Tes Ini Bisa Deteksi Alzheimer Sejak Usia 35 Tahun

Ririn Indriani, Insan Akbar Krisnamusi

Kamis, 07 Juli 2016 | 15:13 WIB
Tes Ini Bisa Deteksi Alzheimer Sejak Usia 35 Tahun
Ilustrasi Alzheimer. (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan dari Massachussets General Hospital, Amerika Serikat berhasil mengembangkan tes genetik yang dipercaya mampu mendeteksi potensi demensia dan Alzheimer jauh sebelum gejala keduanya muncul pada seseorang. Dengan tes genetik itu, potensi demensia dan Alzheimer bisa terdeteksi sejak usia 35 tahun.

Pengujian tes genetik tersebut, seperti dilaporkan The Telegraph pada tengah pekan ini, melibatkan 166 orang demensia dan 1.026 jiwa tanpa demensia dari berbagai usia. Metode tes genetik tersebut adalah mengombinasikan serangkaian varian gen yang diketahui meningkatkan risiko demensia.

Tes ini membuat tindakan penanganan dan pencegahan dengan obat-obatan, perbaikan gaya hidup, plus perubahan pola makan dapat dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum semuanya terlambat.

Demensia sendiri ialah istilah untuk gangguan degeneratif yang menyebabkan kemunduran fungsi otak secara bertahap semisal berpikir, berlogika, dan mengingat. Sementara, Alzheimer merupakan salah satu bentuk lanjutan paling umum dari demensia.

Gejala demensia biasanya baru muncul pada usia 60-an tahun.

Lebih lanjut, dari pengujian tes genetik yang dilakukan Massachussets General Hospital diketahui bahwa semakin tinggi skor para peserta tes, semakin kecil hippocampus mereka. Kesamaan ini ditemukan baik pada mereka yang mengalami kerusakan kognitif ringan maupun tidak.

Adapun hippocampus adalah bagian otak yang memainkan peran penting dalam menyimpan memori plus kemampuan spasial manusia.

Keberhasilan riset Massachussets General Hospital dianggap vital untuk penanganan demensia sejak dini. Pasalnya, hingga kini dunia medis belum menemukan penangkalnya. Obat-obatan yang dikembangkan lebih ditujukan untuk memperlambat dan menekan gejala.

Hasil penelitian ini pun telah dipublikasikan di Jurnal Neurology.

Direktur Riset Alzheimer Society Dr. Doug Brown mengatakan tantangan terbesar dari riset itu adalah memastikan skor yang dihasilkan dalam tes genetik dapat menunjukkan level risiko secara akurat.

Sangat penting bagi tes ini untuk memberikan informasi tepercaya dan berguna bagi seseorang agar mereka dapat segera mengambil tindakan pencegahan tanpa menimbulkan kecemasan berlebih.

"Demensia disebabkan oleh perpaduan rumit antara faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan sehingga skor di dalam tes yang hanya melihat secara genetik cuma memberikan sebagian gambaran. Cara terbaik mengurangi risiko demensia ialah berolahraga rutin, tidak merokok, dan mengonsumsi makanan yang sehat serta berimbang," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Konsumsi Alkohol Bisa Perpanjang Umur Penderita Alzheimer

Studi: Konsumsi Alkohol Bisa Perpanjang Umur Penderita Alzheimer

Health | Minggu, 13 Desember 2015 | 10:44 WIB

Orang Tua Jalan Melambat, Waspadai Alzheimer

Orang Tua Jalan Melambat, Waspadai Alzheimer

Health | Senin, 07 Desember 2015 | 10:27 WIB

Studi: Tiga Gelas Sampanye Sehari Bisa Cegah Alzheimer

Studi: Tiga Gelas Sampanye Sehari Bisa Cegah Alzheimer

Health | Senin, 09 November 2015 | 09:41 WIB

Terkini

6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi

6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Putusan MK Jadi Bola Panas, DPR Bisa Mulai Pemakzulan Gibran!

Putusan MK Jadi Bola Panas, DPR Bisa Mulai Pemakzulan Gibran!

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bisnis Gelap Terbongkar! Penimbun 5.920 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Mesuji Ditangkap

Bisnis Gelap Terbongkar! Penimbun 5.920 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Mesuji Ditangkap

Lampung | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Bejat! Ayah di Probolinggo Tega Cabuli Anak Kandung Sejak SD, Nyaris Diamuk Warga

Bejat! Ayah di Probolinggo Tega Cabuli Anak Kandung Sejak SD, Nyaris Diamuk Warga

Jatim | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market

Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Refly Harun Prediksi Gibran Mengundurkan Diri dalam 1-2 Hari Usai Putusan MK

Refly Harun Prediksi Gibran Mengundurkan Diri dalam 1-2 Hari Usai Putusan MK

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Lonjakan Jutaan Tablet Alprazolam di Sleman, Dinkes Catat Penebusan Dobel hingga Apoteker Diancam

Lonjakan Jutaan Tablet Alprazolam di Sleman, Dinkes Catat Penebusan Dobel hingga Apoteker Diancam

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:04 WIB

×