Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Wiliam Tanuwijaya, Menjual Mimpi Lewat Tokopedia

Doddy Rosadi

Jum'at, 28 November 2014 | 12:00 WIB
Wiliam Tanuwijaya, Menjual Mimpi Lewat Tokopedia
CEO Tokopedia, William Tanuwijaya. (Suara.com/Doddy Rosadi)

Suara.com - Tokopedia menjadi perusahaan e-commerce yang paling banyak diperbincangkan dalam acara Startup Asia yang digelar di Jakarta pada Rabu (26/11/2014) hingga Kamis (27/11/2014) lalu. Dalam setiap diskusi yang dihadiri oleh para investor dan juga para ahli di bidang teknologi itu, Tokopedia menjadi buah bibir setelah perusahaan yang didirikan oleh Wiliam Tanuwijaya itu menerima investasi 100 juta dolar Amerika atau sekitar Rp1,2 triliun dari SoftBank dan Sequoia Capital.

Itulah investasi terbesar yang pernah diterima perusahaan e-commerce di Asia Tenggara. Tidak heran apabila Tokopedia menjadi primadona dalam ajang Startup Asia. Wiliam Tanuwijaya menjadi sosok yang diincar oleh jurnalis dari dalam dan luar negeri.

“Saya perlu waktu dua tahun untuk mewujudkan ide mendirikan Tokopedia. Ide itu muncul pertama kali pada 2007 dan baru pada 2009 terlaksana. Ini karena selama dua tahun itu saya sibuk menjual mimpi saya itu kepada sejumlah investor dan sulit untuk mencari investor yang mau menjadi pemodal bagi mimpi saya itu. Akhirnya, saya mengajukan proposal kepada bos saya,” kata Wiliam.

Kenapa dia mengajukan proposal kepada bosnya? Karena, William tahu bosnya itu punya uang untuk bisa mewujudkan impinya membangun Tokopedia, sebuah toko online di mana para penjual bisa mempromosikan barangnya kepada pembeli di dunia maya.

“Saya bilang kepada bos saya, bos, bisnis SMS Content yang kamu jalankan sekarang tidak punya masa depan. Saya punya tawaran yang lebih menarik yaitu membangun toko jual beli online. Kalau kamu mau menjadi investor, saya jamin toko online ini bisa sukses,” jelas Wiliam.

Wiliam mengatakan, perlu waktu lama untuk meyakinkan bosnya agar bersedia untuk menjadi calon investor untuk Tokopedia. Dia memulai Tokopedia dengan dana awal Rp2,5 miliar. Ketika itu, belum semua orang bisa melakukan transaksi di Tokopedia. Yang bisa hanya yang menerima ‘undangan’ dari Wiliam.  Meski demikian, Tokopedia memenangkan BubuAwards 2009 dengan kategori Corporate Awards E-Commerce Category.

Wiliam adalah lulusan dari Universitas Bina Nusantara. Namun, dia mengaku lebih banyak menghabiskan waktunya di kafe internet di dekat kampusnya itu. Karena, Wiliam adalah karyawan di kafe tersebut dan dia lebih senang berada di depan komputer di kafe itu dibandingkan di kampus. “Saya ini lulusan kafe internet di depan Bina Nusantara dan bukan lulusan Bina Nusantara,” kata Wiliam berseloroh.

Kenapa William tertarik untuk membuat sebuah toko jual beli online? Ternyata, itu semua berawal dari pertanyaan sejumlah angggota forum di mana Willam menjadi supermoderator.

“Saya menjadi supermoderator karena saya yang menghabiskan waktu paling banyak di depan internet. Mereka bertanya tentang pembelian barang di dunia maya, bagaimana bisa menjamin barang bisa diterima setelah mentransfer uang kepada penjual. Ternyata, masih banyak orang yang belum percaya dengan jual beli secara online. Ketika itulah saya terpikir untuk membuat toko online di mana semua transaksi tidak dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli tetapi harus melalui rekening penampung alias escrow account,” kata Wiliam.

Yang dimaksud dengan escrow account adalah, pembeli mentransfer uang dari transaksi pembelian itu ke rekening penampung. Apabila barang sudah diterima oleh pembeli, uang yang ada di rekening penampung itu akan ditransfer kepada penjual. Dengan demikian, kata William, pembeli bisa merasa aman dalam melakukan transaksi.

Wiliam menjelaskan, tidak mudah untuk bisa mencari penjual yang mau menjajakan dagangannya di Tokopedia. Setelah beberapa waktu, akhirnya Wiliam berhasil mendapatkan sekitar 70 penjual. Namun, tugas berikutnya adalah mencari pembeli. Karena, percuma ada penjual tetapi tidak ada orang yang mau membeli.

“Saya masih ingat, transaksi pertama di Tokopedia itu adalah penjualan kaus oblong. Sejak itu mulai banyak orang yang melakukan transaksi jual beli di Tokopedia,” jelasnya. Wiliam mengatakan, para penjual tidak dikenai biaya untuk memasang dagangannya di Tokopedia. Inilah yang membuat semakin banyak penjulan yang mempromosikan barangnya di perusahaan e-commerce tersebut.

Untuk menjamin kenyamanan pembeli, Wiliam juga menggandeng 9 perusahaan pengiriman nasional. Kata dia, Tokopedia membuat sistem yang bisa memantau pengiriman barang. Dengan demikian, pembeli bisa tahu sudah sampai di mana barang yang dibelinya itu.

Perlahan tapi pasti, transaksi di Tokopedia semakin banyak. 55 persen anggota di Tokopedia adalah perempuan dan sebagian besar transaksi adalah barang-barang yang berhubungan dengan perempuan. Sukses Tokopedia sebagai perusahaan e-commerce ternyata dipantau oleh perusahaan asing.  Bulan lalu, Tokopedia menerima dana investasi sebesar 100 juta dolar Amerika atau sekitar Rp1,2 triliun dari perusahaan Jepang, SoftBank dan Sequoia Capital. Itulah investasi terbesar yang pernah diterima perusahaan e-commerce di Asia Tenggara.

“Saya tidak ada rencana untuk membawa Tokopedia masuk ke bursa saham seperti yang dilakukan perusahaan internet asal Cina, Alibaba, paling tidak untuk 2-3 tahun lagi. Saya masih punya banyak rencana untuk mengembangkan Tokopedia,” ujarnya.

Lewat tangan dinginnya, Wiliam sukses membawa Tokomedia sebagai perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia. Mimpi Wiliam sepertinya sudah berhasil menjadi kenyataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Monopoli Ekosistem Digital, KPPU Panggil TikTok dan Tokopedia!

Diduga Monopoli Ekosistem Digital, KPPU Panggil TikTok dan Tokopedia!

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:55 WIB

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

TikTok Shop Bantu Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara, Penjualan LIVE Naik hingga 50 Kali Lipat

TikTok Shop Bantu Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara, Penjualan LIVE Naik hingga 50 Kali Lipat

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:17 WIB

Jangan Ketinggalan! Promo BRI di Tokopedia Diskon Rp100 Ribu, Berlaku Tiap Weekend

Jangan Ketinggalan! Promo BRI di Tokopedia Diskon Rp100 Ribu, Berlaku Tiap Weekend

Bri | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:32 WIB

TikTok Shop dan Tokopedia Latih UMKM Perempuan, Rahasia Jualan Online Laris di Era Digital

TikTok Shop dan Tokopedia Latih UMKM Perempuan, Rahasia Jualan Online Laris di Era Digital

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 18:26 WIB

Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk

Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:13 WIB

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:43 WIB

Duet TikTok-Tokopedia Ubah Peta Tren Perdagangan Online di RI

Duet TikTok-Tokopedia Ubah Peta Tren Perdagangan Online di RI

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 08:36 WIB

GoTo Tingkatkan Alokasi Bonus Hari Raya 2026, Total Anggaran Naik Dua Kali Lipat

GoTo Tingkatkan Alokasi Bonus Hari Raya 2026, Total Anggaran Naik Dua Kali Lipat

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 17:00 WIB

Terkini

IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini

IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:18 WIB

Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram

Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:07 WIB

Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO

Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:30 WIB

Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman

Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:26 WIB

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:06 WIB

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:44 WIB

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:22 WIB

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:27 WIB

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:30 WIB

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:19 WIB