- PT ITSEC Asia Tbk mencatat lonjakan laba usaha sebesar 1.171 persen pada kuartal II 2026.
- Perusahaan menandatangani kerja sama strategis dengan PT INTI dan PT Len Industri untuk memperluas pasar keamanan siber.
- Saham CYBR resmi masuk dalam IDX SMC Liquid Index pada Agustus 2026 untuk memperkuat likuiditas perdagangan.
Dari sisi neraca, posisi keuangan perseroan juga menguat. Total aset ITSEC Asia mencapai Rp485,4 miliar per 30 Juni 2026, meningkat dari Rp416,5 miliar pada akhir Desember 2025.
![Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher. [ITSEC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/01/89369-presiden-direktur-pt-itsec-asia-tbk-patrick-dannacher.jpg)
Sementara total ekuitas naik menjadi Rp312,4 miliar, dibandingkan Rp256,2 miliar enam bulan sebelumnya.
Bidik Peluang Keamanan Siber BUMN dan Pemerintah
Penguatan bisnis keamanan siber menjadi salah satu fokus ITSEC Asia untuk mendorong pertumbuhan berikutnya. Perseroan melihat peluang di segmen korporasi, BUMN, dan pemerintah seiring meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan sistem serta infrastruktur digital.
Pada Juli 2026, ITSEC Asia dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan kerja sama di bidang solusi keamanan siber.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan kapabilitas Security Operations Center (SOC), pengembangan talenta melalui Academy, serta pengembangan bisnis untuk menjangkau kebutuhan BUMN dan pemerintah provinsi maupun daerah.
Pada bulan yang sama, ITSEC Asia juga mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Len Industri (Persero) dalam lingkup perusahaan induk DEFEND ID.
Kerja sama itu diarahkan untuk menyediakan kapabilitas keamanan siber dalam mendukung mandat C4ISR/C5ISR perusahaan.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan arah pengembangan bisnis ITSEC Asia yang tidak hanya bertumpu pada proyek yang sudah berjalan, tetapi juga membangun akses terhadap kebutuhan keamanan siber di sektor-sektor strategis.
Keamanan Siber dan AI Jadi Fokus Pertumbuhan
Di tengah percepatan digitalisasi, kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan.
![Ilustrasi Digitalisasi. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/10/12/70097-ilustrasi-digitalisasi.jpg)
ITSEC Cyber & AI Academy tetap dikembangkan untuk menjawab kebutuhan talenta teknis, seiring organisasi semakin membutuhkan kemampuan di bidang keamanan siber dan AI.
Perseroan juga melihat perkembangan kebijakan keamanan siber di Indonesia sebagai salah satu faktor yang dapat memperluas kebutuhan pasar.
Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS), yang masih dalam proses pembahasan, diperkirakan dapat memperluas kewajiban keamanan siber pada infrastruktur kritis dan ekosistem pendukungnya.
Memasuki semester II 2026, ITSEC Asia memperkirakan lebih banyak realisasi proyek akan terjadi pada periode tersebut. Perseroan akan tetap berfokus pada pelaksanaan proyek, pengembangan bisnis, serta penguatan kapabilitas keamanan siber dan AI.
Pada 5 Agustus 2026, saham CYBR juga masuk ke dalam IDX SMC Liquid Index (IDXSMC-LIQ) dalam evaluasi indeks terbaru, yang mencerminkan peningkatan likuiditas perdagangan sekaligus memperluas visibilitas perseroan di kalangan investor institusi.
Patrick mengatakan, peluang masih terbuka di segmen korporasi, BUMN, dan pemerintah. Tantangan ITSEC Asia pada paruh kedua tahun ini adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan menghasilkan pertumbuhan yang sehat.
“Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat,” tutup Patrick.