Bharada E Sempat Ragu Usai Menghadap Tuhan, Ferdy Sambo Sudah Pegang Pistol, Lalu Tiga Kali Tembak Brigadir J

Suara Bandung | Suara.com

Rabu, 19 Oktober 2022 | 13:49 WIB
Bharada E Sempat Ragu Usai Menghadap Tuhan, Ferdy Sambo Sudah Pegang Pistol, Lalu Tiga Kali Tembak Brigadir J
Kolase foto Bharada E dan Ferdy Sambo. Bharada E dan Brigadir J ini merupakan ajudan Ferdy Sambo yang ketika itu menjabat Kadiv Propam Polri. [Suara.com/Alfian Winanto] (Suara.com/Alfian Winanto)

Suara.Bandung.id Bharada E benar-benar menyatakan penyesalan atas yang dilakukannya kepada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, pada peristiwa yang terjadi pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Sejatinya Bharada E ragu saat akan mengeksekusi Brigadir J. Sampai-sampai Ferdy Sambo membentak Bharada E untuk segera menembak Brigadir J.

Bharada E dan Brigadir J ini merupakan ajudan Ferdy Sambo yang ketika itu menjabat Kadiv Propam Polri.

Setelah menyatakan siap menjalankan perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J, Bharada E lalu ke lantai dua rumah Duren Tiga.

Saat itu Bharada E melakukan ritual dengan cara berdoa kepada Tuhan. Setelah itu, Bharada E mendengar panggilan Ferdy Sambo yang sudah ada di lantai bawah.

Saat itulah Bharada E mengokang senjata untuk mengeksekusi Brigadir J. Di saat Brigadir J didorong hingga berlutut, Bharada E seperti dalam keraguan.

Sampai-sampai Ferdy Sambo berteriak agar Bharada E segera menembak Brigadir J yang sudah dalam keadaan menyerah.

“Woy tembak-tembak,” teriak Ferdy Sambo pada Bharada E yang saat itu tak kunjung menembak Brigadir J.

Setelah dibentak jenderal bintang dua itu, Bharada E barulah menembak tiga kali Brigadir J hingga tersungkur.

Setelah itu, untuk memastikan Brigadir J telah tewas, Ferdy Sambo yang sejak awal datang sudah menyiapkan pistol, langsung menembak bagian belakan kepala Brigadir J.

Peluru tajam menghujam ke tengkorak kepala Brigadir J hingga menembus hidup yang menyisakan luka bakar.

Sementara itu, jaksa mengungkap momen Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E sempat berdoa sebelum mengeksekusi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Ferdy

Sambo, pada peristiwa yang terjadi pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan surat dakwaan Ferdy Sambo kasus pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

Sementara pada sidang pembacaan dakwaan dengan terdakwa Bharada E yang juga digelar di PN Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2022), momen tersebut juga sempat dibacakan lagi oleh tim jaksa.

Jaksa menyebut Bharada E langsung naik ke lantai dua setibanya di rumah dinas Sambo yang telah direncanakan menjadi tempat eksekusi Brigadir J. Ia berdoa sebelum menembak rekannya sesama anggota polisi tersebut.

"Saksi Richard Eliezer naik ke lantai dua dan masuk kamar ajudan namun bukannya berpikir untuk mengurungkan dan menghindarkan diri dari rencana jahat tersebut, justru melakukan ritual berdoa berdasarkan keyakinannya meneguhkan kehendaknya sebelum melakukan perbuatan merampas nyawa korban," ujar jaksa.

Jaksa melanjutkan, di saat bersamaan, Kuat Ma'ruf juga bergerak ke lantai dua untuk menutup pintu balkon, padahal saat itu kondisi matahari masih terang. 

Di sisi lain, tugas menutup pintu tersebut bukanlah kewajiban dari Kuat melainkan Kodir yang merupakan asisten rumah tangga.

Sedangkan Bripka Ricky Rizal (RR) yang juga mengetahui rencana jahat Sambo, tidak ikut masuk ke dalam rumah dinas. Ia tetap berada di garasi untuk mengawasi Brigadir J yang saat itu sedang berada di halaman.

"Di saat itulah kesempatan terakhir Ricky Rizal sekurang-kurangnya dapat memberitahu korban Nofriansyah Yosua Hutabarat, namun Ricky Rizal tetap tidak memberitahu korban supaya pergi dan lari menjauh agar terhindar dari perampasan nyawa sebagaimana dikehendaki oleh Ferdy Sambo," tutur jaksa.

Sebelumnya, Sambo telah menyiapkan seluruh siasat dan strategi untuk menghabisi nyawa Brigadir J saat berada di ruang keluarga lantai tiga rumah pribadinya, Jalan Saguling 3 Nomor 49, Duren Tiga

Sambo kemudian meminta Bharada E untuk menembak Brigadir J sambil berdalih akan melakukan isolasi mandiri di rumah dinas setelah tiba dari Magelang.

Padahal berdasarkan rencana Sambo, Brigadir J akan dieksekusi oleh Bharada E di rumah dinas tersebut.

Selama proses tersebut, jaksa mengatakan Putri Candrawathi juga mengetahui dan ikut terlibat secara langsung dengan duduk disamping Sambo. Putri tak berusaha mencegah niat jahat sang suami.

Atas perbuatannya tersebut, Sambo dan kawan-kawan dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, usai menjalani persidangan di PN Jakarta Selatan, Bharada E memilih bertahan. 

Dia berdiri saat beberapa kuasa hukumnya datang menghampiri. Bharada E meminta waktu untuk menyampaikan satu permohonan maaf pada keluarga Brigadir J.

Terdengar jelas suara Bharada E bergetar. Air mata pun menetes seolah tak sanggup harus berkata apa.

Kemudian Bharada E langsung menyampaikan permintaan maaf yang sudah ia tulis sebelumnya di Rutan Bareskrim Polri.

Dalam pengakuannya itu, Bharada E mengatakan, tindakannya menembak Brigadir J lantaran terpaksa.

Sebagai anggota anggota Polri yang menuruti perintah Ferdy Sambo, dia tidak bisa berbuat banyak untuk menolak. 

Ferdy Sambo adalah mantan Kadiv Propam Polri dan perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal (bintang dua).

"Saya sangat menyesali perbuatan saya (menembak Brigadir J). Namun saya hanya menyatakan bahwa saya hanyalah seorang anggota yang tidak memiliki kemampuan untuk menolak perintah dari seorang jenderal, terimakasih," ujar Bharada E.

Kemudian Bharada E mengungkap rasa kehilangan rekan sekamarnya itu. Dia menyatakan turut berbelasungkawa atas kejadian ini dan meminta maaf sedalam-dalamnya kepada keluarga Brigadir Yosua.

“Saya menyampaikan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamya, untuk kejadian yang menimpa bang Yos, saya berdoa kepada Yesus Kristus dan untuk keluarga bang Yos, bapak ibu Reza serta keluarga besar bang Yos saya mohon maaf semoga permohonan dapat diterima oleh pihak keluarga,” imbuhnya. (*)

Sumber: suara.com berjudul Momen Bharada E Panjatkan Doa Teguhkan Hati Eksekusi Brigadir J Atas Perintah Ferdy Sambo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bharada E Akui Menyesal dan Takut Menolak Perintah Jendral

Bharada E Akui Menyesal dan Takut Menolak Perintah Jendral

| Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:50 WIB

Pengacara Sebut Hasrat Istri Ferdy Tak Tersalurkan Paksa Brigdir J Bersetubuh, Kamaraddin Simanjutak: Yoshua Menolak, Bisa Saja AIDS

Pengacara Sebut Hasrat Istri Ferdy Tak Tersalurkan Paksa Brigdir J Bersetubuh, Kamaraddin Simanjutak: Yoshua Menolak, Bisa Saja AIDS

| Selasa, 18 Oktober 2022 | 12:40 WIB

Pengacara Ungkap Dugaan yang Terjadi di Kamar Istri Ferdy Sambo, Brigadir J Hanya Jalankan Perintah, Lalu Memberontak hingga Putri Terjatuh

Pengacara Ungkap Dugaan yang Terjadi di Kamar Istri Ferdy Sambo, Brigadir J Hanya Jalankan Perintah, Lalu Memberontak hingga Putri Terjatuh

| Selasa, 18 Oktober 2022 | 10:24 WIB

TERBONGKAR! 15 Menit Berduaan di Kamar Putri, Brigadir J sampai Menangis, Istri Ferdy Sambo: Perbuatanmu Keji

TERBONGKAR! 15 Menit Berduaan di Kamar Putri, Brigadir J sampai Menangis, Istri Ferdy Sambo: Perbuatanmu Keji

| Senin, 17 Oktober 2022 | 21:49 WIB

Terkini

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:05 WIB

Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun, Warga Protes

Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun, Warga Protes

Video | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:04 WIB

Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?

Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:03 WIB

Apa Keuntungan Homeless Media? Viral Banyak yang Digandeng Bakom RI

Apa Keuntungan Homeless Media? Viral Banyak yang Digandeng Bakom RI

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:01 WIB

Jangan Asal Usap! Ini 6 Micellar Water Penyelamat Kulit Berjerawat agar Pori-Pori Tak Tersumbat

Jangan Asal Usap! Ini 6 Micellar Water Penyelamat Kulit Berjerawat agar Pori-Pori Tak Tersumbat

Malang | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:00 WIB

Imut tapi Gesit: City Car Irit BBM Rakitan Korea Kini Cuma 50 Jutaan, Pas Buat Emak-emak

Imut tapi Gesit: City Car Irit BBM Rakitan Korea Kini Cuma 50 Jutaan, Pas Buat Emak-emak

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:00 WIB

Cinta Habis di Orang Lama: Romansa Pahit ala The Girl Called Feeling

Cinta Habis di Orang Lama: Romansa Pahit ala The Girl Called Feeling

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:00 WIB

Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off

Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:54 WIB

Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!

Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:52 WIB

Misteri Berdarah di Istana Joseon: Intrik Politik dalam The Red Palace

Misteri Berdarah di Istana Joseon: Intrik Politik dalam The Red Palace

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:50 WIB