“Pada kejadian saya ada grup WA (warga), nah di situ warga sampai bilang ini kerjaan dewan ngapain saja, sampai kejadian dua kali. Padahal ini kan bukan tupoksi saya. Tapi karena saya juga merasa terusik, akhirnya saya turun dan diperbaiki lah dengan surat pernyataan mereka (sopir truk) tidak akan mengulangi lagi,” katanya.
Peristiwa truk nyangkut portal ini sudah tiga kali terjadi. Kebetulan siang tadi (kemarin), Tajudin baru dinas dari Tangerang Selatan dan dihubungi warga yang melaporkan adanya truk nyangkut lagi di lokasi. Warga tidak ada yang berani menegur sopir.
“Akhirnya saya spontan pada kejadian yang ketiga ini, saya memuncak emosinya. Tapi saya mohon maaf tadi sudah ketemu juga dengan pihak tol, mediasi. Sekali lagi saya didasari pada kejadian yang berulang-ulang, kalau baru sekali saya enggak akan seperti itu,” ujarnya.
Dia mengaku aksinya tersebut dilakukan karena desakan warga dan bukan karena dirinya arogan.
“Iya, kalau bukan desakan warga saya enggak tahu. Ini kan saya ditelepon masyarakat, katanya Pak Dewan ini lewat lagi (truknya),” ujarnya.
Dia pun membantah kakinya sampai menginjak kepala sopir truk tersebut.
“Saya emosi bang. Tapi itu enggak diinjak bang, baru gini (mengangkat kaki). Tapi saya suruh guling dan push up, maksudnya untuk efek jera saja. Tapi kalau memang menurut masyarakat saya yang sudah viral itu, saya mohon maaf. Itu didasari dorongan masyarakat agar saya ada tindakan terhadap sopir-sopir yang tidak mengindahkan itu (pipa gas),” tutupnya.
Sumber: suara.com