-
Hal sensitif sebaiknya tidak disampaikan via telepon secara sembarangan.
-
Topik seperti PHK dan berita duka butuh komunikasi langsung.
-
Jaga etika profesional saat melakukan panggilan via telepon penting.
6. Berita duka
Kabar kematian atau musibah berat membutuhkan empati. Penyampaiannya secara langsung memungkinkan pemberi kabar sekaligus memberikan dukungan emosional kepada keluarga atau orang yang menerimanya.
7. Data keuangan dan informasi pribadi
Nomor rekening, PIN, kata sandi, kode OTP, atau data identitas sebaiknya tidak dibagikan melalui telepon, terutama kepada pihak yang tidak terverifikasi. Informasi tersebut dapat disalahgunakan untuk penipuan atau pencurian identitas.
8. Diagnosis medis orang lain
Informasi kesehatan merupakan hal pribadi. Membicarakan diagnosis seseorang tanpa izin dapat melanggar privasi dan berisiko menimbulkan kesalahpahaman apabila informasi yang disampaikan tidak lengkap.
9. Permintaan maaf atas kesalahan besar
Untuk kesalahan serius, permintaan maaf membutuhkan komunikasi yang tulus dan kesempatan berdialog. Jika situasinya memungkinkan, pertemuan langsung dapat membantu menunjukkan kesungguhan.
10. Konflik atau permusuhan
Perselisihan rumit mudah membesar ketika hanya mengandalkan nada suara. Jika memungkinkan, pilih waktu dan tempat yang tepat untuk membahas masalah secara tenang.
Di sisi lain, dalam konteks profesionalisme pekerjaan, etika menelepon juga tak kalah esensial. Berikut tips agar tetap sopan seperti dikutip dari Map Communications.
- Sebutkan nama serta identitas perusahaan ketika menjawab telepon bisnis
- Hindari menahan penelepon terlalu lama tanpa penjelasan, dan tawarkan untuk menelepon kembali jika sedang sibuk.
- Jangan berbicara sambil makan, gunakan bahasa yang sopan, atur volume suara.
- Hindari menyalakan speakerphone di tempat umum.
Langkah sederhana tersebut membantu menjaga privasi, kenyamanan, serta kesan profesional saat berkomunikasi.