Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BPS: April Deflasi 0,02 Persen

Esti Utami

Jum'at, 02 Mei 2014 | 10:03 WIB
BPS: April Deflasi 0,02 Persen
Penjual sayur di pasar tradisional di Jakarta Pusat. (Foto: Antara/Andika Wahyu)

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2014 terjadi deflasi 0,02 persen, karena harga kebutuhan pangan mengalami penurunan dan relatif terkendali.  Dengan demikian, inflasi tahun kalender Januari-April 2014 tercatat mencapai 1,39 persen dan inflasi secara tahunan (yoy) tercatat 7,25 persen.

"Bulan April ini perkembangan harga dapat dikontrol dengan baik," kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Suryamin menjelaskan pada April sering terjadi inflasi kecil atau deflasi. Pada 2010 inflasi hanya sebesar 0,15 persen, dan pada 2011 terjadi deflasi 0,31 persen.  Tren itu berlanjut pada 2012 ketika BPS mencatat terjadi inflasi sebesar 0,21 persen dan pada 2013 kembali mencapai deflasi 0,1 persen.  Menurut dia, penyebab deflasi yang terjadi pada April 2014, karena telah memasuki masa panen, sehingga kebutuhan bahan pangan mencukupi dan distribusi tidak mengalami hambatan berarti.

Bulan ini, kelompok bahan makanan menyumbang andil deflasi 0,22 persen diikuti kelompok sandang yang ikut terkena deflasi sebesar 0,02 persen.  Sedangkan kelompok pengeluaran yang menyumbang inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau menyumbang inflasi 0,07 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,06 persen.

Kemudian, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan ikut menyumbang andil inflasi 0,04 persen, kelompok kesehatan 0,03 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen.

Suryamin menambahkan dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) sebanyak 43 kota mengalami inflasi dan sebanyak 39 kota mengalami deflasi.

BPS juga mencatat total nilai ekspor periode Maret 2014 mencapai 15,21 miliar dolar AS, naik 3,95 persen dibanding periode Februari 2014 yang sebesar 14,63 miliar dolar AS.  Suryamin menyebutkan total ekspor periode Maret 2014 terdiri atas ekspor nonmigas sebesar 12,57 miliar dolar AS, dan ekspor migas sebesar 2,64 miliar dolar AS.

Namun nilai impor selama Maret 2014 naik 5,42 persen dibanding impor Februari 2014, menjadi 14,54 miliar dolar, dari 13,79 miliar dolar pada bulan Februari. Angka impor ini masih didominasi impor non migas senilai 10,53 miliar dolar dan impor migas senilai 4,01 miliar dolar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dana Cadangan Rp 2 Triliun  untuk Antisipasi Kemarau Panjang

Dana Cadangan Rp 2 Triliun untuk Antisipasi Kemarau Panjang

Bisnis | Selasa, 29 April 2014 | 14:14 WIB

BPS: Neraca Perdagangan Surplus 758 Juta Dolar Amerika

BPS: Neraca Perdagangan Surplus 758 Juta Dolar Amerika

Bisnis | Selasa, 01 April 2014 | 16:29 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB