- Donald Trump umumkan serangan bom dahsyat ke target militer di Iran.
- Kilang minyak Pulau Kharg sengaja dilindungi untuk menjaga stabilitas infrastruktur.
- Harga minyak mentah WTI melonjak hingga 98,7 dolar AS per barel hari ini
Laporan terpisah dari CNBC mengungkap bila para analis khawatir terhadap ancaman Trump.
Para analis mengatakan bahwa prospek langkah AS untuk merebut Pulau Kharg, sebuah pusat yang sangat penting secara strategis dan sering disebut sebagai “jalur kehidupan minyak” Iran, dianggap berisiko sangat tinggi, baik dari sudut pandang geopolitik maupun ekonomi.
Pulau Kharg sepanjang lima mil, yang terletak sekitar 15 mil dari pantai daratan Iran di perairan Teluk Persia utara, tetap tidak tersentuh selama hampir dua minggu serangan yang dipimpin AS dan Israel terhadap Iran.
Sebagai pusat saraf ekonomi Iran, Pulau Kharg sekarang berada di bawah pengawasan ketat dunia internasional.
Signifikansi strategis wilayah ini terletak pada perannya dalam mengelola hampir 90 persen ekspor minyak mentah negara tersebut, dengan kemampuan distribusi mencapai 7 juta barel per hari.
Mengingat perannya yang krusial, melumpuhkan fasilitas minyak Kharg bukanlah perkara mudah.
Para ahli berpendapat, serangan efektif memerlukan pengerahan pasukan darat—sebuah langkah militer yang cenderung dihindari oleh Amerika Serikat.
Selain kompleksitas operasionalnya, gangguan pada terminal ini dikhawatirkan akan memperparah volatilitas pasar energi global dan memicu lonjakan harga minyak yang jauh lebih ekstrem.
Baca Juga: Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran