Indef: Inflasi Rendah, Momentum Naikkan Harga BBM

Doddy Rosadi Suara.Com
Senin, 04 Agustus 2014 | 13:08 WIB
Indef: Inflasi Rendah, Momentum Naikkan Harga BBM
Ilustrasi: SPBU. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Laju inflasi yang rendah dalam tujuh bulan di sepanjang tahun ini menjadi momentum yang paling tepat untuk menaikkan harga bahan bakar minyak. Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, laju inflasi Januari-Juli sebesar 2,94 persen. Sedangkan target inflasi pada tahun ini sebesar 4,5 persen.

Menurut dia, dengan rendahnya laju inflasi maka pemerintah mempunyai ruang untuk menaikkan harga BBM. Kenaikan harga BBM akan meringankan beban Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014.

Inflasi maksimal berada di posisi 7 persen apabila pemerintah menaikkan harga BBM pada tahun ini  juga. Kata dia, inflasi di angka 7 persen masih dalam batas wajar untuk perekonomian nasional.

“Dampak dari kenaikan harga BBM juga tidak akan terlalu besar kepada inflasi asalkan pemerintah menyiapkan langkah-langkah untuk konversi ke gas. Pemerintah juga harus memberitahu masyarakat bahwa kenaikan harga BBM dilakukan untuk memberikan rasa optimisme di kalangan dunia usaha,” kata Enny kepada suara.com melalui sambungan telepon, Senin (4/8/2014).

Enny menambahkan, kebijakan untuk menaikkan harga BBM akan memberikan dampak positif kepada dunia usaha. Karena, selama ini dunia usaha menilai dana subsidi BBM di APBN 2014 terlalu besar dan lebih tepat untuk dialihkan ke pembangunan infrastruktur.

Besarnya alokasi subsidi BBM yang dilakukan pemerintah mendapat sorotan dari dunia internasional. Bank Dunia juga mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang bisa memperbaiki kualitas belanja di APBN 2014. Salah satunya adalah mengurangi subsidi BBM.

“Akan sulit membatasi defisit sehingga hanya 2,4 persen dari PDB, seperti yang diproyeksikan dalam APBN-P 2014, terutama jika harga minyak terus meningkat. Langkah-langkah yang dapat memperbaiki kualitas belanja, melalui pengurangan subsidi BBM dan mencegah penurunan lebih lanjut dalam pendapatan pajak dan non-pajak, akan dapat mengurangi tekanan defisit,” kata Ndiame Diop, Ekonom utama Bank Dunia untuk Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI