Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Jengkol Tembus Rp55 Ribu Per Kilogram

Achmad Sakirin

Selasa, 10 Juni 2014 | 15:05 WIB
Harga Jengkol Tembus Rp55 Ribu Per Kilogram
Ilustrasi [shutterstock/Ekkapon]

Suara.com - Buah jengkol yang selama ini hanya menjadi lauk sampingan kini mulai punya nilai jual. Bahkan di Pasar Kramat Tinggi Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Jambi, saat ini dijual seharga Rp55.000/kg.

Yusuf, seorang pedagang jengkol di Pasar Kramat Tinggi ketika ditemui mengaku terkejut dengan harga jengkol di pasaran yang melonjak hingga Rp55.000/Kg, mengalahkan harga beberapa jenis sembako.

"Tampaknya penikmat jengkol sekarang harus mengeluarkan uang cukup banyak uang, karena harganya sudah mulai mahal," kata Yusuf di Jambi, Selasa (10/6/2014).

Melambungnya harga jengkol itu, katanya, karena para agen jengkol dan juga jelang bulan puasa ini belum memasukinya masa panen jengkol, sehingga pasokan jengkol di pasaran pun menjadi langka.

Kenaikkan harga jengkol sudah mengalahkan harga bahan pokok lainnya, seperti cabe, bawang dan juga daging ayam.

Ia mengatakan, harga daging ayam saat ini seharga Rp28.000/kg, dan sejak dua minggu terakhir hanya jengkol yang menjadi keluhan para pedagang di Pasar Kramat Tinggi.

Seorang pembeli jengkol, Agus juga mengaku terkejut dengan meroketnya harga jengkol dalam beberapa hari ini. Dikhawatirkan kenaikan ini juga akan memicu kenaikan harga sembako menjelang masuknya bulan puasa.

Sementara itu, pantauan di Pasar Kramat Tinggi, harga sembako mulai mengalami kenaikan, seperti harga cabe dari harga Rp12.000/kg, naik menjadi Rp16.000/Kg, begitu juga dengan beberapa bahan pokok lainnya.

Sementara itu, kenaikan harga jengkol juga terjadi di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang kini dijual Rp600/buah.

Sejumlah pemilik rumah makan dan warung nasi, khususnya di Kota Kuala Tungkal dan sekitarnya mengaku buah jengkol akhir-akhir ini sulit didapat dan harganya melonjak tajam.

"Buah jengkol sering dicari konsumen rumah makan, tapi sekarang agak sulit didapat, sehingga harganya juga meningkat dua kali lipat," kata Anand, pemilik usaha rumah makan di Kecamatan Tungkal Ilir.

Jika biasanya nasi dengan pelengkap menu jengkol dijual Rp15 ribu/bungkus, kini menjadi Rp25 ribu/bungkus. Jengkol bukan cuma mahal, carinya juga sulit," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenaikan Harga Bahan Pokok Masih Normal

Kenaikan Harga Bahan Pokok Masih Normal

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2014 | 20:21 WIB

Jelang Puasa, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

Jelang Puasa, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2014 | 14:43 WIB

Antisipasi Lebaran, Peritel Menambah Stok Kebutuhan Pokok

Antisipasi Lebaran, Peritel Menambah Stok Kebutuhan Pokok

Bisnis | Sabtu, 24 Mei 2014 | 12:00 WIB

SBY Minta Menteri Bidang Ekonomi Jaga Harga Bahan Pokok

SBY Minta Menteri Bidang Ekonomi Jaga Harga Bahan Pokok

Bisnis | Jum'at, 28 Februari 2014 | 06:57 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×