- Antartika dulunya adalah kawasan hutan tropis yang memiliki suhu sangat hangat.
- Fosil tanaman kuno ditemukan di Pegunungan Transantartika pada sejarah tahun 1912.
- Penurunan gas rumah kaca dan arus laut memicu proses pembekuan Antartika.
Suara.com - Benua Antartika yang kita kenal saat ini merupakan hamparan daratan beku yang tertutup lapisan es sangat tebal. Namun jutaan tahun lalu, wilayah di kutub selatan Bumi ini ternyata dipenuhi oleh hutan tropis yang rimbun dan hangat.
Bagaimana bisa, hutan tropis menjadi membeku jadi benua es seperti sekarang? Menurut laman Discovering Antarctica, masa lalu antartika ini diketahui dari penemuan fosil-fosil pohon.
Bukti Sejarah di Balik Lapisan Es
Sejarah masa lalu daratan Antartika berhasil terungkap berkat penemuan berbagai macam fosil penting di kawasan tersebut.
Salah satu bukti paling bersejarah dikumpulkan oleh Kapten Scott dan timnya pada perjalanan tahun 1912 silam.
Mereka menemukan fosil pohon paku biji kuno bernama Glossopteris di dekat Gletser Beardmore, Pegunungan Transantartika.
Penemuan vegetasi ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa benua tersebut dulunya memiliki suhu iklim yang jauh lebih hangat.
Menariknya, fosil identik juga ditemukan secara luas di daratan Amerika Selatan, wilayah Afrika, dan daratan Australia.
Kesamaan flora ini memperkuat teori pergeseran benua yang digagas oleh ilmuwan Alfred Wegener pada masa lalu.
![Ilustrasi daratan es di antartika. [Pexels].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/10/97864-ilustrasi-daratan-es-di-antartika.jpg)
Pecahnya Benua Raksasa Gondwana
Melacak mundur sekitar 200 juta tahun lalu, kerak benua Antartika belum berada di posisi kutub yang dingin.
Daratan ini masih menyatu kuat dengan benua-benua selatan lainnya membentuk daratan super raksasa bernama Gondwana.
Seiring berjalannya waktu, aktivitas tektonik secara perlahan memecah daratan Gondwana tersebut menjadi beberapa daratan baru.
Kerak benua Antartika pun terpisah dan perlahan bergerak menjauhi benua lain menuju posisinya di kutub selatan saat ini.
Proses pemisahan daratan ini memakan waktu jutaan tahun dan mengubah konfigurasi tektonik secara drastis.
Bahkan sekitar 450 juta tahun lalu, daratan yang membentuk Antartika diketahui pernah berada tepat di area garis khatulistiwa.
Proses Terbentuknya Benua Beku
Pergerakan daratan secara bertahap menuju kutub selatan memang memengaruhi masuknya benua ini ke dalam fase pembekuan.
Meski begitu, para ilmuwan menegaskan bahwa pergeseran posisi geografis tersebut bukan satu-satunya penyebab utama terjadinya iklim dingin ekstrem.
Sekitar 100 juta tahun lalu, tingkat gas rumah kaca di atmosfer masih tinggi sehingga mencegah terbentuknya gletser secara global.
Namun, penurunan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer pada periode berikutnya sukses memicu tren pendinginan suhu Bumi secara perlahan.
Dua peristiwa tektonik besar kemudian semakin mempercepat proses pembekuan Antartika menjadi benua es raksasa yang kita kenal sekarang.
Peristiwa tersebut adalah melebarnya area laut antara Antartika dan Australia, serta terpisahnya Semenanjung Antartika dari wilayah Amerika Selatan.
Perubahan letak daratan ini krusial karena berhasil menciptakan aliran Arus Sirkumpolar Antartika yang bersuhu sangat dingin.
Arus ini terus berputar mengelilingi benua, sehingga berfungsi layaknya perisai yang mencegah masuknya perairan lautan hangat ke wilayah pesisir.

Efek Pemantulan Cahaya Matahari
Studi formasi batuan menunjukkan bahwa gletser mulai perlahan terbentuk di Antartika sekitar 38 juta tahun yang lalu.
Menariknya, penemuan fosil tundra vegetasi terbaru di kawasan McMurdo Dry Valleys menunjukkan iklim serupa masih bertahan hingga 14 juta tahun lalu.
Begitu daratan mulai diselimuti hamparan es, benua ini mengalami mekanisme umpan balik positif yang dikenal dengan istilah efek albedo.
Keberadaan es berwarna putih terang tersebut secara aktif memantulkan kembali sebagian besar paparan sinar matahari langsung ke angkasa.
Pantulan radiasi energi matahari ini berdampak pada percepatan laju pendinginan yang membuat suhu daratan menjadi semakin ekstrem.
Lembaran es raksasa di Antartika Timur pada akhirnya mencapai ukuran masif seperti sekarang sejak 13,8 juta tahun yang lalu.