Sementara itu, di kanjuruhan juga terdapat enam pintu besar, yang biasanya bukan untuk akses penonton, melainkan untuk kendaraan.
Stadion Kanjuruhan juga kabarnya dilengkapi 32 CCTV masih aktif.
Namun, pengakuan mengejutkan diungkap Ketua Panitia pelaksana(Panpel) pertandingan Arema FC vs Persebaya Abdul Haris yang sudah berstatus tersangka.
Haris mau tidak mau harus buka mulut soal tiket, pasalnya dia yang bertanggung jawab.
Dan di luar dugaan, Haris usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam di Markas Polda Jatim pada Selasa (11/10/2022), mengatakan biang kerok soal tiket penonton.
Dari mulut Haris terucap jika alasan utama memutuskan menjual tiket super derby Jatim tersebut melebihi kapasitas Stadion Kanjuruhan Malang adalah atas perintah anak buah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam pengakuan, Haris mengaku jika timnya mencetak tiket pertandingan sebanyak 42 ribu.
Namun, keputusan itu bukan dari dirinya. Dia mengatakan awalnya panitia hanya akan mencetak 38 ribu.
"Setelah itu (keputusan mencetak 38 ribu), petugas kita dipanggil Pak Kapolres Malang (AKBP Ferli Hidayat)," katanya.
"Ditanyakan jumlah tiket yang kami cetak," katanya usai dilakukan penyidikan di Polda Jatim, Rabu (12/10/2022).
Kemudian, selisih tiket yang dimiliki panitia pun langsung diserahkan kepada AKBP Ferli Hidayat.
"Informasi dari tim saya sih begitu," tambahnya.
Dan benar saja, di lapangan tiket yang telah terjual sebanyak 42.516 tiket.
Saat ini Ferli yang kini telah dicopot dan dimutasi sebagai Pamen SDM Polri.
Kapolres Malang saat itu, mempersilahkan panitia penyelenggaramenjual seluruhnya tiket tersebut.