- Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan BNN untuk mempercepat penanganan konten narkotika di ruang digital.
- Sindikat narkoba kini menggunakan perangkat vape dan platform komunikasi tertutup untuk mendistribusikan barang terlarang secara terselubung.
- Pemerintah berupaya meningkatkan literasi masyarakat agar orang tua lebih memahami berbagai modus baru peredaran narkoba digital.
Karena itu, pemerintah menilai penguatan pengawasan ruang digital harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi masyarakat agar mampu mengenali berbagai modus baru yang digunakan pelaku kejahatan.

Kemkomdigi dan BNN Perkuat Pengawasan Konten Digital
Meutya menegaskan bahwa salah satu kekuatan utama Kemkomdigi berada pada pengawasan ruang digital dan penanganan konten yang melanggar hukum.
Menurutnya, informasi dan masukan dari BNN menjadi fondasi penting untuk mempercepat proses penindakan terhadap berbagai konten yang berkaitan dengan promosi, distribusi, maupun transaksi narkotika di internet.
"Masukan dari BNN menjadi dasar penting untuk mempercepat penindakan terhadap konten yang berkaitan dengan peredaran narkotika," tegasnya.
Selain pengawasan, Kemkomdigi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam edukasi publik melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari media digital, program literasi digital, iklan layanan masyarakat, media luar ruang, hingga jaringan komunikasi pemerintah daerah.
Orang Tua Diminta Aktif Memahami Modus Narkoba Digital
Pemerintah menilai edukasi menjadi kunci penting dalam menghadapi evolusi modus peredaran narkotika yang semakin memanfaatkan teknologi.
Karena itu, informasi mengenai jenis narkoba baru, pola distribusi digital, hingga dampak kesehatan yang ditimbulkan perlu terus disampaikan secara luas dan berkelanjutan kepada masyarakat.
"BNN dapat terus menyebarkan informasi mengenai jenis narkotika baru, pola peredarannya, hingga dampaknya terhadap kesehatan perlu disampaikan secara lebih luas dan berkala agar masyarakat memiliki kewaspadaan yang memadai," ujar Meutya.