Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

PNS di Kota Ini Bisa Beli Rumah dengan Harga Murah

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 14 Januari 2015 | 14:16 WIB
PNS di Kota Ini Bisa Beli Rumah dengan Harga Murah
Ilustrasi: Pegawai Negeri Sipil. (Antara)

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan perumahan dengan harga terjangkau bagi pegawai negeri sipil lingkungan pemerintah setempat di kawasan Desa Wisata Krebet Sendangsari.

"Perumahan ini diperuntukkan bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang belum memiliki rumah dan masih menempati rumah mertua indah (numpang rumah orang tua-red)," kata Bupati Bantul, Sri Surya Widati saat peluncuran Perumahan Nyaman Sendangsari di Bantul, Rabu, (14/1/2015).

Menurut dia, perumahan yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi tersebut memanfaatkan lahan Bantul Kota Mandiri (BKM), aset tanah yang dimiliki Pemkab Bantul bersama pihak ketiga PT Perwita Karya.

"Bantul ada lahan BKM sekitar 32 hektare yang di antaranya terdapat di Pajangan, ke depan lahan ini memang diperuntukkan untuk perumahan Korpri, itu karena di Bantul masih banyak PNS yang belum memiliki rumah, saya tidak hafal jumlahnya," katanya.

Sri Surya juga mengatakan, masih banyaknya PNS yang belum memiliki rumah sendiri menjadi perhatian dan pekerjaan rumah (PR), dan Pemkab bertugas bertanggungjawab meningkatkan kualitas permukiman yang layak dan nyaman untuk ditinggali.

"Perumahan dengan harga terjangkau menjadi dambaan setiap keluarga, hal ini merupakan amanah dari Undang-undang bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera dengan menempati rumah yang layak, lingkungan sehat, aman dan serasi," katanya.

Sementara itu, Legal Director Majestic Land, Wisnu Cahyo Nugraha mengatakan, ada 42 unit rumah yang akan didirikan di Perumahan Nyaman Sendasari ini, pengembang perumahan menawarkan harga kisaran Rp200 juta dengan pilihan beberapa kredit perumahan rakyat di bank.

"Kami juga sudah sosialisasikan melalui Bank Bantul, dan sampai saat ini sudah terjual 22 unit, sehingga harapannya setelah peluncuran ini bisa segera terjual seratus persen, sehingga kami bisa bangun di tempat lain," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Tahun Lagi, Tak Ada Kawasan Kumuh di Indonesia

Lima Tahun Lagi, Tak Ada Kawasan Kumuh di Indonesia

Bisnis | Senin, 22 Desember 2014 | 21:15 WIB

Jokowi Harus Prioritaskan Pembangunan Rumah Rakyat

Jokowi Harus Prioritaskan Pembangunan Rumah Rakyat

Bisnis | Senin, 22 Desember 2014 | 20:46 WIB

Saham Sektor Properti Catatkan Kinerja Tertinggi Sepanjang 2014

Saham Sektor Properti Catatkan Kinerja Tertinggi Sepanjang 2014

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2014 | 00:04 WIB

Belum Ada Terobosan Baru dari Kementerian PU-Pera

Belum Ada Terobosan Baru dari Kementerian PU-Pera

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2014 | 13:31 WIB

Perlu Dirjen yang Paham Masalah Perumahan Rakyat

Perlu Dirjen yang Paham Masalah Perumahan Rakyat

Bisnis | Minggu, 02 November 2014 | 15:08 WIB

Tepat, Penggabungan PU dengan Perumahan Rakyat

Tepat, Penggabungan PU dengan Perumahan Rakyat

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2014 | 08:11 WIB

Penggabungan PU dengan Perumahan Rakyat Diprotes

Penggabungan PU dengan Perumahan Rakyat Diprotes

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2014 | 06:56 WIB

Masalah Kekurangan Perumahan Tuntas pada 2030

Masalah Kekurangan Perumahan Tuntas pada 2030

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2014 | 11:57 WIB

Terkini

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB