Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Masalah Utang "Beres", PT Djakarta Lloyd Incar Laba Rp30 Miliar

Doddy Rosadi | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2014 | 16:47 WIB
Masalah Utang "Beres", PT Djakarta Lloyd Incar Laba Rp30 Miliar
Menteri BUMN Dahln Iskan (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Utama Djakarta Lloyd Arham S Torik (kedua dari kiri). (Antara/HO)

Suara.com - BUMN pelayaran PT Djakarta Lloyd manargetkan pendapatan perusahaan sebesar Rp30 miliar hingga akhir 2014. Jumlah itu naik sekitar 50 persen dibandingkan 2013 sebesar Rp22 miliar.

"Revenue (pendapatan) kita luar biasa, tahun 2014 sekitar Rp30 miliar," kata Direktur Utama Arham S Torik di sela-sela diskusi yang bertajuk "Menjadi Jembatan Logistik Nasional, Terdepan, Terbaik dan Terpercaya" di Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Arham mengatakan target tersebut dicapai melalui kerja dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara untuk meningkatkan volume angkutan dari satu juta metrik ton (MT) per tahun menjadi 2,5 MT per tahun.

Selain itu, dia mengatakan perusahaan memperoleh pendapatan dari pembebasan atas utang (haircut), yakni Rp450 miliar dari total utang Rp1,3 triliun.

"Pendapatan kita, ada yang riil dan tidak riil, kalau dari keuntungan operasional saat ini Rp22 miliar tahun lalu, 'haircut' Rp450 miliar itu otomatis jadi pembukuan keuntungan kita," katanya.

Arham menyebutkan saat ini pihaknya memiliki pendapatan dua hingga tiga kali lipat dari keuntungan operasionalnya.

Dia mengatakan pihaknya juga akan meningkatkan keuntungan sebesar 70 persen pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut dia, PT Djakarta Lloyd akan menggencarkan kontrak dengan sejumlah BUMN untuk meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan, sehingga utang yang tersisa Rp450 miliar bisa terlunasi.

"Kami sudah punya 'master plan' untuk 18 tahun ke depan, tidak tertutup kemungkinan kalau kreditor mau berunding daripada menunggu hingga 18 tahun, kalau ditawari bayar sekarang Rp1 miliar dia mau, sehingga utang sudah betul-betul kecil sehingga nilainya sudah tidak ada," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan PT Djakarta Lloyd mulai bangkit dari keterpurukannya setelah berhasil melakukan restrukturisasi utang sebesar Rp1,3 triliun kepada kreditur.

“Djakarta Lloyd sudah 15 tahun terpuruk. Sudah saatnya bangkit dan beroperasi kembali,” kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Gedung PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), di Jakarta, Kamis (26/6/2014).(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PT Djakarta Lloyd Masih Punya Utang Rp18 Miliar kepada Karyawan

PT Djakarta Lloyd Masih Punya Utang Rp18 Miliar kepada Karyawan

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2014 | 14:14 WIB

Terkini

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:15 WIB