PSSI Dua Kali Lolos Sanksi Berat FIFA, Netizen: Bingung, Harus Bersyukur atau Bersedih

Suara Bandung | Suara.com

Sabtu, 08 April 2023 | 16:05 WIB
PSSI Dua Kali Lolos Sanksi Berat FIFA, Netizen: Bingung, Harus Bersyukur atau Bersedih
PSSI dua kali lolos sanksi berat FIFA. ((Laman resmi PSSI/pssi.org))

SUARA BANDUNG - Sepakbola Indonesia (termasuk PSSI di dalamnya) memang tidak lepas dari drama dan kontroversi. Dinamika itu lah yang membuat persepakbolaan Indonesia selalu menjadi perbincangan. 

Tidak hanya dalam negeri, bahkan dunia internasional pun menyoroti sepakbola Indonesia akhir-akhir ini. Penilaian dan pengawasan FIFA terhadap PSSI misalnya atau pemberitaan media asing terkait sepakbola Indonesia. 

Dua peristiwa besar dalam dunia sepakbola terjadi dalam kurun waktu kurang dari setengah tahun di Indonesia. 

Pertama, tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Tragedi mengenaskan itu memakan korban sebanyak 135 jiwa. Ini menjadi angka kematian terbesar kedua di dunia dalam sejarah sepakbola setelah tragedi Estadio Nacional, Peru (24/5/1964) dengan korban sebanyak 328 jiwa. 

Akibat peristiwa itu, pemerintah beserta penyelenggara memutuskan untuk menghentikan sementara jalannya Liga Indonesia, sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban dan menyiapkan langkah hukum atas kejadian tersebut 

FIFA tentu mengetahui tragedi kelam itu. Bahkan banyak pihak yang memprediksi Indonesia akan mendapatkan sanksi berat dari federasi sepakbola dunia itu. Namun nyatanya tidak sama sekali. 

Kedua, penolakan timnas sepakbola Israel dan pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U20 dari Indonesia. FIFA resmi mencabut status tuan rumah piala dunia U20 dari Indonesia pada Rabu (29/3/2023). 

Bahkan dalam lamam resminya, FIFA secara tersurat akan memberikan sanksi kepada Indonesja (dalam hal ini PSSI). Pada Kamis (6/4/2023), FIFA resmi mengumumkan sanksi untuk Indonesia berupa pembekuan dana operasional FIFA Foward untuk PSSI. 

Lagi-lagi, sanksi ini terbilang ringan karena bersifat administratif. Bahkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dengan jelas menyebutkan hukuman ini hanya kartu kuning bukan kartu merah. 

Salah satu pengguna twitter dengan akun @FahmiAgustian turut berkomentar, "Harus bersyukur atau bersedih? Bingung. Dua kali Indonesia lolos dari sanksi berat FIFA. Ini PSSI emang punya nyawa cadangan berapa ya? Atau emang faktor Erick Thohir? Bisa jadijadi," tulisnya. 

Fahmi merasa bersyukur, karena sepakbola Indonesia tidak kena banned FIFA. Namun, ia pun merasa bersedih, karena dengan hal itu bisa jadi Indonesia atau PSSI akan menganggap mudah soal regulasi.

Fahmi menilai, pemberian sanksi ringan oleh FIFA terhadap PSSI tidak luput dari peran dan kedekatan Erick Thohir dengan Gianni Infantino (Presiden FIFA). Terbukti, Erick Thohir ampuh meloloskan Indonesia dari sanksi berat FIFA. 

Sumber: Twitter @FahmiAgustian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Kena Apes Dua Kali, Ini Daftar Negara yang Pernah Disanksi FIFA

Indonesia Kena Apes Dua Kali, Ini Daftar Negara yang Pernah Disanksi FIFA

News | Sabtu, 08 April 2023 | 13:40 WIB

Terkini

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Sabu Jadi Bisnis Keluarga di Kerinci, Ayah Bantu Anak hingga Kakak dan Adik Kompak Beraksi

Sabu Jadi Bisnis Keluarga di Kerinci, Ayah Bantu Anak hingga Kakak dan Adik Kompak Beraksi

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:40 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel

Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:35 WIB

Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027

Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:27 WIB

Musyawarah PERBASASI DKI Jakarta Lancar, Fokus Pengembangan Prestasi dan Persiapan Menuju PON

Musyawarah PERBASASI DKI Jakarta Lancar, Fokus Pengembangan Prestasi dan Persiapan Menuju PON

Sport | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:20 WIB

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:17 WIB

Derbi ASEAN di Piala Asia 2027, Herdman Tuntut Timnas Indonesia Tampil Total Lawan Thailand

Derbi ASEAN di Piala Asia 2027, Herdman Tuntut Timnas Indonesia Tampil Total Lawan Thailand

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:10 WIB

Gara-gara Antrean Solar, Sopir Truk Ngaku Diculik dan Diancam Ditembak Oknum Polisi

Gara-gara Antrean Solar, Sopir Truk Ngaku Diculik dan Diancam Ditembak Oknum Polisi

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:05 WIB

Kedaulatan di Ujung Algoritma: Alasan Saya Stop Mengikuti Rekomendasi FYP

Kedaulatan di Ujung Algoritma: Alasan Saya Stop Mengikuti Rekomendasi FYP

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:05 WIB