-
Hitung kapasitas air bak mandi balok pakai rumus volume.
-
Ubah satuan sentimeter ke desimeter untuk konversi liter.
-
Pahami contoh soal kapasitas air bak mandi dan pembahasannya.
Suara.com - Mengetahui cara menghitung kapasitas air dalam bak mandi berbentuk balok dapat membantu memperkirakan berapa banyak air yang mampu ditampung.
Soal menghitung kapasitas air dalam bangunan berbentuk balok kerap muncul dalam soal matematika materi bangun ruang.
Di sisi lain, perhitungan ini juga berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk mengatur penggunaan air, menentukan ukuran bak, atau memperkirakan kebutuhan pengisian tandon.
Bak mandi yang berbentuk balok dapat dihitung menggunakan rumus volume balok. Setelah volume diketahui, hasilnya dapat dikonversi ke liter sehingga lebih mudah dipahami.
Rumus Volume Balok
Volume balok dihitung dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi atau kedalaman.
V = p × l × t
Keterangan:
V = volume
p = panjang
l = lebar
t = tinggi atau kedalaman
![Ilustrasi balok, kubus pada bangun ruang. [Magnific]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/15/59862-ilustrasi-balok-kubus-pada-bangun-ruang.jpg)
Jika ukuran bak menggunakan sentimeter, hasil perhitungan awal berupa cm³. Sementara kapasitas air biasanya dinyatakan dalam liter.
Cara Mengubah Volume Balok Menjadi Liter
Ada beberapa konversi yang perlu diingat:
1 dm³ = 1 liter
1.000 cm³ = 1 liter
1 m³ = 1.000 liter
Cara paling praktis jika ukuran bak diberikan dalam sentimeter adalah mengubah semua ukuran menjadi desimeter (dm). Caranya, setiap ukuran dalam cm dibagi 10.
Sebagai contoh, panjang bak 100 cm sama dengan 10 dm. Jika seluruh ukuran sudah dalam dm, hasil perkalian panjang × lebar × tinggi langsung menunjukkan kapasitas dalam liter.
5 Contoh Soal Kapasitas Air Bak Mandi dan Pembahasannya
1. Menghitung Kapasitas Penuh dari Ukuran cm
Sebuah bak mandi berbentuk balok memiliki panjang 100 cm, lebar 80 cm, dan kedalaman 60 cm. Berapa liter air yang dapat ditampung jika bak diisi hingga penuh?
Pembahasan:
Ubah ukuran menjadi desimeter:
100 cm = 10 dm
80 cm = 8 dm
60 cm = 6 dm
Kemudian gunakan rumus volume:
V = p × l × t
V = 10 × 8 × 6
V = 480 dm³
Karena 1 dm³ = 1 liter, kapasitas bak tersebut adalah 480 liter.
2. Menghitung Kapasitas dari Ukuran Desimeter
Bak mandi milik Budi memiliki panjang 12 dm, lebar 10 dm, dan kedalaman 8 dm. Berapa kapasitas maksimal air yang dapat ditampung?
Pembahasan:
Karena seluruh ukuran sudah menggunakan satuan dm, perhitungannya dapat langsung dilakukan:
V = 12 × 10 × 8
V = 960 dm³
Jadi, kapasitas maksimal bak mandi Budi adalah 960 liter.
3. Menghitung Air Saat Bak Terisi Setengah
Sebuah bak mandi berukuran panjang 150 cm, lebar 80 cm, dan kedalaman 70 cm. Bak tersebut hanya diisi air hingga setengah dari kapasitas maksimalnya. Berapa liter air yang ada di dalam bak?
Pembahasan:
Pertama, ubah ukuran ke dm:
150 cm = 15 dm
80 cm = 8 dm
70 cm = 7 dm
Hitung kapasitas penuh:
V = 15 × 8 × 7 = 840 dm³
Jadi, kapasitas penuh bak adalah 840 liter.
Karena hanya terisi setengah:
½ × 840 = 420 liter
Jadi, jumlah air yang berada di dalam bak adalah 420 liter.
4. Mencari Kedalaman Bak dari Kapasitas Air
Sebuah bak mandi berbentuk balok memiliki kapasitas penuh 600 liter. Jika panjangnya 10 dm dan lebarnya 6 dm, berapa kedalaman bak tersebut?
Pembahasan:
Karena 1 dm³ = 1 liter, maka:
V = 600 dm³
Gunakan rumus:
V = p × l × t
600 = 10 × 6 × t
600 = 60 × t
t = 600 ÷ 60
t = 10 dm
Ubah ke sentimeter:
10 dm = 100 cm
Jadi, kedalaman bak mandi tersebut adalah 10 dm atau 100 cm.
5. Menghitung Kapasitas dari Ukuran Meter
Sebuah penampungan air berbentuk balok memiliki panjang 1 meter, lebar 0,8 meter, dan tinggi 0,75 meter. Berapa liter air yang dapat ditampung?
Pembahasan:
Ubah ukuran meter menjadi desimeter:
1 m = 10 dm
0,8 m = 8 dm
0,75 m = 7,5 dm
Kemudian hitung volumenya:
V = 10 × 8 × 7,5
V = 600 dm³
Karena 1 dm³ sama dengan 1 liter, kapasitas penampungan tersebut adalah 600 liter.