AI Xiaomi Tak Lagi Cuma di Layar, Kini Mulai Mengatur Rumah dan Mobil

Dythia Novianty

Selasa, 08 September 2026 | 09:15 WIB
AI Xiaomi Tak Lagi Cuma di Layar, Kini Mulai Mengatur Rumah dan Mobil
Debut Xiaomi di IFA 2026. [Xiaomi]
baca 10 detik
  • Xiaomi memperkenalkan ekosistem Human x Car x Home di IFA 2026 Berlin untuk mengoordinasikan berbagai perangkat pintar.
  • Perusahaan mengintegrasikan kecerdasan buatan, Xiaomi HyperOS, dan robot humanoid CyberOne guna memahami konteks situasi pengguna secara otomatis.
  • Xiaomi menyiapkan investasi riset dan pengembangan global sebesar Rp494,3 triliun untuk periode 2026 hingga 2030.

Suara.com - Kecerdasan buatan (AI) selama ini lebih sering ditemui di layar smartphone, mulai dari membantu mencari informasi hingga mengolah foto.

Xiaomi ingin membawa kemampuan tersebut lebih jauh, dimana AI tidak hanya menjawab perintah, tetapi juga memahami konteks dan mengoordinasikan sejumlah perangkat di dunia nyata.

Gagasan itu diperlihatkan Xiaomi dalam debutnya di IFA 2026 Berlin. Perusahaan menggelar area pameran seluas lebih dari 3.300 meter persegi dan membawa lebih dari 380 produk untuk menunjukkan konsep ekosistem pintar “Human × Car × Home”.

Lewat konsep tersebut, smartphone, mobil, dan perangkat rumah pintar tidak lagi diposisikan sebagai perangkat yang berdiri sendiri. Xiaomi mencoba menghubungkan ketiganya melalui AI dan Xiaomi HyperOS agar dapat bekerja dalam satu rangkaian pengalaman.

Dari Menjawab Perintah ke Memahami Konteks

Perubahan yang ingin ditunjukkan Xiaomi cukup mendasar. AI tidak lagi hanya menunggu pengguna memberikan perintah.

Dalam skenario yang diperlihatkan di IFA, sistem dapat menggunakan informasi kontekstual seperti waktu, lokasi, dan cuaca untuk mengatur sejumlah perangkat.

Contohnya, ketika pengguna sedang dalam perjalanan pulang, sistem dapat menyalakan AC dan mengatur pencahayaan rumah sebelum pengguna tiba.

Begitu sampai, perintah sederhana seperti meminta mencetak foto yang baru diambil dapat diproses oleh beberapa perangkat sekaligus.

baca juga

Dalam skenario lain, pencahayaan, tirai, dan suhu ruangan dapat menyesuaikan ketika pengguna mulai membaca buku.

Bagi Xiaomi, pola tersebut menunjukkan perubahan dari sekadar kontrol perangkat menuju AI yang mampu mengoordinasikan berbagai perangkat berdasarkan situasi pengguna.

Smartphone, Mobil, dan Rumah Mulai Disatukan

Konsep “Human × Car × Home” menjadi fondasi dari pendekatan tersebut. Xiaomi menghubungkan tiga area yang selama ini berkembang secara terpisah: perangkat pribadi, kendaraan pintar, dan smart home.

Di area IFA, konsep ini dibagi melalui tiga zona utama, yakni AI Tomorrow, AI Today, dan Portofolio Produk Human × Car × Home.

AI Tomorrow menampilkan Xiaomi Vision Gran Turismo sebagai gambaran masa depan mobilitas pintar. Sementara AI Today membawa konsep tersebut ke skenario yang lebih dekat dengan keseharian melalui Xiaomi SU7 Max dan simulasi rumah.

Adapun zona portofolio menampilkan lebih dari 380 produk yang mencakup perangkat dapur, pembersih rumah, pengatur kualitas udara, hiburan audiovisual, sistem keamanan, perangkat pribadi, hingga mobilitas pintar.

Debut Xiaomi di IFA 2026. [Xiaomi]
Debut Xiaomi di IFA 2026. [Xiaomi]

Fondasinya Bukan Cuma AI

Agar berbagai perangkat bisa bekerja dalam satu ekosistem, Xiaomi tidak hanya mengandalkan model AI.

Perusahaan juga mengembangkan Xiaomi HyperOS, chipset, manufaktur pintar, serta teknologi komputasi yang memungkinkan perangkat keras dan perangkat lunak terintegrasi lebih dalam.

