DPR Minta Pemerintah Jangan Terburu-buru Impor Beras

Doddy Rosadi Suara.Com
Rabu, 07 Mei 2014 | 11:56 WIB
DPR Minta Pemerintah Jangan Terburu-buru Impor Beras
Ilustrasi: Petani memanen padi. (Antara/Sahrul Manda Tikupadang)

Suara.com - Pemerintah diminta tidak terburu-buru untuk memutuskan melakukan impor beras. Wakil Ketua Komisi Pertanian DPR, Herman Khaeron mengatakan, lambatnya pengadaan beras yang dilakukan oleh Perum Bulog karena mundurnya kalender tanam petani.

Kata dia, banjir besar yang terjadi pada Oktober tahun lalu membuat kalender tanam mundur. Akibatnya, masa tanam yang seharusnya bisa tiga kali pada tahun ini hanya bisa menjadi dua kali dalam setahun.

“Tahun ini kan tahun basah, jadi seharusnya produksi beras bisa mencukupi. Satu-satunya kendala adalah mundurnya kalender tanam petani akibat banjir pada Oktober tahun lalu. Tetapi saya optimistis Bulog bisa memenuhi pengadaan beras pada Agustus hingga OKtober. Karena itu, saya minta pemerintah tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk melakukan impor beras,” kata Herman melalui sambungan telepon kepada suara.com, Rabu (7/5/2014).

Herman menambahkan, pemerintah mempunyai kewenangan untuk melakukan impor beras. Namun, DPR khususnya Komisi Pertanian akan mengawasi prosedur impor beras.

“Sesuai UU Pangan, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi pemerintah sebelum melakukan impor beras. Pertama, produksi beras nasional tidak mencukupi, kedua, stok beras nasional kurang dan ketiga negara dalam keadaan krisis. Apabila tiga syarat tersebut tidak dipenuhi, maka pemerintah tidak boleh mengimpor beras,” ujarnya.

Menurut dia, Perum Bulog boleh melakukan imporb beras asal beras impor itu tidak dilempar ke pasar. Karena, masuknya beras impor ke pasar akan mempengaruhi stabilisasi harga beras petani.
Rencana pemerintah untuk impor beras muncul karena Perum Bulog baru bisa melakukan pengadaan beras sebanyak 700 ribu ton hingga April 2014. Padahal, tahun lalu pada periode yang sama, Bulog berhasil melakukan pengadaan beras sebanyak 1 juta ton. Apabila hingga akhir tahun pengadaan beras yang dilakukan Perum Bulog tidak mencapai 2 juta ton, maka pemerinta berencana akan melakukan impor beras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI