- Pintu berkolaborasi dengan Ondo Finance untuk menghadirkan tokenisasi aset dunia nyata bagi investor Indonesia dalam ekosistem teregulasi.
- Pengguna dapat memperdagangkan saham global, indeks, dan komoditas secara fraksional mulai Rp11.000 selama 24 jam penuh dalam denominasi rupiah.
- Nilai pasar global tokenisasi RWA meningkat pesat hingga mencapai kisaran 25 miliar hingga 35 miliar dolar AS dalam setahun.
Suara.com - Blockchain selama ini lekat dengan kripto. Namun, teknologi tersebut mulai dipakai untuk sesuatu yang lebih luas, yakni membawa aset dunia nyata seperti saham, ETF, indeks, hingga emas ke dalam bentuk token digital.
Perkembangan ini dikenal sebagai tokenisasi real-world assets (RWA). Melalui tokenisasi, aset dapat direpresentasikan secara digital di blockchain dan diakses investor secara fractional, sehingga eksposur terhadap aset global tidak harus dilakukan dalam jumlah besar.
Di Indonesia, perkembangan tersebut mulai didorong melalui kolaborasi Pintu dan Ondo Finance. Platform aset kripto itu kini memperluas pilihan aset tokenisasi yang dapat diakses pengguna.
President Director PINTU, Andy Putra mengatakan, RWA membuka peluang bagi investor Indonesia untuk mendapatkan eksposur terhadap aset kelas dunia tanpa harus keluar dari ekosistem yang teregulasi.
“RWA membuka jalan bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur terhadap aset-aset kelas dunia, mulai dari saham global, indeks, hingga komoditas yang bisa didapat secara fractional dan terjangkau, tanpa harus keluar dari ekosistem yang teregulasi,” ujarnya dalam keterangann resminya, Sabtu (19/9/2026).
Saham Apple hingga Emas Ditokenisasi
Pintu mulai mencantumkan aset tokenisasi dari Ondo Finance sejak Desember 2025 dengan empat token.
Jumlah tersebut kini telah berkembang menjadi hampir 50 token, dengan target mencapai ratusan aset tokenisasi sepanjang 2026.
Aset yang tersedia mencakup saham perusahaan global seperti Apple dan NVIDIA, ETF serta indeks seperti S&P 500 dan NASDAQ, hingga komoditas emas dan perak.
Artinya, blockchain mulai memainkan peran yang berbeda. Teknologi ini tidak lagi hanya menjadi infrastruktur di balik transaksi kripto, tetapi juga digunakan untuk menghadirkan representasi digital dari aset dunia nyata.
Senior Director Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik di Asia Pasifik.
Menurutnya, kolaborasi dengan platform yang teregulasi dapat membuat akses terhadap saham global dan ETF berbasis blockchain menjadi lebih sederhana.
Mulai Rp11.000, Bisa Diperdagangkan 24 Jam
Salah satu perubahan yang ditawarkan tokenisasi adalah cara investor mengakses aset.
Aset tokenisasi tersebut dapat diakses dalam satu aplikasi dengan denominasi rupiah. Mekanisme fractional juga memungkinkan pengguna mulai berinvestasi dari Rp11.000.
Transaksinya dapat dilakukan 24 jam, sehingga akses tidak terpaku pada jam perdagangan bursa konvensional.
![Kolaborasi Pintu dan Ondo. [Pintu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/19/15046-kolaborasi-pintu-dan-ondo.jpg)
Untuk penjualan, terdapat pajak final sebesar 0,21 persen, sementara perusahaan menyebut tidak ada biaya transaksi tersembunyi.
Aset tokenisasi yang ditawarkan melalui layanan tersebut juga disebut berada dalam pengawasan OJK sesuai kerangka regulasi yang berlaku.
RWA Mulai Dilirik Institusi Besar
Perkembangan tokenisasi bukan hanya terjadi di Indonesia. Data rwa.xyz yang dikutip dalam materi perusahaan menunjukkan nilai pasar RWA tumbuh sekitar empat kali lipat dalam satu tahun menjadi sekitar 25 miliar dolar AS – 35 miliar dolar AS, di luar stablecoin.
Sejumlah institusi besar seperti BlackRock dan Franklin Templeton juga disebut ikut mendorong perkembangan sektor tersebut.
Pertumbuhan ini menunjukkan blockchain mulai bergerak dari teknologi yang identik dengan kripto menjadi infrastruktur untuk berbagai bentuk aset digital.
Meski aksesnya semakin mudah, Andy mengingatkan bahwa aset kripto dan aset tokenisasi tetap memiliki risiko investasi tinggi serta volatilitas yang perlu dipahami investor.