Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

ARB: Alokasikan Gas Alam untuk Kebutuhan Dalam Negeri

admin, Doddy Rosadi

Kamis, 06 Maret 2014 | 11:43 WIB
ARB: Alokasikan Gas Alam untuk Kebutuhan Dalam Negeri
Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. (Antara/Fahrul Jayadiputra)

Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta pemerintah lebih banyak mengalokasikan sumber daya alam seperti gas alam untuk kebutuhan dalam negeri. Lelaki yang juga menjadi salah satu favorit untuk menang dalam pemilu Presiden itu juga mendesak pemerintah untuk lebih berani dalam melakukan negosiasi dengan pihak luar seputar ekspor gas alam.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada mereka karena telah membeli gas alam. Namun setelah itu, sebaiknya pemerintah berkata, kami akan menggunakan lebih dulu gas ini baru setelah itu diekspor,” kata ARB dalam wawancara khusus dengan Bloomberg TV.

Indonesia adalah bekas anggota negara-negara penghasil minyak (OPEC) dan pernah menjadi eksportir gas alam terbesar di dunia hingga 2006. Turunnya produksi dan meningkatnya permintaan dalam negeri membuat posisi Indonesia merosot ke urutan lima dalam pengekspor gas alam.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi gas bumi Indonesia saat ini sebesar 7.583 juta kaki kubik per hari, dan  sekitar 44 persen hasilnya diekspor. Pasokan gas lebih banyak diekspor ke Jepang, Korea Selatan, Taiwan.

Sementara itu, kebutuhan pasokan gas dalam negeri mencapai 7.808 juta kaki kubik per hari sehingga masih ada defisit gas sebesar 300 juta kaki kubik untuk kebutuhan nasional. Kekurangan itu ditutupi dengan melakukan impor gas. Sektor gas menopang pertumbuhan ekonomi nasional dan menyumbang 25 persen bagi APBN. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:11 WIB

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:36 WIB

Kontrak Buta LNG Rp 192 Triliun: KPK Jebloskan 2 Mantan Direktur Pertamina

Kontrak Buta LNG Rp 192 Triliun: KPK Jebloskan 2 Mantan Direktur Pertamina

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 20:22 WIB

Emiten CGAS Bidik Pendapatan Rp 150 Miliar per Tahun dari Fasilitas Baru di Gresik

Emiten CGAS Bidik Pendapatan Rp 150 Miliar per Tahun dari Fasilitas Baru di Gresik

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:33 WIB

Potensi Gas Alam Gantikan Peran Batu Bara dan Minyak Bumi, Pakar Singgung Manfaat dan Risikonya

Potensi Gas Alam Gantikan Peran Batu Bara dan Minyak Bumi, Pakar Singgung Manfaat dan Risikonya

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 16:06 WIB

Permintaan LNG Global Meningkat, Jadi Potensi Bisnis Terminal Receiving LNG

Permintaan LNG Global Meningkat, Jadi Potensi Bisnis Terminal Receiving LNG

Bisnis | Jum'at, 21 Juni 2024 | 08:11 WIB

Jualan Gas PGN Melonjak di 2023, Tapi Laba Menurun 14,7 Persen

Jualan Gas PGN Melonjak di 2023, Tapi Laba Menurun 14,7 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Maret 2024 | 12:14 WIB

Melongok Potensi Bisnis Emiten LNG di Tahun Politik

Melongok Potensi Bisnis Emiten LNG di Tahun Politik

Bisnis | Kamis, 11 Januari 2024 | 09:21 WIB

CEK FAKTA: Mahfud Sebut Pulau Madura Kaya akan Gas Alam Tapi Belum Optimal

CEK FAKTA: Mahfud Sebut Pulau Madura Kaya akan Gas Alam Tapi Belum Optimal

Kotak Suara | Jum'at, 22 Desember 2023 | 20:57 WIB

Terkini

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

×