- Fosil tulang bayi T. Rex membuktikan mereka mampu berburu setelah menetas.
- Tulang bayi T. Rex menunjukkan adanya struktur pergerakan cepat dari sarang.
- Induk bayi T. Rex menerapkan pola asuh minim namun menjaga sarang.
Pola Asuh Induk Tyrannosaurus
![Tyrannosaurus. [Livescience]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/10/15448-tyrannosaurus.jpg)
Kemampuan berburu sejak lahir ini juga memberikan gambaran baru mengenai pola asuh yang diterapkan oleh T. Rex dewasa. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa dinosaurus karnivora raksasa ini kemungkinan besar menetaskan 15 hingga 30 butir telur sekaligus.
Jumlah telur yang diproduksi sekaligus biasanya menjadi indikator kuat tentang bagaimana suatu spesies merawat keturunannya di alam liar.
"Karena hewan memiliki keterbatasan dalam apa yang bisa mereka investasikan untuk generasi berikutnya, mereka bisa memilih untuk punya banyak anak, atau menginvestasikan banyak perhatian pada sedikit anak, tapi tidak keduanya," jelas Longrich.
Longrich menyebut bahwa ukuran tubuh bayi T. Rex yang kecil saat lahir menunjukkan preferensi strategi reproduksi mereka secara evolusioner.
"Ukuran tubuh tyrannosaurus yang relatif kecil saat lahir menunjukkan mereka memilih strategi pertama, yaitu punya banyak anak dengan pola asuh yang minim," tambahnya.
Meski polanya tergolong minim, investasi perlindungan dari induk tidak sepenuhnya absen pada fase awal kehidupan dinosaurus mematikan ini.
Snively menjelaskan bahwa sang induk tetap memberikan pengawasan yang cukup signifikan terhadap area sarang dan keturunannya.
"Kemungkinan besar ada cukup banyak investasi dari induk, seperti menjaga sarang dan membimbing anak-anaknya untuk sementara waktu, seperti pada buaya dan burung darat besar seperti burung unta," urai Snively.
"Namun bayi-bayi ini bisa menjaga diri mereka sendiri segera setelah menetas." lanjutnya.
Nilai Tinggi Fosil Spesimen Langka
![Fosil Tyrannosaurus Rex Gus. [Matthew Sherman / Sotheby’s]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/13/81612-fosil-tyrannosaurus-rex-gus.jpg)
Penemuan spesimen bayi T. Rex ini memberikan wawasan tak ternilai, mengingat tingkat kelangkaannya yang sangat ekstrem di dunia paleontologi.
Sebagian besar anak dinosaurus pemakan daging ini diperkirakan mati sebelum mencapai usia reproduktif sehingga jasadnya sangat jarang memfosil.
Fosil bersejarah ini ditemukan dari koleksi yang sudah ada, sehingga peneliti menduga masih banyak tulang serupa yang belum teridentifikasi.
Sebagai perbandingan nyata, kerangka Tyrannosaurus Rex dewasa belum lama ini berhasil terjual dengan harga fantastis mencapai sekitar Rp 800 miliar.
Mengingat tingkat kelangkaannya yang jauh lebih tinggi, harga fosil bayi predator ini diprediksi bisa memancing nilai yang lebih fenomenal.
Penelitian ilmiah ini turut mendeskripsikan tulang dari bayi Gorgosaurus libratus yang hidup pada era prasejarah yang sama.
Kedua spesies ini diperkirakan memiliki bobot yang hampir sama ketika menetas, meski ukuran Gorgosaurus dewasa nantinya jauh lebih kecil dari T. Rex.
Berbeda dengan T. Rex, spesies Gorgosaurus diperkirakan hanya bertelur sekitar 15 butir dengan pola asuh yang sedikit lebih mirip burung modern.