ISIS Dirikan Bank di Kota Mosul

Doddy Rosadi

Senin, 05 Januari 2015 | 13:40 WIB
ISIS Dirikan Bank di Kota Mosul
Ilustrasi: ISIS. (Shutterstock)

Suara.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memproyeksikan bisa mendapatkan untung 250 juta dolar Amerika atau sekitar Rp3 triliun dari dana sebesar 2 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp25 triliun yang dianggarkan untuk tahun ini.

Dalam wawancara dengan Al-Araby Al-Jadeed, salah satu perwakilan ISIS mengatakan, anggaran sebesar 2 miliar dolar Amerika itu akan digunakan untuk memberi bantuan kepada warga miskin, lumpuh dan juga anggota keluarga yang sanak familinya yang tewas akibat serangan udara yang dilakukan Amerika dan koalisinya.

ISIS berencana menggunakan surplus tersebut untuk membiayai perang. Selain itu, ISIS juga sudah membuka bank di kota Mosul, sebelah utara Irak, beberapa bulan setelah menguasai kota itu pada Juni 2014.  Bank itu diberi nama Islamic Bank oleh warga kota Mosul.

Sama seperti bank pada umumnya, Islamic Bank juga memberikan pinjaman serta menerima tabungan. Dari mana ISIS mendapatkan uang dalam jumlah besar itu? Kelompok militan itu meraih dana dari ekspor minyak, dari kilang minyak yang diambil alih dari pemerintah Irak dan Suriah.

Pengamat militer Irak, Fouad Ali mengungkapkan, keputusan ISIS untuk mendirikan bank merupakan taktik propaganda. BBC melaporkan, ISIS mengekspor 9 ribu barel minyak per hari pada September lalu dengan pemasukan per hari 350 ribu dolar.

Kelompok militan Islam ISIS tercatat sebagai organisasi terkaya di dunia dengan pendapatan mencapai puluhan juta dolar AS per bulan. Penghasilan ini didapat dari penjualan minyak mentah di pasar gelap.

Pejabat Kementerian Keuangan Amerika Serikat yang mengurusi informasi intelejen sumber finansial terorisme David Cohen mengatakan, ISIS setidaknya menerima satu juta dolar AS per hari dari minyak mentah yang didapat di Suriah dan Irak.

Selain minyak mentah, mereka juga memperoleh sumber keuangan dari penarikan pajak warga di wilayah yang dikuasainya dan juga dari uang tebusan tawanan. Karena diversifikasi sumber pendapatan tersebut, Amerika Serikat kesulitan untuk menghambat aliran dana ke kelompok ini.

"ISIS adalah organisasi teroris dengan sistem keuangan terbaik yang pernah kami hadapi," kata Cohen.

Sementara itu, Marwan Muasher, wakil kepala organisasi Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan bahwa ISIS saat ini dinilai sebagai organisasi teroris paling kaya dengan sistem finansial paling rumit di dunia. Tidak seperti Al Qaeda, ISIS tidak mendapatkan uang dari sumbangan sukarela orang-orang kaya di negara-negara Arab. (BBC/UPI)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lagi, 2 WN Malaysia Ditangkap Terkait ISIS

Lagi, 2 WN Malaysia Ditangkap Terkait ISIS

News | Jum'at, 02 Januari 2015 | 09:12 WIB

ISIS Ancam Bunuh Pengawal Ratu Inggris

ISIS Ancam Bunuh Pengawal Ratu Inggris

News | Minggu, 28 Desember 2014 | 12:40 WIB

Sebanyak 103 WNI Sudah Bergabung dengan Kelompok ISIS

Sebanyak 103 WNI Sudah Bergabung dengan Kelompok ISIS

News | Minggu, 28 Desember 2014 | 09:25 WIB

AS Lancarkan 12 Serangan ke Jantung Pertahanan ISIS

AS Lancarkan 12 Serangan ke Jantung Pertahanan ISIS

News | Minggu, 28 Desember 2014 | 02:30 WIB

Terkini

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:46 WIB

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 19:45 WIB

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:41 WIB

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

Health | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 19:26 WIB

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:25 WIB

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 19:20 WIB

×