OJK: Kinerja Industri Perbankan Sehat dan Efisien

Doddy Rosadi

Kamis, 22 Mei 2014 | 08:08 WIB
OJK: Kinerja Industri Perbankan Sehat dan Efisien
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginformasikan, hingga pekan ketiga Mei 2014, kondisi likuiditas industri perbankan maupun individual bank dalam kondisi normal.  Setiap bank mampu memenuhi semua kewajiban yang bersifat segera dan jangka pendek dalam kurun waktu sampai dengan beberapa bulan ke depan.

OJK selalu mengawasi melalui pemantauan yang berkesinambungan terhadap kualitas dari kondisi likuiditas bank untuk memastikan bank dan industri perbankan dalam kondisi yang memadai dan beroperasi secara sehat, efisien, dan berdaya saing.

Penilaian OJK terhadap kualitas permodalan industri perbankan pada akhir triwulan I tahun 2014 menunjukan level kecukupan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 19,77% yang jauh berada di atas regulatory threshold sebesar 8% maupun level berdasarkan profil risiko setiap bank.

Dikutip dari laman ojk.go.id, Kamis (22/5/2014), penilaian permodalan berdasarkan empat kelompok bank. Yaitu untuk kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1 sebesar 19,65%, BUKU 2 sebesar 28,44%, BUKU 3 sebesar 17,57%, dan BUKU 4 sebesar 17,96%. Permodalan bank yang memadai tersebut salah satunya dicerminkan dengan rasio kredit, atau pinjaman tidak lancar, atau rasio Non Performing Loan (NPL) Net yang cukup rendah, sebesar 1,01%.

Sementara itu, sampai dengan akhir triwulan I tahun 2014, OJK memantau realisasi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2014 yang menunjukan pertumbuhan Kredit sebesar 0,37% dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 1,25% (year to date). Kegiatan intermediasi bank yang diukur melalui Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah sebesar 91,17%.

Pertumbuhan Kredit dan DPK selama periode triwulan awal 2014 tersebut dinilai masih on-track dengan RBB secara keseluruhan. OJK akan memantau secara berkesinambungan realisasi setiap bank mengingat 2014 merupakan tahun Pemilihan Umum (Pemilu), dan juga tahun persiapan menghadapi Komunitas Ekonomi Asia yang dimulai pada 2015. OJK meminta seluruh manajemen bank untuk terus meningkatkan kualitas manajemen risiko dan Good Corporate Governance (GCG) serta senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudential) dan mengedepankan kepentingan nasabah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gubernur BI: Koordinasi Bank Indonesia-OJK Diperkuat

Gubernur BI: Koordinasi Bank Indonesia-OJK Diperkuat

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2014 | 06:13 WIB

OJK: Bank Harus Tingkatkan Keamanan Dana Nasabah

OJK: Bank Harus Tingkatkan Keamanan Dana Nasabah

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2014 | 18:05 WIB

OJK Minta Bank Perlambat Pertumbuhan Kredit

OJK Minta Bank Perlambat Pertumbuhan Kredit

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2014 | 13:00 WIB

Pembentukan OJK Tidak Bertentangan dengan UUD 1945

Pembentukan OJK Tidak Bertentangan dengan UUD 1945

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 16:35 WIB

Harapan Masyarakat, OJK jadi Lembaga yang Bersih Mulai Luntur

Harapan Masyarakat, OJK jadi Lembaga yang Bersih Mulai Luntur

Bisnis | Minggu, 04 Mei 2014 | 06:57 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×