
- Strategi kunci perusahaan adalah integrasi model bisnis *ecosystem flywheel* termasuk implementasi *Direct Carrier Billing*.
Model ini membuka akses bagi segmen unbanked dan underbanked, sekaligus memperbesar peluang konversi dan pendapatan bagi kreator serta mitra konten lokal.
![Ilustrasi Digitalisasi. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/10/12/70097-ilustrasi-digitalisasi.jpg)
Portofolio Digital Lifestyle Nuon 2026
Saat ini, Nuon mengelola berbagai lini bisnis digital, antara lain distribusi gim & top-up digital melalui UPOINT.ID, platform streaming musik Langit Musik, layanan agregasi musik Langitku, gaming-on-Demand HELD (tahap playtest), platform ticketing Tiketapasaja.com, dan layanan musik latar PlayUp.
Selain itu, pengembangan IP lokal menjadi fokus strategis 2026 untuk memperkuat kepemilikan aset kreatif domestik sekaligus meningkatkan daya saing global.
Sinergi lintas lini ini dirancang untuk meningkatkan user lifetime value dan memperkuat posisi Nuon dalam rantai nilai digital nasional.
Aris menegaskan bahwa struktur bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir menjadikan Nuon sebagai aset digital strategis dalam portofolio Telkom Group.
“Dengan struktur bisnis yang terintegrasi dari penciptaan IP hingga monetisasi, Nuon berkembang menjadi strategic digital asset dalam portofolio Telkom Group. Model ini tidak hanya memperluas revenue stream non-konektivitas, tetapi juga memperkuat kendali atas nilai ekonomi digital domestik,” tutupnya.