Impor Produk Pangan di Indonesia Semakin Kronis

adminDoddy Rosadi Suara.Com
Rabu, 12 Februari 2014 | 11:11 WIB
Impor Produk Pangan di Indonesia Semakin Kronis
Ilustrasi: Beras di gudang Bulog. (foto: infopublik.kominfo.go.id)

Suara.com - Pemerintah diminta lebih serius dalam menangani masalah produksi pangan. Anggota Komisi IV DPR Siswono Yudhohusodo mengatakan, tidak ada satu pun negara di dunia yang tidak memperhatikan masalah pangan. Kata dia, tujuan pembangunan akan menjadi sia-sia jika permasalahan pangan tidak ditangani dengan tepat dan serius.

Karena itu, lanjut Siswono, pembangunan dan pemenuhan kebutuhan pangan merupakan syarat mutlak dalam mewujudkan pembangunan dan ketahanan nasional.

“Golkar mendesak kepada pemerintah untuk lebih serius lagi dalam menyelesaikan permasalahan –permasalahan pangan,” ujar politisi Partai Golkar dari Komisi IV Siswono Yudhohusodo, dalam keterangan persnya, Rabu, (12/02/2014).

Dia menambahkan, sebuah negara agraris seperti Indonesia ini  ternyata tidak mampu menyediakan kebutuhan pangan dalam negeri dan pemerintah masih harus mengimpor dari negara lain. Indonesia yang dikenal dengan istilah Gemah Lipah Loh Jinawi  tidak seharusnya bergantung pada negara lain apalagi masalah pangan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS)menyebutkan bahwa impor beras meningkat 141 persen, jagung 89 persen, dan kedelai 19 persen. Impor gandum yang tahun sebelumnya sudah menembus angka di atas 5 juta ton, pada periode sekarang masih meningkat lagi dan mencapai 6,6 juta ton atau peningkatan sebesar 23 persen. Total impor biji-bijian, termasuk tepung, mencapai 17,2 juta ton, suatu angka impor yang fantastis.

“Impor produk-produk pangan di Indonesia sudah semakin kronis dan tidak terbendung, produksi pangan semakin menurun dan terancam  dengan kehadiran produk-produk impor itu,”ujarnya.

Siswono menambahkan berbagai strategi peningkatan produksi pangan oleh pemerintah perlu dioptimalkan. Diversifikasi pangan, inovasi  bahan pangan harus terus ditingkatkan dan menjadi agenda nasional sehingga kerawanan pangan yang sudah semakin kronis itu bisa terus ditekan.

“Diversifikasi pangan seakan hanya menjadi slogan saja, pemerintah mematok target swasembada pangan hanya secara normatif saja tidak secara konkrit dan sistematis,” ujar Siswono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI