Pasar Mobil Tumbuh, Pangsa Pasar Astra Tergerus

Liberty Jemadu | Deni Yuliansari | Suara.com

Selasa, 18 November 2014 | 20:26 WIB
Pasar Mobil Tumbuh, Pangsa Pasar Astra Tergerus
Ilustrasi PT Astra International (www.astra.co.id).

Suara.com - Penjualan kendaraan grup Astra International turun sebesar satu persen dan kontribusi laba dari sektor otomotif juga turun sebesar 14 persen, demikian dikatakan Chief of Corporate Communication, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/11/2014).

Penjualan mobil-mobil Astra sepanjang 2014 turun menjadi 476.000 unit dan membuat pangsa pasar Astra turun menjadi 51 persen dari 53 persen pada periode yang sama tahun lalu.

"Meskipun penjualan mobil nasional tumbuh sebesar 3 persen namun penjualan mobil Astra turun," kata Pongki.

Adapun kontribusi laba sektor otomotif Grup Astra turun 14 persen dari tahun lalu, menjadi hanya 5,9 triliun. Pongki mengatakan penurunan kontribusi laba itu disebabkan oleh persaingan pasar yang kian ketat.

"Persaingan diskon pada pasar mobil memberi dampak negatif pada marjin keuntungan bisnis," ujar Pongki.

Selama perjalanan 2014, grup otomotif Astra yang terdiri dari Daihatsu, Isuzu, UD Truck, Toyota, dan Peugeot ini sudah mengeluarkan sembilan model facelift dan 18 model baru.

Kontributor terbesar penjualan masih dipegang oleh PT. Toyota Astra Motor (TAM), sedangkan kontributor kedua yakni PT. Astra Daihatsu Motor.

Sedangkan penjualan sepeda motor mengalami peningkatan sebesar 9 persen menjadi 3,8 juta unit. Pangsa pasar pun naik dari 60 persen hingga 63 persen. Pada motor sendiri selama tahun 2014 sudah mengeluarkan satu model baru dan 13 model facelift.

Meski demikian, secara keseluruhan pendapatan bersih Astra International naik 6 persen menjadi Rp150,6 triliun selama sembilan bulan di tahun 2014. Kenaikan ini berkat kontribusi kenaikan pendapatan dari sektor agribisnis dan kontrak penambangan.

Sektor agribisnis memberikan peningkatan kontribusi sebesar 107 persen, 40 persen dari divisi alat berat dan pertambangan, serta 14 persen dari divisi jasa dan keuangan.

Laba bersih dari agribisnis menjadi RpRp1,5 triliun. Sedangkan pada divisi alat berat menjadi Rp2,9 triliun. Untuk laba bersih jasa keuangan naik 14 persen menjadi Rp3,8 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CEO Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Asia

CEO Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Asia

Press Release | Jum'at, 07 November 2014 | 10:30 WIB

20 Rumah Pintar, Cara Astra Bangun Masyarakat Cerdas dan Inovatif

20 Rumah Pintar, Cara Astra Bangun Masyarakat Cerdas dan Inovatif

Bisnis | Senin, 19 Mei 2014 | 11:36 WIB

PT Astra International Tbk Bagi Deviden Rp 8,74 Triliun

PT Astra International Tbk Bagi Deviden Rp 8,74 Triliun

Bisnis | Selasa, 29 April 2014 | 14:37 WIB

Tiga Bulan, Laba PT Astra International Mencapai Rp4,7 Triliun

Tiga Bulan, Laba PT Astra International Mencapai Rp4,7 Triliun

Bisnis | Senin, 28 April 2014 | 18:05 WIB

Astra Gelar Kampanye Indonesia, Ayo Aman Berlalu Lintas

Astra Gelar Kampanye Indonesia, Ayo Aman Berlalu Lintas

Bisnis | Selasa, 15 April 2014 | 14:49 WIB

 Tiga Tahun Beruntun, Astra International Raih Most Admired Companies

Tiga Tahun Beruntun, Astra International Raih Most Admired Companies

Bisnis | Selasa, 01 April 2014 | 17:36 WIB

Terkini

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:59 WIB

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:30 WIB

Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:07 WIB

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:01 WIB

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:51 WIB

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:32 WIB

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:16 WIB

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:52 WIB

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:10 WIB

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:04 WIB