Array

Argentina di Ambang Kebangkrutan

Doddy Rosadi Suara.Com
Senin, 21 Juli 2014 | 14:34 WIB
Argentina di Ambang Kebangkrutan
Ilustrasi. (Shuttersrtock)

Suara.com - Argentina hanya punya waktu kurang dari dua minggu hingga 30 Juli 2014 untuk mencapai kesepakatan dengan pemegang obligasi atau pengadilan Amerika Serikat mengabulkan permohonan untuk melakukan restrukturisasi pembayaran obligasi yang jatuh tempo.

Bulan lalu, Argentina sebenarnya sudah bersedia untuk membayar bunga obligasi yang jatuh tempao. Namun, hakim pengadilan Amerika Serikat Thomas Griesa menolak pembayaran itu dan memerintahkan Argentina untuk juga membayar utang obligasi sebesar 1,5 miliar dolar Amerika. Pengadilan Amerika memberikan waktu selama 30 hari bagi Argentina untuk membayar utangnya itu atau kebangkrutan akan ada di depan mata.

Ada tiga opsi yang mungkin akan terjadi dalam dua minggu ke depan. Opsi pertama, Argentina akan mencapai kesepakatan dengan pemegang obligasi, termasuk biliuner Paul Singer dari NML Capital Ltd yang menggugat Argentina ke pengadilan di Amerika. Opsi ini dinilai sebagai skenario terbaik untuk investor.

“Opsi ini akan memberikan Argentina akses ke pasar kredit internasional. Opsi itu juga akan mengurangi tekanan kepada peso dan meningkatkan cadangan devisa internasional,” kata Mauro Roca, ekonom senior dari Goldman Sach Group Inc di New York.

Opsi kedua adalah, pengadilan mengeluarkan perintah untuk melanjutkan negosiasi. Opsi ini akan memberikan waktu tambahan bagi Argentina untuk bernegosiasi dengan pemegang obligasi. Peluang untuk mencapai kesepakatan juga makin besar.

Sedangkan opsi terakhir adalah tidak ada kesepakatan dengan pemegang obligasi dan pengadillan tidak mengeluarkan surat untuk melanjutkan negosiasi. Apabila opsi ini yang terjadi maka Argentina akan mngalami gagal utang atau default.

Opsi ini juga akan membuat nilai obligasi Argentina anjlok menjadi 50 sen terhadap dolar. Apabila Argentina gagal membayar utang, maka pertumbuhan negara itu akan melambat dan pelarian dolar ke luar negeri semakin meningkat.

Analis menilai, opsi gagal bayar merupakan opsi yang salah. Karena, negara dengan status gagal bayar akan membuat perusahaan yang ada di negara tersebut bangkrut, terjadi resesi dan juga angka pengangguran melonjak ditambah dengan inflasi. Dampak lain yang tidak kalah buruk adalah nilai tukar mata uang yang anjlok sehingga bisa membawa Argentina ke jurang kebangkrutan.

Argentina punya catatan buruk soal utang luar negeri. Pada 2001, negara ini tidak mau membayar utangnya sebesar 95 miliar dolar Amerika. Mereka hanya mau membayar 25-29 sen dari setiap satu dolar Amerika yang mereka pinjam. Ada pemberi pinjaman yang setuju dan banyak juga yang menolak tawaran tersebut.(Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI