Ini Alasan Menteri BUMN Izinkan PT AP II Bantu Lion Air

Doddy Rosadi

Senin, 23 Februari 2015 | 13:26 WIB
Ini Alasan Menteri BUMN Izinkan PT AP II Bantu Lion Air
Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan). (Antara/Widodo S. Jusuf)

Suara.com - Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan tidak mempermasalahkan PT Angkasa Pura II (Persero) yang berinisiatif memberikan dana talangan kepada maskapai Lion Air yang mengalami penundaan penerbangan (delay) besar-besaran pekan lalu.

"Ini merupakan aksi korporasi AP II. Inisiatif memberikan bantuan dana talangan murni karena keadaan yang sangat genting," kata Rini di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, (23/2/2015).

Menurut Rini, langkah AP II tersebut juga sudah pada posisi yang benar dan tidak perlu minta izin dari Kementerian BUMN sekalu kuasa pemegang saham.

"Antisipasinya sudah bagus. Kasihan penumpang yang harus menunggu begitu lama. Dikhawatirkan akibat frustasi bisa saja penumpang merusak aset AP II," ucap Rini.

Namun, ia menambahkan, setelah masalahnya selesai maka AP II harus melakukan perhitungan dengan Lion Air untuk pengembalian dana talangan tersebut.

Sejumlah kalangan mempertanyakan inisiatif AP II yang meladeni pembayaran pengembalian dana (refund) tiket penumpang yang terlantar di Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lain yang sempat mengalami keterlambatan atau bahkan pembatalan penerbangan.

Sebelumnya sejak Rabu (18/2) hingga Minggu (22/2) terjadi delay besar-besaran penerbangan Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya.

AP II diketahui sudah memberikan dana refund dan kompensasi sebesar Rp526 juta.

Menurutnya, AP II sesungguhnya sudah menyiapkan dana hingga sekitar Rp4 miliar, namun yang dipakai sekitar Rp526 juta.

"Meskipun tidak seluruhnya digunakan, namun langkah AP II itu sudah cukup membuat tenang para calon penumpang," tutur Rini.

AP II tentunya harus menjaga kenyamanan penumpang dan keselamatan penumpang dan penerbangan. "Itu yang utama," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenhub Diharapkan Mampu Benahi Sistem Penerbangan Nasional

Kemenhub Diharapkan Mampu Benahi Sistem Penerbangan Nasional

News | Senin, 23 Februari 2015 | 03:21 WIB

Chappy Hakim: Lion Air Mesti Diaudit

Chappy Hakim: Lion Air Mesti Diaudit

News | Minggu, 22 Februari 2015 | 00:40 WIB

Pengamat: Ada Perlakuan Khusus Untuk Lion Air

Pengamat: Ada Perlakuan Khusus Untuk Lion Air

News | Sabtu, 21 Februari 2015 | 18:13 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×