SuaraBandung.id - Wanita karir atau yang memilih bekerja karena satu kondisi seperti menjadi tulang punggung untuk keluarganya, ternyata akan mendapatkan pahala berlimpah.
Hal itu disampaikan Buya Yahya dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV seperti dikutip dari serambinews.com.
Idealnya dalam kehidupan berkeluarga, kata Buya Yahya, suamilah yang menjadi tulang punggung, namun sering kali kondisi yang tidak sesuai harapan terjadi. Ia mencontohkan suami kena PHK atau penghasilan yang didapat tidak mencukupi kebutuhan pokok.
Atas dasar itu, akhirnya tak jarang sebagian istri ikut bekerja demi membantu sang suami dalam membangkitkan kembali perekonomian keluarga mereka. Buya Yahya pun bercerita tentang seorang wanita di zaman Rasulullah yang mengadu soal perekonomian dalam keluarga mereka. Wanita ini mendapati suaminya tidak bekerja sehingga ia yang menjadi tulang punggung dalam keluarga tersebut.
"Ada kisah wanita karir, suatu ketika ada seorang wanita ngadu kepada Rasulullah"
'Ya Rasullullah saya itu punya suami yang suka bangkrutan, nggak punya apa-apa'
Lalu Nabi bertanya, 'selama ini kamu makan pakai apa?'
'alhamdulillah saya ada peninggalan kerbun kurma dari peninggalan orang tua saya, jadi kami makan itu'
'Jadi yang kasih nafkah kamu? Iya Rasululah," jawab wanita tersebut.
Serupa dengan zaman sekarang, banyak kisah yang hampir sama dengan wanita di zaman Rasulullah tersebut. Buya pun mengisahkan seorang wanita yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga tak jarang ditemukan wanita itu berbangga diri terhadap pekerjaannya.
"Ada seorang gara-gara dia jadi PNS, petantang petenteng 'gimana Buya saya PNS suami saya pengangguran, yang ngasih nafkah saya', mirip, jadi banyak kisah begini," kata Buya.
Maka, bercermin dari kisah-kisah tersebut, Rasulullah pun memberikan dua opsi untuk wanita karir dalam menghadapi sang suami jika belum bekerja. Pertama, Nabi menganjurkan agar sang istri meminta cerai kepada suaminya jika sang suami tidak memberikannya nafkah.
"Nabi berkata, ada pilihan yang pertama, seorang suami kalau tidak bisa memberi nafkah pada istrinya, maka sang istri sah kalau dia minta cerai," kata Buya.
Baca Juga: Hadiri Pemakaman Shinzo Abe, Wapres Kenang Peran Eks PM Jepang Dalam Hubungan RI-Jepang
"Sebab urusan makan gak bisa ditunda, masa 'neng makannya minggu depan' gak ada itu. Harus makan hari ini, kalau ga ngasih, beri dia kesempatan untuk bebas, mungkin mencari suami lain lagi yang lebih," ungkap Buya.
Melanjutkan ceritanya, kala itu Nabi pun memberikan opsi atau pilihan kedua untuk wanita karir yang memiliki sifat sholehah, memiliki rasa cinta dan hati yang besar untuk suaminya.
Pilihan kedua ini apabila dijalankan oleh sang istri, maka ia mendapatkan dua pahala sekaligus.
"Ada pilihan yang kedua yaitu kamu (Red, wanita) yang mencukupi dan kamu dapat pahala double, pahala kamu memberi nafkah dan pahala kamu sambung silaturahmi kepada anak dan suami kamu," imbuh Buya.
Dari dua pilihan tersebut, lanjut Buya, wanita yang meminta solusi dari Rasulullah akhirnya memilih pilihan kedua yang ditawarkan Nabi. 'Ya Rasulullah, saya pilih yang kedua saja, biar aku yang mencukupi agar aku mendapat dua pahala' "Selesai kisah ini," pungkas Buya Yahya.
Di akhir ceramahnya, Buya memberikan pesan kepada para istri yang kini menjadi wanita karir di luar sana demi membantu suaminya, yaitu untuk para istri yang juga sebagai wanita karir dituntut untuk selalu menghargai sang suami, baik disaat sang suami mempunyai uang hingga disaat kondisinya terpuruk.
Suami istri harus dalam kondisi bahagia bagaimanapun kondisi perekonomiannya, sehingga Allah memberikan keindahan dalam rumah tangga itu sendiri.
"Jadi dalam keadaan apapun harus bahagia, semoga Allah memberikan keindahan dalam rumah tangga kita, suaminya cukup rizkinya, istrinya juga masyaallah sholehah," tandas Buya.