- Lebih dari 2,5 juta pengguna aktif di Indonesia kini memanfaatkan aplikasi Samsung Health untuk memantau kondisi tubuh.
- Tipe Sultan menyatakan Samsung meluncurkan Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 di Tangerang pada Jumat (31/7/2026).
- Perangkat baru tersebut mengintegrasikan sensor biometrik dan kecerdasan buatan guna memberikan analisis kesehatan personal sepanjang hari.
Suara.com - Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif, teknologi smartwatch (jam tangan pintar) berkembang menjadi platform pemantauan kesehatan yang mampu mengolah data biometrik menjadi rekomendasi yang lebih personal.
Tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya adopsi aplikasi kesehatan digital di Indonesia, seperti pada Samsung mengungkapkan, lebih dari 2,5 juta pengguna aktif di Indonesia kini menggunakan Samsung Health.
Hal inimenunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap teknologi yang dapat membantu memantau sekaligus memahami kondisi tubuh secara berkelanjutan.
Perubahan tersebut mendorong evolusi perangkat wearable dari sekadar activity tracker menjadi health companion yang memanfaatkan sensor biometrik dan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan analisis kondisi tubuh secara lebih komprehensif.
MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, mengatakan Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 dirancang untuk mendampingi pengguna sepanjang hari, mulai dari memantau kualitas tidur hingga membantu proses pemulihan setelah aktivitas fisik.
"Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 bukan hanya smartwatch yang digunakan ketika berolahraga. Sebagai health companion, keduanya membantu pengguna memahami sinyal tubuh sepanjang hari," ujarnya dalam acara Move Beyond The Limits with Galaxy Watch Ultra2 & Galaxy Watch9 di Tangerang, Jumat (31/7/2026).
![Pengguna Samsung Health di Indonesia, Tangerang, Jumat (31/7/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/01/89249-pengguna-samsung-health-di-indonesia.jpg)
AI Ubah Data Biometrik Menjadi Insight Kesehatan
Samsung menjelaskan, melalui One UI 9 yang terintegrasi dengan aplikasi Samsung Health, perangkat wearable tersebut menghadirkan sejumlah fitur baru seperti Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index.
Berbagai fitur tersebut memanfaatkan data yang dikumpulkan oleh Samsung BioActive Sensor untuk menganalisis kondisi tubuh pengguna, mulai dari detak jantung saat istirahat, Heart Rate Variability (HRV), laju pernapasan, suhu kulit, hingga kadar oksigen dalam darah.
Menurutnya, data tersebut kemudian diproses untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan yang lebih personal sehingga pengguna dapat memahami kesiapan tubuh sebelum beraktivitas maupun berolahraga.
"Melalui One UI 9 di aplikasi Samsung Health, kami menghadirkan fitur Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index untuk mengubah wearables ini dari sekadar activity tracker tetapi juga sebagai pendamping kesehatan yang bekerja sejak pengguna berolahraga, beristirahat, hingga menyelesaikan aktivitas fisik," jelas Tipe Sultan.
Sementara itu, fitur Heart Health Score menggabungkan informasi mengenai kualitas tidur, aktivitas harian, komposisi tubuh, dan tingkat stres untuk memberikan ringkasan kondisi kardiovaskular pengguna.
Fokus pada Pemantauan Sepanjang Hari
Pendekatan yang dikembangkan Samsung menempatkan pemantauan kesehatan sebagai proses yang berlangsung sepanjang hari, bukan hanya saat pengguna berolahraga.
Data biometrik yang dikumpulkan selama tidur maupun aktivitas harian menjadi dasar bagi sistem untuk menghasilkan rekomendasi mengenai intensitas latihan hingga kebutuhan pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik.