- Sakha Coffee Roastery memanfaatkan platform Tokopedia dan TikTok Shop untuk memperluas distribusi kopi origin Nusantara ke seluruh Indonesia.
- Teknologi konten digital dan LIVE Shopping mengubah proses transaksi menjadi pengalaman edukatif yang meningkatkan konversi penjualan secara signifikan.
- Digitalisasi bisnis berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja serta penguatan rantai pasok bagi petani kopi di berbagai daerah.
Ketika mengikuti kampanye #BeliLokal, penjualan perusahaan bahkan meningkat hingga 60 persen dibandingkan hari biasa.

Salah satu contoh keberhasilan adalah peluncuran eksklusif kopi Excelsa Sumedang, varietas langka yang hanya menyumbang sekitar dua persen produksi kopi dunia dan berhasil terjual habis melalui kanal digital.
Efek Teknologi Menjalar ke Hulu
Transformasi digital ternyata tidak hanya meningkatkan penjualan. Pertumbuhan bisnis membuat Sakha Coffee berkembang dari lima karyawan menjadi lebih dari 100 tenaga kerja, sekaligus memperluas kemitraan dengan petani kopi di Mandailing, Karo, Lampung, Jawa Barat, Temanggung, Ijen, Flores, Bali, Toraja, hingga Papua.
Artinya, teknologi digital tidak hanya menghubungkan UMKM dengan konsumen, tetapi juga memperkuat rantai pasok dari sisi hulu.
Social Commerce Menjadi Infrastruktur Baru UMKM
Senior Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto, menilai keberhasilan Sakha Coffee menunjukkan bahwa teknologi mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
"Kisah Sakha Coffee menunjukkan bahwa ketika produk lokal semakin mudah ditemukan oleh konsumen, manfaatnya tidak berhenti pada pertumbuhan bisnis," katanya dalam keterangan resminya, Selasa (14/7/2026).
Menurut dia, di baliknya terdapat lapangan kerja yang tercipta, petani yang memperoleh akses pasar lebih luas, dan rantai pasok lokal yang semakin kuat.
"Melalui #BeliLokal, kami ingin semakin banyak UMKM Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya," ujar Vonny.
Hingga kuartal I 2026, program #BeliLokal telah mendukung lebih dari 20.000 UMKM, sementara jumlah produk lokal yang dipasarkan mendekati 2 juta listing.
![Ilustrasi TikTok Shop dan Tokopedia, yang namanya jadi ShopTokopedia. [Foto: Tokopedia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/12/51700-ilustrasi-tiktok-shop-dan-tokopedia-yang-namanya-jadi-shoptokopedia.jpg)
Selain itu, program Waktunya STARt Go Digital telah melatih lebih dari 4.800 UMKM, kreator, dan afiliator untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi bisnis.