SuaraBandung.id - Dalam salah satu kajian, Ustadz Abdul Somad mengungkapkan mengenai hukum meniup lilin saat berulang tahun.
Banyak umat muslim yang merayakan ulang tahun dengan tasyakuran, tapi banyak juga dengan meniup lilin di atas kue.
Meniup lilin sudah menjadi tradisi sejak lama, dan itu menjadi momen dalam merayakan ulang tahun.
Namun tradisi meniup lilin adalah tradisi budaya orang-orang non muslim yang perlu dihindari.
Lantas bagaimana hukum meniup lilin saat berulang tahun menurut Ustadz Abdul Somad?
Dilansir SuaraBandung.id dari akun TikTok belajar_hijrah12, Sabtu (24/09/22).
Ustad Abdul Somad mengatakan salah satu hadist yang menerangkan tentang umat Islam yang harus menghindari tradisi kaum non muslim.
Itupun tertuang dalam hadist, Rasulullah SAW Bersabda, “Man Tasyabbaha Biqoumin fahuwa minhu”.
Artinya: "Barang siapa yang meniru atau menyerupai suatu kaum, maka dengan tidak langsung dia termasuk bagian kaum itu." (HR.Abu Daud).
Baca Juga: Jelang Lawan Persija Jakarta, Luis Milla BAHAGIA Sosok Ini Kembali Perkuat Persib Bandung
“Nanti di akhirat dia akan dibangkitkan dengan orang-orang yang seperti itu. Sekarang, yang memiliki tradisi meniup itu, adalah kebiasaan kaum di luar Islam,” ungkap Ustad Abdul Somad.
Umat islam harus berhati-hati dalam melakukan aktivitas agar terhindar dari pengaruh dan kebiasaan di luar ajaran Islam.
Ustadz Abdul Somad menyarankan agar segera bertaubat jika pernah melakukan hal tersebut.
Tidak ada tradisi atau kebiasaan yang tidak bisa di rubah, semua bisa di rubah. Dengan banyak mengaji untuk merubah perilaku menurut ajaran islam.
Itulah hukum meniup lilin pada saat berulang tahun menurut ajaran islam yang di sampaikan Ustadz Abdul Somad.