Harga Saham Alibaba Langsung Melesat di Perdagangan Perdananya

Esti Utami

Sabtu, 20 September 2014 | 08:08 WIB
Harga Saham Alibaba Langsung Melesat di Perdagangan Perdananya
Logo Alibaba. (Reuters/Chance Chan)

Suara.com - Harga saham raksasa e-commerce dari Cina, Alibaba Group Holding Limited mengakhiri hari pertama perdagangannya pada Jumat (atau Sabtu pagi WIB) di 93,89 dolar AS per saham, atau naik 38 persen setelah rekor penawaran umum perdana di New York Stock Exchange (NYSE).

Pada perdagangan perdana, saham Alibaba dibuka di posisi 92,70 dolar AS per saham, 36 persen lebih tinggi dari harga penawaran umum perdana (IPO) yaitu 68 dolar AS yang ditetapkan pada Kamis (18/9/2014).

Saham perusahaan itu sempat menyentuh nilai tertinggi 99,70 dolar AS tak lama sesaat setelah diperdagangkan, dan sebagian besar diperdagangkan antara kisaran 90 dolar AS hingga 100 dolar AS.

Setelah perdagangan untuk hari pertama, kapitalisasi pasar perseroan mencapai 230 miliar dolar AS, dibandingkan dengan 150 miliar dolar AS kapitalisasi pasar Amazon, saingannya dari Amerika. Alibaba menawarkan 320 juta saham dan meraih dana 21,8 miliar dolar AS di pasar perdana, menjadi IPO terbesar dalam sejarah AS.

Direktur NYSE Floor Operations di O'Neil Securities Inc. Kenneth Polcari mengatakan kepada Xinhua bahwa penutupan pada 93,89 dolar AS, sekitar 1,10 dolar AS lebih tinggi daripada ketika dibuka, menunjukkan seberapa baik proses bekerja.

"Saya pikir kinerja pertama sebenarnya jauh lebih baik daripada kebanyakan harapan," kata Polcari.

Kepala Eksekutif Alibaba Group Jack Ma mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC bahwa ia "senang dan merasa terhormat tentang IPO." "Kami punya mimpi. Kami berharap dalam 15 tahun ke depan bahwa dunia berubah karena kami," kata Ma, menjanjikan mereka akan bekerja untuk membawa investor dan membuat pemegang saham senang.

"Hari ini apa yang kami peroleh bukanlah uang apa yang kami dapat adalah kepercayaan dari orang-orang, jutaan dari usaha kecil," katanya.

Alibaba, didirikan oleh Ma pada 1999, telah tumbuh menjadi salah satu yang raksasa e-commerce terbesar di dunia dan saat ini menguasai 80 persen dari seluruh penjualan ritel daring (online) di Cina.

Perusahaan memulai "roadshow" global pada 8 September di New York dan menerima cukup pemesanan untuk melakukan penawaran dalam waktu lima hari berkat minat yang besar dari investor di seluruh dunia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masuk ke Bursa Saham, Nilai Perusahaan  Alibaba Lewati Amazon dan eBay

Masuk ke Bursa Saham, Nilai Perusahaan Alibaba Lewati Amazon dan eBay

Bisnis | Jum'at, 19 September 2014 | 09:44 WIB

Guru Miskin Itu Kini Menjadi Orang Terkaya di Cina

Guru Miskin Itu Kini Menjadi Orang Terkaya di Cina

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2014 | 14:11 WIB

Amazon Bakal Jadi Pesaing Google

Amazon Bakal Jadi Pesaing Google

Tekno | Minggu, 24 Agustus 2014 | 15:11 WIB

Terkini

Ujunggenteng Sukabumi Geger! Pemuda 27 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah

Ujunggenteng Sukabumi Geger! Pemuda 27 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah

Jabar | Senin, 07 September 2026 | 15:42 WIB

Media Inggris: Letusan Gunung Anak Krakatau Bikin 270 Ribu Penumpang Pesawat Terlantar

Media Inggris: Letusan Gunung Anak Krakatau Bikin 270 Ribu Penumpang Pesawat Terlantar

News | Senin, 07 September 2026 | 15:41 WIB

Pasar Pondok Labu Mati Suri, DPRD DKI Siapkan Langkah untuk Menghidupkannya Lagi

Pasar Pondok Labu Mati Suri, DPRD DKI Siapkan Langkah untuk Menghidupkannya Lagi

News | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

Kecelakaan Maut Mobil Vs Truk di Tol, 1 Orang Tewas

Kecelakaan Maut Mobil Vs Truk di Tol, 1 Orang Tewas

Sumut | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

TelkomProperty Dorong Optimalisasi Aset Properti dengan Prinsip Value Creation

TelkomProperty Dorong Optimalisasi Aset Properti dengan Prinsip Value Creation

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

Liburan Berujung Tertahan di Lombok, Erupsi Krakatau Bikin Pelancong Ini Gagal Hadiri Acara Penting

Liburan Berujung Tertahan di Lombok, Erupsi Krakatau Bikin Pelancong Ini Gagal Hadiri Acara Penting

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

Bukit Soeharto Kebakaran, Prabowo: Jangan sampai ke Zona Inti IKN

Bukit Soeharto Kebakaran, Prabowo: Jangan sampai ke Zona Inti IKN

News | Senin, 07 September 2026 | 15:39 WIB

InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional

InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 15:36 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Warga Kota Bogor Panic Buying, Stok Masker di Apotek Ludes

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Warga Kota Bogor Panic Buying, Stok Masker di Apotek Ludes

Bogor | Senin, 07 September 2026 | 15:32 WIB

Akademisi USU: Pemulihan Pascabencana Tak Cukup Hanya Bangun Rumah

Akademisi USU: Pemulihan Pascabencana Tak Cukup Hanya Bangun Rumah

Sumut | Senin, 07 September 2026 | 15:31 WIB

×