Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Dythia Novianty

Sabtu, 19 September 2026 | 13:05 WIB
Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah
The 5ᵗʰ IABC Indonesia Conference & Awards | 2026, dengan tema “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” di Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Rahma]
baca 10 detik
  • Vice Chairman AMSI Suwarjono menyatakan kecerdasan buatan mengubah total proses produksi hingga model bisnis media.
  • Ketua IPRAHUMAS Fachrudin Ali menyampaikan teknologi kecerdasan buatan membantu pemerintah mempercepat pengolahan informasi dan transkrip.
  • Direktur CARMA Sabrina Azmi menjelaskan kepercayaan publik terhadap opini kecerdasan buatan lebih tinggi pada jurnalis dan akademisi.

Setelah transkrip tersedia, materi tersebut dapat kembali diolah menggunakan AI menjadi berbagai format komunikasi. Namun, menurut Fachrudin, kemudahan tersebut tidak menghilangkan kebutuhan terhadap pemahaman substansi.

Ilustrasi media. [Unsplash/Matthew Guay]
Ilustrasi media. [Unsplash/Matthew Guay]

Justru ketika informasi bergerak semakin cepat, komunikasi pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga kepercayaan publik.

“Pemerintah itu punya legitimasi kekuasaan tapi belum tentu legitimasi itu bisa diaktualisasikan ke dalam legitimasi komunikasi,” ujarnya.

Karena itu, komunikasi di era digital tidak cukup hanya mengandalkan rilis. Menurut Fachrudin, publik membutuhkan pesan yang jelas, konsisten, dan berdampak, sekaligus membuka ruang komunikasi dua arah.

Perhatian Belum Tentu Berujung Kepercayaan

Perubahan ekosistem informasi juga terlihat dari cara publik menentukan siapa yang mereka percaya.

General Manager Indonesia Research Solutions dan Director CARMA, Sabrina Azmi, mengatakan ada perbedaan antara mendapatkan perhatian, memiliki pengaruh, dan memperoleh kepercayaan.

“Perhatian memberikan suara buat Anda,” ujar Sabrina.

Ia menjelaskan, perhatian dapat membuat seseorang atau organisasi memperoleh porsi pemberitaan lebih besar. Pengaruh kemudian membuat orang ingin mendengarkan.

baca juga

Namun, kepercayaan tidak bisa diperoleh hanya dengan banyaknya pemberitaan.

“Kepercayaan benar-benar merupakan sesuatu yang harus didapatkan melalui usaha.,” katanya.

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Freepik]
Ilustrasi kecerdasan buatan. [Freepik]

Dalam riset yang dipaparkannya, CEO perusahaan AI termasuk pihak yang memiliki porsi besar dalam pemberitaan mengenai AI. Namun, tingkat kepercayaan publik terhadap opini mengenai AI justru lebih tinggi pada jurnalis dan akademisi.

Menurut Sabrina, apa yang dikatakan sebuah organisasi perlu sejalan dengan apa yang mereka lakukan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan.

“Orang-orang baru akan mulai memercayai dan meyakini Anda ketika Anda mewujudkan hal-hal ini dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa AI bukan sekadar teknologi baru untuk membuat konten. Kehadirannya ikut mengubah hubungan antara media, pemerintah, komunikator, platform, dan masyarakat.

Informasi kini dapat diproduksi lebih cepat, didistribusikan melalui lebih banyak kanal, dan ditemukan dengan cara yang berbeda.

Tetapi di tengah perubahan tersebut, satu hal tetap menjadi perhatian: bagaimana memastikan informasi yang sampai kepada publik tetap memiliki dasar yang dapat dipercaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 08:59 WIB

AI Mulai Bawa Kreator Digital ke Layar Lebar, CapCut Dorong Cara Baru Bikin Film

AI Mulai Bawa Kreator Digital ke Layar Lebar, CapCut Dorong Cara Baru Bikin Film

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 15:17 WIB

Celah Kode Makin Menumpuk, AWS Andalkan AI untuk Temukan hingga Perbaiki Kerentanan

Celah Kode Makin Menumpuk, AWS Andalkan AI untuk Temukan hingga Perbaiki Kerentanan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 11:04 WIB

MNC Group Gandeng Republikorp Kembangkan Bisnis Media

MNC Group Gandeng Republikorp Kembangkan Bisnis Media

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:11 WIB

Pemerintah Singapura Bayar Warga untuk Baca Buku

Pemerintah Singapura Bayar Warga untuk Baca Buku

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:12 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:58 WIB

Terkini

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 13:05 WIB

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 13:00 WIB

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:43 WIB

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 12:42 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:19 WIB

×