Di sisi AI, Xiaomi terus mengembangkan large model mandirinya melalui inovasi seperti MiMo-V2.5-Pro, Xiaomi Miloco, dan Xiaomi Miclaw.

Perusahaan juga memperkuat kemampuan on-device AI melalui pengembangan arsitektur komputasi dan NPU.

Di IFA, Xiaomi turut memperkenalkan Xiaomi 18 Fold yang ditenagai chip XRING O3 sebagai bagian dari pengembangan komputasi seluler dan pemrosesan AI langsung di perangkat.

Robot Humanoid Ikut Masuk ke Ekosistem

Eksperimen Xiaomi tidak berhenti pada smartphone, mobil, dan perangkat rumah.

Robot humanoid CyberOne juga dipamerkan di IFA dan dapat berinteraksi dengan pengunjung melalui gestur secara real-time.

Di luar area pameran, Xiaomi menyebut CyberOne sedang diuji di Pabrik Xiaomi Auto untuk menangani tugas manufaktur. Salah satu penerapannya adalah pengencangan baut.

Dalam pengujian tersebut, tingkat keberhasilan tugas disebut meningkat dari sekitar 90% menjadi 98% dalam waktu empat bulan.

Langkah ini menunjukkan bagaimana Xiaomi menggunakan lingkungan manufakturnya sendiri sebagai tempat untuk menguji kemampuan robot sebelum teknologi tersebut dikembangkan lebih jauh.

Mijia Dibawa Lebih Luas ke Eropa

Pilar rumah pintar juga diperkuat melalui ekspansi Mijia ke seluruh pasar Eropa.

Mijia saat ini mencakup lebih dari 2.000 varian produk dari lebih dari 130 kategori. Produk-produk yang kompatibel dapat dikendalikan melalui aplikasi Xiaomi Home dalam satu platform.

Namun, pendekatan Xiaomi bukan sekadar membuat semakin banyak perangkat dapat terhubung.

Perusahaan ingin smart home bergerak dari perangkat yang saling terkoneksi menuju sistem yang dapat berkoordinasi di berbagai situasi, dengan otorisasi dan kendali tetap berada di tangan pengguna.

Xiaomi Siapkan Investasi R&D Rp494 Triliun

Di balik ekspansi ekosistem tersebut, Xiaomi menyiapkan investasi riset dan pengembangan dalam skala besar.

Untuk periode 2026 hingga 2030, Xiaomi memproyeksikan total investasi R&D global mencapai 24 miliar Euro atau sekitar Rp494,3 triliun.

Debut Xiaomi di IFA 2026. [Xiaomi]
Debut Xiaomi di IFA 2026. [Xiaomi]

Investasi tersebut mencakup AI, sistem operasi, fabrikasi semikonduktor mandiri, kendaraan pintar, robotika, hingga manufaktur pintar.

“IFA tahun ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan global Xiaomi,” ujar Xu Fei, CMO Xiaomi dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Selama bertahun-tahun, dia menambahkan, bisnis perusahaan telah berkembang dari sekadar smartphone ke lini smart home hingga kendaraan listrik pintar, sembari terus berinvestasi besar-besaran pada teknologi fondasi seperti AI, sistem operasi, chipset, dan manufaktur pintar.

"Hari ini, seluruh lini bisnis dan kapabilitas tersebut menyatu dalam ekosistem pintar 'Human × Car × Home', yang kami tampilkan secara masif kepada khalayak global di IFA,” katanya.

Bagi Xiaomi, arah pengembangan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan teknologi ke depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar satu perangkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Perlu Jago Prompt, Teman AI Bantu UMKM Ubah Masalah Jadi Aksi

Tak Perlu Jago Prompt, Teman AI Bantu UMKM Ubah Masalah Jadi Aksi

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 14:57 WIB

Laptop Tak Lagi Cuma Buat Kerja, HP Bawa AI Lebih Dalam ke OmniBook

Laptop Tak Lagi Cuma Buat Kerja, HP Bawa AI Lebih Dalam ke OmniBook

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 11:06 WIB

AI Mulai Masuk ke Jantung Pabrik, Manufaktur Indonesia Didorong Beralih ke Industry 4.0

AI Mulai Masuk ke Jantung Pabrik, Manufaktur Indonesia Didorong Beralih ke Industry 4.0

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 16:17 WIB

AI Tak Bisa Lagi Berhenti di Tahap Uji Coba, Bisnis Dituntut Tunjukkan Dampaknya

AI Tak Bisa Lagi Berhenti di Tahap Uji Coba, Bisnis Dituntut Tunjukkan Dampaknya

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 15:02 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:17 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×