Kondisi Ibu Kota Delhi Pasca Kerusuhan antara Kelompok Hindu dan Islam

Ikbal Maulana

Bentrokan antara pengunjuk rasa terjadi disebabkan oleh hukum kewarganegaraan yang kontroversial di India.

Suara.com - Rekaman video ini menunjukkan dari ibu kota New Delhi, India di mana sebuah masjid diserang dan dibakar oleh pengunjuk rasa umat Hindu karena alasan agama.

Bentrokan yang terjadi antara umat Hindu dan Muslim, yang dimulai pada 24 Februari di New Delhi, mengakibatkan 22 orang meninggal dunia sejauh ini dan lebih dari 150 lainnya luka-luka.

Kekerasan meningkat ketika Presiden AS Donald Trump tiba di India pada Senin dalam kunjungan selama dua hari.

Kepala Daerah Delhi Arvind Kejriwal menyebut situasi itu "mengkhawatirkan" dan mengatakan tentara harus terlibat untuk mengatasi situasi.

Bentrokan antara pengunjuk rasa terjadi disebabkan oleh hukum kewarganegaraan yang kontroversial di India, yang memiliki 1,3 miliar penduduk.

Undang-undang yang baru itu memberi jaminan kewarganegaraan kepada non-Muslim yang lolos dari penyiksaan dari tiga negara tetangga -- Pakistan, Afghanistan dan Bangladesh.

Para aktivis dan politisi dari kubu oposisi menyebut undang-undang ini memecah belah dan diskriminatif terhadap umat Muslim sebagaimana konstitusi sekular negara itu.

Terdapat hampir 200 juta umat Muslim di India menjadi saksi beberapa konflik komunal setelah merdeka dari Inggris. (Anandolu Agency)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS