- Kaspersky mencatat lebih dari 200 ribu serangan password stealer menargetkan sektor bisnis di Indonesia sepanjang tahun 2025.
- Malware tersebut mencuri kredensial sensitif untuk melancarkan aksi kejahatan siber lanjutan dan membahayakan keamanan operasional perusahaan.
- Kaspersky menyarankan perusahaan memperkuat sistem pertahanan dengan menggunakan pengelola kata sandi serta autentikasi multi-faktor secara konsisten.
Indonesia Masuk Negara dengan Serangan Tinggi
![Daftar negara dengan serangan Password Stealer tertinggi. [Kaspersky]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/18/80079-daftar-negara-dengan-serangan-password-stealer-tertinggi.jpg)
Di kawasan Asia Tenggara, Filipina mencatat lonjakan serangan password stealer tertinggi sebesar 41 persen, disusul Malaysia 33 persen, Singapura 25 persen, Vietnam 21 persen, dan Indonesia 7 persen.
Sementara Thailand menjadi satu-satunya negara yang mengalami penurunan serangan hingga 21 persen.
Untuk mengurangi risiko serangan, Kaspersky menyarankan perusahaan mulai menerapkan sistem keamanan yang lebih kuat, termasuk penggunaan password manager dan autentikasi multi-faktor atau MFA.
“Pendekatan paling efektif adalah menghilangkan risiko ini sepenuhnya dengan mengadopsi pengelola kata sandi yang menghasilkan dan menyimpan kredensial secara benar-benar acak dan aman,” jelas Adrian.
Ia juga menekankan pentingnya audit kredensial secara rutin, pembatasan akses pengguna, serta edukasi keamanan siber bagi karyawan agar budaya keamanan digital semakin kuat di lingkungan perusahaan.
Meningkatnya ancaman password stealer menjadi pengingat bahwa keamanan siber kini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dalam menjaga operasional bisnis tetap aman di era digital.